Angel'S Revenge

Angel'S Revenge
Eps.23


__ADS_3

Setelah Kevin berbicara, ternyata ia akan pindah rumah dan pindah sekolah karena pekerjaan orang tuanya. Setelah memberi tahu seluruh penghuni kelas, teman teman yang dekat dengan Kevin lalu merangkulnya. Kini murid di kelas mereka kembali menghilang satu. Kevin juga memberi tahu kalau ia akan pindah setelah pulang sekolah jadi mulai besok tidak ada lagi dirinya di kelas mereka. Jesslyn terlihat sedih begitu juga Clarisa. Walau Clarisa tak akrab dengan Kevin, setidaknya Kevin selalu menjadi tukang lawak di kelasnya. Mulai dari konser di kelas, menempeli kursi guru dengan lem dan mengerjai guru dengan ide gila lainnya, setidaknya itu bisa membuat Clarisa melupakan masalah di rumahnya sejenak.


"Clau, aku ingin menanyakan sesuatu." Ucap Jesslyn sambil mendekati Clarisa.


"Katakan saja."


"Apa Clarisa masih mengikuti mu?" Tanya Jessly


"Tidak, sudah beberapa hari ini ia tidak muncul lagi." Jawab Clarisa.


"Ooh."


***


Di rumah Tara sekarang sedang ramai karena Tara sudah di temukan. Tentu saja kondisinya tidak baik, rambut acak acak, baju yang kotor dan robek dan juga sebuah kalimat yang selalu ia ucapkan berulang kali.


"Bukan! Bukan aku yang membunuhnya!" Teriak Tara di sudut kamar.


"Iya nak.. Bukan kau yang membunuhnya.." Ucap ibu Tara yang mulai putus asa dengan keadaan anaknya. Beberapa orang kemudian masuk ke kamar Tara. Maria, Jesslyn, dan ayah Clarisa atau Bram langsung terkejut melihat keadaan Tara sekarang.


"Ada apa ini sebenarnya?!" Tanya Bram.

__ADS_1


"Kami juga tidak tahu, tapi Tara terus saja berkata 'Bukan aku yang membunuhnya' terus berulang kali." Jawab ayah Tara.


"Entah siapa membunuh siapa, tapi kami yakin Tara tak akan melakukan hal sejahat itu." Sambung ibu Tara. Jesslyn miris melihat kondisi Tara, apa ini perbuatan Clarisa? Apa Tara gila karena dihantui oleh Clarisa? Kalimat itu terus bermunculan di otaknya. Seketika Tara menatap Jesslyn dengan terkejut dan ketakutan, matanya terbelalak dan mulutnya menjadi gagap. Dengan gemetar Tara mengangkat tangannya dan menunjuk Jesslyn. Jesslyn tak tahu apa yang dilakukan Tara tapi ia merasa terkejut melihatnya.


"Dia! Dia yang membunuhnya! Bukan aku!" Teriakan Tara menjadi semakin histeris. Kini bukan hanya Jesslyn saja yang terkejut, tapi seisi ruangan itu sangat terkejut dengan kalimat yang baru saja dilontarkan Tara.


"Ah, ini pasti karena ia terlalu stres." Ucap ibu Tara.


"Sebaiknya kita membawanya ke dokter gangguan jiwa agar bisa diberi perawatan." Usul Bram.


"Baiklah, semoga saja Tara bisa sembuh." Ucap ayah Tara.


***


Clarisa merapihkan bukunya untuk pelajaran besok pagi. Entah kenapa hari ini ia sedikit merasa bersemangat padahal tak ada yang memotivasi dirinya. Seperti ada sesuatu yang memberi tahu kalau ia harus cepat memulai hari lagi di esok pagi.


"Sepertinya kau sibuk." Ucap Miko yang datang ke kamar Clarisa.


"Begitulah.."


"Oh apa kau lapar?" Tanya Clarisa.

__ADS_1


"Sedikit." Jawab Miko.


"Baiklah, ayo kita makan."


"Eh, nanti saja aku tidak begitu lapar." Miko lalu naik ke pangkuan Clarisa lalu tertidur.


"Aku, akan pergi jalan jalan nanti." Kata Clarisa sambil mengelus kepala Miko.


"Apa kau mau ikut?"


"Tidak, tapi aku ingin mencoba tidur di kasur mu." Jawab Miko


"Ah baiklah," Clarisa lalu memindahkan Miko ke tepi ranjang miliknya.


"Hah.. ini nyaman sekali." Miko lalu berguling guling di atas kasur.


"Baik, aku akan pergi sekarang." Clarisa lalu menghilang dan pergi ke kompleks perumahan Ren.


Entah apa yang membuatnya ingin ke sana, mungkin karena berharap bisa bertemu Ren. Sebenarnya, ia ingin menggunakan saran Miko beberapa hari lalu namun Clarisa bingung harus mulai dari mana. Ia hanya berputar putar di kompleks itu namun tak kunjung menemukan orang yang ia cari. Ia juga tak berani berlama lama di depan rumah Ren jika melewatinya.


Clarisa mulai lelah, setidaknya ia sudah mencoba walau tak berhasil.

__ADS_1


__ADS_2