Angel'S Revenge

Angel'S Revenge
Eps.32


__ADS_3

"Ma, mama kok tidak memberi tahu aku dulu sih ma?" Tanya Jesslyn.


"Yah biarkan saja lagian semuanya sudah terjadi. Lagi pula kenapa kamu malah terlihat tidak terima seperti itu? Bukan kah ini ide mu?" Jawab Maria. Ya benar, ini semua memang ide Jesslyn untuk membunuh ayah dan anak itu. Tapi setelah mengetahui ayah tirinya juga menyayanginya, keinginan Jesslyn mulai pudar untuk membunuh Bram.


"Tapi ma, mama belum tahu apa yang akan terjadi pada kita selanjutnya." Ucap Jesslyn.


"Maksud kamu?" Tanya Maria penasaran.


"Semenjak Clarisa meninggal, aku terus dihantui oleh dia setiap hari ma. Jadi bisa saja setelah ini papa datang dan menghantui mama." Mendengar perkataan Jesslyn membuat mental Maria sedikit menciut. Namun ia berusaha untuk tidak mempercayai adanya hantu.


"Hantu itu tidak ada, semua yang kau alami itu adalah halusinasi." Ucap Maria sebelum akhirnya pergi meninggalkan Jesslyn. Sementara Jesslyn masih berdiri disana tak merubah posisinya. Ia sudah pasrah jika ibunya tidak percaya dengan yang ia katakan.


Clarisa akhirnya mendekat ke arah Bram dengan wujud arwahnya itu, tentunya juga menggunakan rupa Clarisa yang sesungguhnya. Tiba tiba cahaya berwarna biru keluar dari tubuh Bram dan meledak, menampilkan wujud Bram sebagai arwah.


"Papa.." Ucap Clarisa yang bingung harus sedih atau senang. Disatu sisi ia sedih karena orang yang ia sayangi harus meninggal dengan cara mengenaskan. Disatu sisi lagi ia senang akhirnya bisa bertemu lagi dengan Bram setelah sekian lama.


"C.. Clarisa?"


"Clarisa putri ku?" Tanya Bram memastikan yang dijawab anggukan oleh Clarisa. Mereka akhirnya memeluk satu sama lain dan melepas rasa rindu mereka yang terpendam.

__ADS_1


"Ma.. Maafkan papa nak.."


"Maafkan papa karena papa jarang berada di samping kamu." Ucap Bram menyesal.


"Tidak pa.. Bukan salah papa..." Jawab Clarisa. Clarisa lalu melepaskan pelukannya dan menatap Bram.


"Tapi Jesslyn dan Maria.." Sambung Clarisa.


"Maksud kamu?" Tanya Bram yang masih belum mengerti situasinya.


"Jesslyn dan Maria lah yang menjadi dalang dibalik meninggalnya kita berdua. Mereka sudah menyusun semuanya dan berniat menguasai harta papa." Jelas Clarisa.


"Papa, aku ingin meminta izin untuk membalas perbuatan mereka dan membongkar semua kebusukan mereka." Pinta Clarisa.


"Kalau begitu papa akan bantu." Ucap Bram namun dijawab dengan gelengan oleh Clarisa.


"Papa tidak bisa tetap disini, papa harus pergi ke alam baka dan hidup tenang disana." Ucap Clarisa. Ternyata dibelakang Clarisa sudah ada Mago dan kereta kuda gaib untuk menuju ke alam baka.


"Tapi bagaimana dengan kamu?" Tanya Bram. Sekali lagi Clarisa menggeleng.

__ADS_1


"Setelah mati, aku dihidupkan kembali menggunakan tubuh seseorang. Dan aku ditugaskan untuk menghukum orang orang yang bersalah didunia ini." Jelas Clarisa. Namun terukir raut wajah yang cemas di wajah Bram.


"Apa kamu akan baik-baik saja?" Tanya Bram yang dijawab dengan anggukan dan senyuman dari Clarisa.


"Mari ikut saya." Ucap Mago dengan sopan. Bram akhirnya melangkah perlahan menuju kereta kuda walau ia sering melihat kebelakang beberapa kali. Begitu juga dengan Clarisa yang menatap kepergian ayahnya itu. Akhirnya Bram dan Mago menaiki kereta kuda dan pergi ke arah langit yang sangat indah karena terkena cahaya bulan. Clarisa juga masih menyaksikan kepergian ayahnya dari bawah.


Sementara di kereta kuda.


"Apakah aku bisa menemuinya lagi?" Tanya Bram. Mago lali tersenyum kepada Bram.


"Anda bisa menemuinya kapan saja, anda tinggal panggil saya maka saya akan mengantar anda kepada Clarisa." Jawab Mago dengan sopan.


"Terima kasih kalau begitu." Ucap Bram.


***


Hari sudah mulai larut. Malam ini Jesslyn tidak bisa tertidur karena sedari tadi banyak suara langkah kaki didepan kamarnya.


Tok.. tok.. tok.. Kini seseorang telah mengetuk jendela kamar Jesslyn. Bunyi bunyi yang aneh semakin membuat Jesslyn  ketakutan. Akhirnya ia memutuskan untuk memejamkan matanya sekuat tenaga dan berusaha tidur.

__ADS_1


__ADS_2