
Tentu saja Clarisa tahu rencana selanjutnya dan ia tak sabar untuk hal itu, walau ia harus melakukan hal yang paling ia benci terlebih dahulu. Clarisa lalu keluar dari toilet dan tak sengaja berpapasan dengan Jesslyn.
"Anak baru!" Panggil Jesslyn.
"Claudia." Ucap Clarisa santai
"Ah maksud ku itu."
"Apa kau sibuk? Pulang sekolah ayo kita jalan jalan."
"Baiklah, kebetulan aku tidak sibuk hari ini." Jawab Clarisa.
"Kalau kau tidak keberatan aku akan mengajak Miya dan Selena." Kata Jesslyn.
"Oh baiklah."
"Ayo kita ke kelas." Jesslyn lalu merangkul pundak Clarisa seperti sudah akrab dengannya. Oh tidak! Sekarang ia menodai punggung Clarisa dengan tangan penuh dosanya itu. Mungkin habis ini Clarisa akan mandi kembang tujuh rupa selama tujuh hari tujuh malam.
Pulang sekolah mereka lalu pergi menuju parkiran untuk pergi jalan jalan.
"Pakai mobil ku saja." Ucap Clarisa.
"Oh baiklah mana mobil mu?" Tanya Jesslyn.
__ADS_1
"Itu." Clarisa lalu menunjuk mobil milik Claudia.
"Ini kan.." Mereka semua lalu takjub dengan mobil milik Claudia. Yah jelas lah harga mobil yang mereka pakai saja hanya seperlima dari harga mobil Claudia.
"Wah.. apa kami boleh menyentuhnya?" Tanya Selena.
"Tentu saja boleh. Apa ada yang ingin menjalankannya? Aku capek." Clarisa lalu memutar mutar kunci mobil dengan jari telunjuknya.
"Aku saja." Miya lalu merebut kunci mobil dari tangan Clarisa.
"Ah Miya." Kata Jesslyn dan Selena yang kecewa karena tak bisa mencoba menjalankan mobil mewah itu.
"Tenang saja kalian aman bersama ku. Ayo cepat." Miya lalu masuk ke kursi pengemudi. Mereka lalu masuk ke mobil dengan posisi Selena disamping Miya dan Jesslyn dibelakang dengan Clarisa.
"Eh ayo kita beli parfum." Clarisa menunjuk toko parfum yang terkenal dengan harganya yang selangit. Ia sengaja ingin berbelanja di situ karena tau Jesslyn, Miya dan Selena pasti akan ragu kalau mengeluarkan uang hanya untuk membeli sebotol parfum.
Benar saja, mereka hanya diam saat Clarisa sudah melangkah. Clarisa lalu berbalik dan menatap ketiganya dengan wajah polos.
"Kenapa?" Tanya Clarisa pura pura tidak tahu.
"Aaa sepertinya kita harus ganti toko. Aku mendengar rumor kalau parfum disini baunya tidak enak." Kata Selena yang berbohong. Clarisa tersenyum, ia puas tapi berusaha menyembunyikan wajah puasnya dan menggantinya dengan wajah yang rendah hati.
"Ah mana mungkin, aku sudah sering berbelanja disini dan bau parfum tetap sama." Ucap Clarisa.
__ADS_1
"Ayo masuk." Ucap Jesslyn yang sok berani memasuki toko itu. Clarisa tersenyum, ia tak menyangka bahwa Jesslyn akan percaya diri untuk masuk ke toko perfum dengan harga semahal itu.
Di dalam Jesslyn sempat melihat lihat parfum yang dijual di sana, namun tak ada satu pun parfum yang ingin ia beli. Semua diletakkan di tempat semula. Sementara Clarisa sudah mengambil tiga botol parfum. Dari kejauhan Clarisa memandangi Jesslyn yang masih belum memilih satu pun parfum. Dalam hatinya ia seperti sedang berpesta di tepi pantai walau ia tak menunjukkannya di kehidupan nyata. Clarisa lalu mengambil sebotol parfum yang ada di depan Jesslyn.
"Kau suka yang ini?" Tanya Clarisa.
"Ah tidak." Jawab Jesslyn malu malu.
"Pilih lah sesuatu, hari ini aku yang traktir." Ucap Clarisa.
"Baiklah." Jesslyn lalu tersenyum ke arah Clarisa.
"Miya, Selena pilih lah sesuka kalian, aku yang traktir." Teriak Clarisa.
"Baik!" Jawab Miya dan Selena bersamaan.
Setelah memilih akhirnya Clarisa membayar ke kasir. Terdapat enam botol parfum di meja kasir dan tiga diantaranya milik Clarisa. Parfum termahal adalah pilihan Jesslyn. Tentu ia memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan barang mewah gratisan dan untuk menguji kekayaan Claudia.
Clarisa lalu mengeluarkan black card dari dompetnya. Dan seketika Jesslyn, Miya dan Selena terkesima karena mereka saja belum boleh memakai black card orang tua mereka.
"Ayo pergi." Clarisa lalu menghampiri ketiganya dengan sangat percaya diri.
Mereka lalu pergi ke toko lain di mall itu.
__ADS_1
Sampai di rumah Claudia. Clarisa melepas sepatu dan mengganti dengan sandal rumah.