
Clarisa terus memandangi dirinya di cermin. Ia ingin sekali balas dendam dan menghukum semua orang yang bersalah. Tapi ia terus memikirkan bagaimana kalau identitasnya terbongkar kalau ia adalah Clarisa bukan Claudia. Tok.. tok.. seseorang mengetuk pintu kamar Clarisa dengan halus.
"Nona Claudia, makan malam sudah siap." Ucap seseorang dari luar kamar Clarisa.
Baiklah mari kita mulai, jadilah Claudia dan hukum semua orang yang bersalah didunia ini itulah yang ia pikirkan sekarang. Clarisa merapihkan rambutnya lalu berjalan keluar dari kamarnya. Kini Clarisa sudah berada di ruang makan, ada sekitar 10 pelayan yang berada di sana. Clarisa merasa terheran, apakah nanti akan ada banyak orang? Mengapa ada banyak pelayan disini? Seorang pelayan lalu menarik kursi tempat Claudia biasa duduk. Lalu Clarisa duduk di kursi itu sebagai Claudia.
"Dimana papa?" Seketika semua pelayan terdiam dan saling bertatapan.
"Apakah nona tidak tahu? Tuan kan sudah pergi ke luar negri seminggu lalu." Ucap kepala pelayan. Clarisa terdiam bingung, ia pikir ayah Claudia berada di rumah. Tapi kenapa banyak sekali pelayan? Bukan kah yang makan hanya Clarisa? Benar benar nona muda! Mungkin Clarisa harus mempelajari latar belakang keluarga Claudia baru bisa menjadi Claudia.
"Ah.. benar.. papa pergi."
"Saking lamanya pergi aku sampai lupa."
"Ah kapan ia akan pulang?" Tanya Clarisa.
"Sekitar dua minggu lagi." Jawab kepala pelayan.
"Ah baiklah." Clarisa lalu makan, untung ia masih ingat etika saat makan jadi paling tidak mereka tidak akan curiga. Sudah lama sekali ia tidak mempelajari etika saat makan sejak Maria dan Jesslyn datang. Dari arah luar seorang wanita sekitar umur awal 40 tahunan memasuki ruang makan dengan anggun. Yah,, dia adalah ibunya Claudia. Dia cantik, anggun, ramah dan dalam berbelanja tidak terlalu berlebihan. Tidak seperti anaknya Claudia yang entah mewarisi sifat orang tuanya yang mana sampai akhirnya tubuhnya digantikan Clarisa. Ibu Claudia bernama Sasha dan ayah Claudia bernama Jonh. Sasha lalu duduk di samping kursi tempat Clarisa duduk.
__ADS_1
"Kamu tidak menunggu mama?" Tanya Sasha kepada Clarisa.
"Tidak ma, maaf aku sudah lapar." Jawab Clarisa.
"Tidak apa apa, lanjut kan saja makan mu."
"Baik." Jawab Clarisa.
***
Selesai makan Clarisa masuk ke kamar dan terduduk, ia ingin sekali memanggil Mago untuk mengajarinya tentang keluarga Claudia. Clarisa terus memikirkan Mago sampai akhirnya Mago muncul di hadapannya.
"Tunggu, bagaimana caranya aku memanggil mu agar kau cepat kemari?" Tanya Claudia.
"Panggil saja nama ku jika kau butuh." Jawab Mago.
"Oh baiklah."
"Hanya itu?" Tanya Mago.
__ADS_1
"Tentu tidak, aku membutuhkan mu untuk mempelajari latar belakang keluarga Claudia." Kata Clarisa.
"Claudia, seperti yang ku katakan dia adalah anak yang suka berfoya foya. Ia terlalu dimanja oleh ayahnya, sebenarnya ibu Claudia merasa tidak setuju dengan perilaku ayah Claudia tapi ayah Claudia tetap memanjakannya. Pada dasarnya Claudia berfoya foya karena memang terlalu dimanja. Ayahnya melakukan itu karena terlalu sibuk jadi tidak bisa menemani Claudia, ia berpikir kalau memberi Claudia uang saku lebih maka itu akan memperbaiki keadaan padahal ia salah. Sementara ibu Claudia adalah seorang ibu yang penyayang, sabar dan lemah lembut, ia sama seperti mu keserakahannya tidak terlalu besar." Perjelas Mago
"Jadi intinya keluarga ini adalah keluarga yang tak terlalu bermasalah?" Tanya ku.
"Benar, tapi karena mereka terlalu menyayangi putrinya, mereka jadi harus kehilangan Claudia yang sebenarnya. Jadi gunakan kesempatan itu." Ucap Mago.
"Kesempatan? Apa maksud mu?" Tanya Clarisa.
"Minta pada kedua orang tuanya untuk pindah sekolah dan disitu lah kau bisa menghukum saudara tiri mu." Ucap Mago.
"Kau benar, mereka pasti akan menuruti ku bukan?" Ucap Clarisa.
"Claudia..!" Terdengar suara seseorang dari luar kamar Clarisa.
"Ini mama nak..!" Serunya lagi.
"Masuk saja bu, pintunya tidak dikunci." Kata Clarisa.
__ADS_1