Angel'S Revenge

Angel'S Revenge
Eps.34


__ADS_3

Secara bersamaan tubuh Jesslyn melayang ke arah belakang Clarisa. Clarisa lalu mengepalkan tangannya dengan kuat. Secara bersamaan juga leher Jesslyn terasa dicekik. Membuat Jesslyn sulit bernapas dan menjadi pucat. Clarisa mengepalkan tangannya semakin erat untuk membuat Jesslyn semakin tersiksa.


"Hentikan!" Teriak Mago yang tiba tiba muncul.


"Kau tidak boleh membunuhnya" Sambung Mago.


"Dia harus membayar semuanya." Ucap Clarisa.


"Jika dia mati begitu saja maka dia tidak akan membayarnya sampai lunas." Ucap Mago. Clarisa lalu melepaskan tangannya dan membuat Jesslyn terjatuh ke tanah. Untungnya Jesslyn memang masih hidup namun dengan keadaan tak sadarkan diri.


"Lalu, bagaimana caranya?" Tanya Clarisa penasaran. Mago lalu tersenyum sebelum akhirnya membisikkan sesuatu pada Clarisa.


***


Jesslyn kembali kerumahnya namun tak seperti biasanya, kali ini Jesslyn berjalan dengan tatapan mata yang kosong.

__ADS_1


"Habis dari mana kamu?" Tanya Maria yang berpapasan dengan Jesslyn. Namun Jesslyn hanya mengabaikannya dan terus berjalan ke kamarnya.


"Jesslyn! Haih ada apa dengan anak itu." Gumam Maria.


Jesslyn lalu memasuki kamarnya dan duduk di meja belajar. Ia lalu mengambil handphone miliknya dan menyalakan kameranya. Setelah selesai merekam ia mempostingnya di akun sosial medianya, tak lupa memberi tag pada akun sosial media sekolahnya. Jesslyn akhirnya menutup handphonenya dan berjalan ke kasur. Namun belum sempat berbaring, Jesslyn langsung terjatuh tak sadarkan diri.


***


Keesokan harinya Jesslyn terbangun dari tidurnya. Ia tak ingat apa pun tentang kejadian semalam tentang Clarisa dan dirinya yang merekam sesuatu. Bisa dibilang ingatan setelah Bram meninggal telah terhapus. Dan sekarang berita kematian Bram sudah tersebar di stasiun televisi swasta berhubung Bram adalah seorang pengusaha sukses.


"Jesslyn!" Dua suara familiar dengan ucapan yang sama terdengar memanggil nama Jesslyn. Jesslyn akhirnya berbalik dan mendapati kepanikan diwajah kedua sahabatnya itu.


"Kau sudah melihatnya?" Tanya Miya yang dijawab gelengan dari Jesslyn. Selena lalu memperlihatkan layar handphonenya yang berisi video pengakuan Jesslyn atas terbunuhnya Clarisa dan juga Bram. Tak hanya itu, Selena juga memperlihatkan berita penyebab kematian Bram yang sudah tersebar di situs pencarian dan menjadi urutan pertama berita yang sering dicari.


Jesslyn terkejut karena ia tidak ingat pernah merekam itu karena ingatannya menjadi buntu setelah kematian Bram.

__ADS_1


"Ba.. bagaimana bisa? Ini.." Jesslyn terlihat sangat ketakutan dan gugup sama halnya dengan Miya dan Selena, mengingat mereka berdua juga ikut membully Clarisa jadi mereka juga akan terkena imbas. Jesslyn lalu berlari tanpa arah untuk mencari tempat bersembunyi karena malu dengan apa yang menimpanya. Sementara Clarisa yang sedari tadi melihat mereka hanya bersandar di dinding dengan santai sambil memainkan rambut panjangnya.


"Selamat menikmati hadiah ulang tahun kedua mu sayang." Ucap Clarisa dalam batin.


Jesslyn terus berlari hingga menabrak sesuatu. Ia mendongak ke atas dan melihat Ren dengan tatapan yang bisa ia tebak. Marah...


Ren menarik lainnya tangan Jesslyn lalu membawanya ke suatu tempat. Tepat di belakang sekolah Ren lalu melepaskan Jesslyn dengan kasar dan tidak sabar.


"Ren.. aku.." Ucap Jesslyn yang terpotong.


"Jangan!" Ucap Ren sambil menunjuk Jesslyn.


"Jangan katakan dulu sebelum aku bertanya padamu." Sambungnya dengan nada keras.


Ren akhirnya berjalan mondar mandir sambil mengusap wajahnya. Ia tak menyangka Jesslyn pacar barunya sekaligus saudara tiri sahabatnya adalah dalang dari kematian Clarisa. Ren lalu menghentikan langkahnya. Ia lalu mencengkeram bahu Jesslyn dan menatap matanya.

__ADS_1


"Itu semua bohong bukan?" Tanya Ren yang putus asa. Namun kening Jesslyn berkerut, tatapan menyesal dan bersalah terukir diwajah Jesslyn. Bersalah karena seharusnya ia tak membunuh Clarisa sehingga arwah Clarisa tidak bergentayangan.


__ADS_2