Angel'S Revenge

Angel'S Revenge
Eps.33


__ADS_3

Namun suara suara itu malah semakin kencang. Semakin terdengar jelas dan semakin cepat.


Tiba tiba sesuatu yang terasa dingin membelai kepala Jesslyn dengan lembut. Namun Jesslyn tidak menghiraukannya.


Lalu sesuatu menetes ke wajahnya, dan saat ia membuka mata. Sosok Clarisa melayang telentang di atasnya dengan kepala yang berdarah. Membuat Jesslyn semakin berkeringat dingin dan ingin berteriak. Namun tak ada suara yang keluar dari mulutnya. Seketika hantu Clarisa tersenyum lebar menyaksikan Jesslyn yang tersiksa.


Jesslyn lalu terbangun dengan keringat yang membanjiri tubuhnya. Nafasnya juga terengah-engah karena ketakutan. Jesslyn lalu melihat jam dinding yang masih menunjukkan pukul 12 malam. Akhirnya Jesslyn memutuskan keluar dari rumahnya untuk menghirup udara segar.


Ia hanya berjalan jalan di kompleks rumahnya yang sudah sepi. Tak sengaja ia menabrak seseorang hingga keduanya kehilangan keseimbangan.


"Claudia?" Ucap Jesslyn


"Jesslyn?" Ucap Clarisa.


"Sedang apa kau disini?" Tanya Jesslyn.

__ADS_1


"Aku tidak sengaja lewat." Jawab Clarisa.


"Kau sedang apa disini?" Tanya Clarisa.


"Rumah ku ada di dekat sini. Clau, bisa temani aku sebentar? Aku ingin mencari udara segar." Ucap Jesslyn.


"Kau pasti sedang memiliki masalah ya? Ikut aku, aku punya tempat yang bagus." Ajak Clarisa.


Mereka akhirnya berjalan ke suatu tempat yang sepi, lebih tepatnya hanya mereka berdua yang ada disana. Dengan ditemani lampu, akhirnya mereka berdua duduk di kursi yang di sediakan disana. Tempat itu tidak terlalu buruk. Namun hanya ada lampu, kursi panjang dengan pohon diatasnya.


"Lumayan sepi, tapi tidak apa apa." Jawab Jesslyn.


"Kalau kau punya masalah ceritakan saja." Ucap Clarisa. Awalnya Jesslyn terdiam, sebenarnya ia enggan untuk bercerita tapi berhubung orang yang ia kenal sebagaiĀ  Claudia juga pernah mengalami teror dari Clarisa jadi mengapa tidak ia ceritakan?


"Sebenarnya aku mulai stres dengan teror saudara tiri ku, aku ingin sekali hidup dengan tenang lagi, tapi aku tidak tahu caranya.." Ucap Jesslyn yang terdengar frustrasi.

__ADS_1


"Kau tidak akan hidup dengan tenang." Suara itu berasal dari arah sampingnya. Suara Clarisa yang terdengar keluar dari mulut Claudia. Akhirnya Jesslyn memberanikan diri untuk menoleh ke samping. Wajah Claudia tiba tiba berubah menjadi wajah Clarisa berulang ulang. Perlahan Jesslyn menurunkan tangannya ke tanah dan mengambil sebuah kayu yang cukup kuat dan tajam. Ia sudah muak dan tak ingin berlari lagi, dengan segala keputus asaan yang ada dihatinya akhirnya ia memberanikan diri untuk melakukan jalan terakhir. Membunuh Clarisa untuk kedua kalinya.


Jesslyn akhirnya menarik kerah baju Clarisa dan mendorongnya ke tiang lampu dengan kencang. Selanjutnya ia mengangkat kayu yang ia pegang.


"MATI KAU!" Teriak Jesslyn sambil menancapkan kayu itu ke dada sebelah kiri Clarisa. Namun apa yang terjadi? Jesslyn lalu melepaskan tubuh Clarisa dan berjalan mundur ke belakang. Dengan wajah yang menyesal dan panik, karena ternyata yang ia tusuk adalah orang yang ia kenal sebagai Claudia.


Claudia terlihat lemas dengan dada yang berdarah karena tertancap kayu.


"Cla.. Claudia.. aku mohon maafkan aku Claudia..." Ucap Jesslyn yang menyesal. Tiba tiba mata Clarisa terbuka lebar, menatap Jesslyn tajam dan tersenyum dengan puas karena berhasil mengerjai Jesslyn.


"AHA HA HA HA HA HA HA HA HA" Tawa Clarisa yang terbahak bahak dan menyeramkan, membuat Jesslyn tambah terkejut dan ketakutan.


"Clau..? Apa itu kau..?" Tanya Jesslyn yang ragu ragu.


"Hah... lama tidak bertemu,,, Jesslyn." Ucap Clarisa. Clarisa lalu menegakkan posisi tubuhnya dan berjalan maju mendekati Jesslyn. Tentu saja Jesslyn yang sedang ketakutan perlahan mundur menjauhi Clarisa. Clarisa lalu memegang batang kayu di dadanya dan mencabutnya. Batang kayu itu lalu ia lempar ke belakang sambil terus maju mendekati Jesslyn. Jesslyn yang sedari tadi mundur akhirnya menabrak pohon dibelakangnya. Membuat ia tersudut sekarang.

__ADS_1


Clarisa lalu mengulurkan tangannya ke arah Jesslyn dan mengarahkan tangannya kebelakang.


__ADS_2