
Jam belum menunjukkan pukul delapan, namun Clarisa sudah berdiri di depan rumahnya sekitar 10 menit yang lalu. Ia mengenakan kaos leher tertutup lengan panjang berwarna putih yang dimasukkan ke dalam rok span mini warna hitam. Ia juga memakai sepatu boots hitam dengan hak 5 cm warna hitam ditambah tas slempang mini berwarna hitam juga.
Tiba-tiba sebuah mobil berwarna silver berhenti tepat di depan Clarisa. Kaca mobil terbuka dan Clarisa melihat ke dalam. Terlihat Ren menggunakan kemeja berwarna hitam dengan kaos putih di dalamnya serta celana jeans hitam. Clarisa yang sedari tadi sudah tersenyum dibalas dengan senyuman dari Ren. Clarisa akhirnya masuk ke dalam mobil dan akhirnya mereka memulai perjalanan.
"Apa kau sudah lama menunggu?" Tanya Ren basa basi. Clarisa menggeleng.
"Baju kita cocok bukan." Ucap Clarisa yang menyadari perpaduan warna hitam dan putih di baju yang mereka pakai. Ditambah lagi dengan warna hitam yang dominan membuat outfit mereka cocok kali ini.
"Haha." Ren tertawa.
"Kali ini kau benar. Tapi ini sebuah kebetulan yang ajaib." Ucap Ren. Clarisa lalu tersenyum.
__ADS_1
Mereka lalu sampai di tempat tujuan yang berada cukup jauh dari rumah Clarisa.
"Ren, kira-kira kita akan mencoba apa?" Tanya Clarisa. Ren hanya menaikkan pundak.
"Aku ingin membeli minum. Kau mau?" Tanya Ren yang menahan haus sedari tadi. Clarisa lalu mengangguk. Ren akhirnya membeli jus lemon sementara Clarisa pergi membeli tiket rumah hantu. (Author be like : Haha hantu masuk ke rumah hantuš¤£) Ren akhirnya menghampiri Clarisa dengan membawa dua gelas jus lemon di tangannya.
"Kau yakin ingin mencoba ini?" Tanya Ren. Clarisa yang sedang minum lalu mengangguk sambil meneguk jus lemon.
"Tidak. Aku biasa melakukannya bila berkunjung ke taman hiburan malam." Ucap Clarisa. Mengingat dulu saat Ren dan Clarisa pergi ke taman hiburan malam Clarisa memang selalu meminta untuk mencoba rumah hantu terlebih dahulu. Entah apa motivasinya tapi itu seperti kebiasaan yang tak bisa diubah.
Ren lalu mengangguk. Ia lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal mengingat dirinya yang takut pada hantu. Sepertinya ia akan mengompol bila ia hanya masuk seorang diri kesana. Kemudian Ren menyeruput jus lemon di tangannya.
__ADS_1
1 jam telah berlalu. Clarisa dan Ren sudah berputar-putar sedari tadi didalam rumah hantu. Mereka tak kunjung juga menemukan jalan keluar dari sana. Clarisa nampaknya tidak kesulitan namun Ren terlihat pucat karena telah melihat beberapa boneka yang ditempatkan dengan rupa yang menyeramkan.
Contoh saja ada boneka badut berukuran sedang yang ditempatkan diatas kursi dan boneka yang menyerupai anak perempuan berukuran besar yang digantung di langit-langit. Serta beberapa orang yang mengawasi mereka dengan berlari cepat sambil mengenakan pakaian putih panjang.
Tiba-tiba langkah Ren terhenti. Sontak Clarisa yang menyadarinya ikut berhenti dan berbalik ke arahnya. Ren sangat pucat dan gemetar saat merasakan sesuatu menempel di bahunya.
"Ada apa?" Tanya Clarisa yang masih tidak mengerti.
"A.. ada... ada yang menyentuh pundak ku." Ucap Ren. Clarisa lalu mendekati Ren dan membuang serangga berukuran besar yang hinggap di bahu Ren.
"Hanya serangga." Ucap Clarisa sambil sedikit tertawa dengan tingkah Ren. Wajah Ren memerah karena malu melihat Clarisa mengetahui bahwa dirinya yang penakut. Sesuatu mengalihkan mereka. Seseorang dengan rambut panjang yang berantakan dan baju putih panjang tiba-tiba sudah berada di samping mereka. Membuat Ren yang sudah takut semakin takut dibuatnya.
__ADS_1
"WAAAAAAAAAH." Teriak keduanya lalu berlari terbirit-birit meninggalkan tempat itu. Sebenarnya Clarisa tidak benar benar takut, ia hanya mengimbangi tingkah Ren yang penakut. Padahal sudah jelas hantu hantu itu hanya sebuah setting'an. Rasanya Clarisa ingin tertawa terbahak-bahak saat itu juga namun ia merasa kasihan pada Ren karena tak tahu akan seberapa merahnya wajah Ren bila ia tertawa.