Angel'S Revenge

Angel'S Revenge
Eps.06


__ADS_3

Sampai di rumah Claudia. Clarisa melepas sepatu dan mengganti dengan sandal rumah. Ia melewati ruang keluarga menuju ke kamarnya namun ternyata ibu dan ayah Claudia berada di sana.


"Sayang, kau sudah pulang?" Tanya Sasha yang melihat Clarisa berjalan melewati ruang keluarga.


"Iya." Clarisa lalu menatap keduanya. Ia terheran karena seharusnya ayah Claudia pulang dua minggu lagi.


"Papa bukannya pulang dua minggu lagi? Kenapa sudah pulang?" Tanya Clarisa.


"Memang nya kenapa? Kau tak senang papa pulang?" Kata John sambil tertawa.


"Bukan aku hanya bingung saja." Jawab Clarisa.


"Pekerjaan papa selesai lebih cepat dari perkiraan jadi papa pulang lebih awal." Jawab John.


"Ooh."


"Oh iya, ini untuk mu." Jonh lalu menyodorkan paperback ke Clarisa.


"Apa ini?" Tanya Clarisa.


"Buka saja." Jawab Jonh.


Clarisa lalu mengambil isi paper back yang ternyata adalah tas limited edition yang sudah sold out dimana mana dan hanya tersisa di daerah tempat Jonh pergi kemarin.

__ADS_1


"Eh papa, tak perlu repot repot sampai membawa oleh oleh. Papa selamat sampai rumah saja sudah cukup." Kata Clarisa


"Kau ini bagaimana? Kan kau lah yang meminta tas ini." Tanya Jonh


"Eh?" Seperti ada batu yang menimpuk Clarisa. Ia lupa kalau peran nya sebagai Claudia baru terlaksana dua hari dan ia tidak tahu kalau sebelumnya Claudia meminta tas ini kepada ayahnya.


"Oh iya.. benar.. aku lupa." Ucap Clarisa yang menjadi gugup sekarang.


"Aku ke kamar dulu, terima kasih tasnya pa." Clarisa lalu bergegas pergi ke kamar dan menutup pintu kamar.


"Hah aneh sekali dia." Ucap Jonh


Clarisa menaruh tasnya dikursi dan duduk didepan cermin.


"Agak aneh memanggil mereka dengan sebutan orang tua." Ucap Clarisa sambil bercermin.


Seseorang lalu mengetuk pintu kamar Claudia dengan lembut.


"Nona Claudia, anda di tunggu di meja makan." Kata pelayan di depan pintu kamar.


"Aku akan kesana sebentar lagi." Ucap Claudia. Claudia lalu berganti pakaian. Ia juga menggunakan aksesoris jepit rambut berbentuk bunga yang terbuat dari permata imitasi milik Claudia yang disimpan di kotak aksesoris.


Sekali lagi ia berkaca dicermin untuk menguatkan dirinya menjadi Claudia. Ia lalu pergi keluar dari kamar dan berjalan ke meja makan.

__ADS_1


"Maaf membuat kalian menunggu." Clarisa lalu duduk di kursi pertama di sisi kanan. Sementara Jonh duduk di kursi utama dan Sasha di kursi pertama di sisi kiri.


"Tidak apa apa, ayo makan." Jonh lalu mulai memotong steak daging sapi dan mengoleskannya ke saus steak.


"Papa dengar kau pindah sekolah, apa ada masalah dengan sekolah lama mu?" Tanya Jonh.


"Tidak, aku hanya ingin berganti suasana saja." Clarisa lalu tersenyum ke arah Jonh.


Clarisa duduk dikasur dan bersandar di dinding. Ia teringat seseorang yang selalu perhatian kepadanya, selalu ada disaat suka dan duka, selalu meluangkan waktu untuk bertemu dengan Clarisa. Ren.. pria kedua dihati Clarisa setelah ayahnya. Ren adalah sahabat masa kecil Clarisa, Ia selalu baik terhadap Clarisa. Yang membuat Clarisa ingat terus kepadanya adalah karena saat mereka kecil Ren pernah berkata akan menikahi Clarisa apa pun yang terjadi. Walau mungkin saat itu Ren mengucapkannya saat masih polos, tapi semenjak itu rasa cinta tumbuh di hati Clarisa. Ia selalu terbayang wajah Ren dan selalu bahagia saat disamping Ren. Mungkin Ren lah satu satunya orang yang membuatnya bahagia saat itu karena ayah Clarisa jarang pulang ke rumah.


Clarisa bangkit dari tempat tidur lalu melihat ke luar jendela. Menatap bulan seolah ingin menyampaikan rasa rindunya terhadap Ren.


"Apa kau juga merasakan hal yang sama?"


"Aku merindukan mu sekarang, apa kau tak merindukan ku?"


"Apa kau menangis saat kematian ku?"


"Ren, andai kau tau.."


"Seberapa besar rasa rindu ku pada mu sekarang."


Menatap langit malam adalah cara yang tepat bagi Clarisa untuk menuangkan isi hatinya di saat tak ada yang bisa ia percaya. Tetes demi tetes air mata jatuh membanjiri lantai. Rindu yang sangat mendalam tak bisa ia tahan lagi. Ia ingin menceritakan semuanya kepada Ren dan memberi tahunya kalau ia sangat mencintainya.

__ADS_1


__ADS_2