
"Apakah ini Clarisa yang sebenarnya? Clarisa yang mudah untuk menyerah?"
"Kalau tahu begitu aku tak akan mau punya majikan seperti itu." Ucap Miko
"Haih apa kau lupa kalau aku lah yang menyelamatkan mu."
"Kau seharusnya berterima kasih dan juga sejak kau mulai bicara pada ku rasanya kau sedikit pedas dalam bicara." Tutur Clarisa
"Aku memang seperti ini." Jawab Miko
"Hahh apakah semua kucing seperti ini?" Tanya Clarisa
"Terserah." Kata Miko yang seolah olah sudah tidak peduli.
"Miko."
"Hmm" Jawab Miko malas
"Apa sebelumnya kau punya pemilik?" Tanya Clarisa dengan hati hati.
Miko terlihat murung, mungkin ada sesuatu menyedihkan yang sedang ia ingat.
"Tak apa jika kau tak mau bercerita." Sambung Clarisa yang merasa tidak enak.
"Sebenarnya, aku punya.."
"Dulu saat majikan ku sedang membawa ku jalan jalan, tak sengaja aku tertinggal."
"Aku lalu mengejar mobilnya tapi sayang kaki ku terlalu kecil."
"Aku jadi tertinggal." Kata Miko menjelaskan.
"Kenapa tak mencoba ke rumahnya?"
__ADS_1
"Sudah, aku bahkan sudah berhasil masuk kesana tapi.." Miko terlihat tambah murung, jelas sekali sesuatu yang menyedihkan terjadi padanya.
Untuk beberapa saat Miko terdiam karena sangat berat untuk mengingatnya lagi tapi Clarisa terus setia menunggu kelanjutan dari perkataan Miko.
"Dia mengusir ku.." Sambungnya dengan nada berat.
"Semenjak itulah aku sangat membenci manusia, sangat.."
Tunggu.. membenci manusia? Lalu ia anggap apa Clarisa.
"Kalau kau benci manusia kenapa kau mau ikut dengan ku?" Tanya Clarisa
"Kau bukan manusia, kau adalah malaikat. Apa kata dunia hewan kalau aku menolak menjadi peliharaan malaikat."
"Dan teman teman ku pasti iri kalau Clarisa seorang malaikat yang sedang trending di kalangan para hewan adalah majikan ku."
"Benar begitu bukan?"
"Oh jadi kau ingin menumpang tenar dengan nama 'peliharaan malaikat'?" Tanya Clarisa
"Eh, tapi berarti aku populer sekarang?"
"Tentu saja."
"Hah, seharusnya kau bangga memiliki majikan seperti ku kan? Ya kan?" Ucap Clarisa dengan percaya diri dan bangga.
"Sejujurnya..."
"Biasa saja."
Seketika Clarisa membeku mendengar jawaban Miko. Apa dia tidak senang memiliki majikan yang populer?
***
__ADS_1
Waktunya jam istirahat. Sekarang Clarisa sedang membaca buku novel yang ia pinjam dari perpustakaan beberapa hari lalu. Rencananya ia akan mengembalikannya besok. Namun tiba tiba ponselnya berdering. Clarisa lalu membuka ponselnya dan ternyata itu adalah pesan dari Selena untuk menyuruhnya menyusul ke kantin.
Clarisa lalu memasukkan buku novelnya ke dalam tas dan bergegas keluar. Namun sebelum keluar ia menabrak seseorang.
"Ah maaf." Ucap Clarisa.
Clarisa lalu menatap orang yang ia tabrak ternyata itu adalah Ren. Ren lalu mengusap bajunya dengan ekspresi tidak suka.
"Baju ku jadi kotor." Ucap Ren sebelum melewati Clarisa.
Clarisa tertegun, ia tak memiliki salah apa pun kepada Ren tapi kenapa Ren menjadi tidak suka padanya. Dengan berat ia lalu tetap berjalan menuju kantin.
Namun sebelum sampai ke kantin ia pergi ke toilet untuk membasuh wajahnya. Entah apa yang membuatnya sedih namun tiba tiba air matanya menetes. Apakah ini balasan untuk rasa rindunya? Ia lalu menghapus air matanya dan menarik nafas dalam dalam sambil merapihkan pakaiannya.
Ia lalu melanjutkan perjalanan menuju kantin. Hingga sampai lah ia di meja Jesslyn, Miya dan Selena. Ia lalu duduk di samping Selena.
"Kau lama sekali." Ucap Miya
"Ah maaf." Kata Clarisa.
"Sudah sudah, ini untuk mu." Jesslyn lalu memberikan selembar undangan untuk Clarisa. Clarisa lalu menyadari kalau ini adalah undangan untuk birthday party Jesslyn. Sebenarnya ia malas dan sedang berpikir akan membuat alasan apa.
"Ah maaf aku sepertinya tidak bisa." Ucap Clarisa.
"Yahh.." Ucap ketiganya bersamaan.
"Ah, aku ada acara soalnya." Sambung Clarisa
"Yah, tapi paling tidak usahakan yah." Ucap Jesslyn memelas.
"Eh, apakah anak baru itu ikut juga?" Tanya Selena.
"Iya, siapa namanya.. emm..." Sambung Miya.
__ADS_1
"Ren." Ucap Jesslyn
"Ah iya itu." Ucap Miya dan Selena bersamaan.