Angel'S Revenge

Angel'S Revenge
Eps.13


__ADS_3

Clarisa kembali menatap wajah Tara. Jelas sekali kalau ia sedang memikirkan kejadian saat peringatan tujuh hari kematian Clarisa. Bukan karena upacaranya, tapi karena Tara melihat sosok Clarisa.


"Kau yakin tidak apa apa?" Tanya Clarisa berpura pura peduli.


"Iya." Jawab Tara singkat.


"Kalau ingin menceritakan sesuatu hubungi saja aku." Clarisa lalu menepuk pundak Tara. Tentu saja bukan sekedar tepukan biasa. Kini ia bisa bersantai dan menunggu Tara datang kepadanya.


"Aku akan pergi." Clarisa melangkahkan kakinya sementara Tara hanya diam di tempatnya.


"Claudia!" Clarisa lalu berbalik begitu juga Tara.


"Apa aku bisa percaya padamu?" Tanya Tara.


"Kau bisa percaya padaku." Clarisa lalu meyakinkan Tara dan memberinya sebuah senyuman yang terlihat tulus. Tara lalu sedikit tersenyum dan pergi meninggalkan Clarisa. Saat Tara sudah agak jauh baru lah Clarisa menunjukkan senyum aslinya. 


Kini Clarisa sudah puas berjalan. Ia pergi menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari sana. Sesuatu bergerak di bawah mobil Clarisa. Benda itu lalu bersembunyi di belakang ban mobil. Clarisa mendekatinya dan bersiap menyerang. Saat ia melihat ke arah benda itu, ternyata itu adalah seekor kucing kampung yang terlihat kurang baik.


"Astaga, kenapa kau bisa seperti ini?" Clarisa lalu mengangkat kucing itu dan melihat kondisinya. Tubuhnya penuh luka, badannya kurus dan kakinya pincang.


"Kau sangat tidak sehat."


"Ayo, kita ke dokter hewan." Clarisa lalu memasukkan kucing itu ke mobil bagian tengah, dan ia di kursi pengemudi. Clarisa mencari cari sesuatu yang biasanya terselip di pintu mobil. Ia mengambil sebotol air mineral yang tinggal tersisa separuh botol. Ia lalu mencari cari wadah untuk menempatkan airnya.

__ADS_1


"Sejak kapan benda ini disini?" Clarisa menemukan sebuah mangkok plastik kecil yang terselip di pintu mobil lainnya. Mungkin Claudia lah yang meletakkannya dulu, entah untuk apa barang itu. Clarisa lalu meletakkan mangkok berisi air disamping kucing itu.


"Minumlah." Ucap Clarisa sambil menyalakan mesin mobil.


Setelah membawa kucing itu ke dokter hewan, Clarisa memutuskan untuk merawatnya. Ia lalu masuk ke rumah dengan membawa kucing itu.


"Sayang, kau sudah pulang?" Tanya Sasha lalu menatap kucing yang Clarisa bawa.


"Iya ma, aku baru saja sampai." Jawab Clarisa.


"Apa kau ingin merawatnya?" Tanya Sasha sedikit heran.


"Ah iya."


"Apa.. Ada masalah?" Tanya Clarisa.


"Hanya aneh saja, kau yang semula benci pada hewan sekarang malah ingin memeliharanya."


Gawat!! Sebuah kata itu tiba tiba muncul di batin Clarisa. Ia sama sekali tidak tahu kalau Claudia tak suka dengan hewan yang ia anggap imut dan manis itu.


"Ah.. Be- benarkah?" Tanya Clarisa sedikit gugup.


"Aku hanya kasihan melihatnya ada di bawah mobil dengan kondisi yang tidak bagus jadi aku membawanya pulang dan ingin merawatnya."

__ADS_1


"Ma, izinkan aku ya.." Ucap Clarisa sambil memohon kepada Sasha.


"Iya, tapi berjanji lah untuk merawatnya dengan baik." Ucap Sasha dengan senyuman tulus khas seorang ibu.


"Baik ma." Ucap Clarisa.


"Aku ke kamar dulu." Clarisa lalu pergi meninggalkan Sasha.


Clarisa lalu meletakkan kucing itu di kursi kamarnya.


"Kau adalah kucing betina yang sangat cantik." Ucap Clarisa.


"Hmm.. Kira kira apa yang menyebabkan mu begini ya?"


"Mmm, kau harus punya nama." Clarisa lalu menggaruk garuk kepala kucing itu dan kucing itu tampak menyukai Clarisa.


"Kila? Kayla? Layla? Lillo? Lala?" Clarisa sangat kebingungan memilih nama untuk kucing barunya.


"Bagaimana kalau Miko?" Terdengar suara yang sangat lembut dan imut di telinga Clarisa.


"Ah benar! Miko!" Ucap Clarisa yang senang karena menemukan nama yang cocok.


"Tunggu.. Dari mana suara itu berasal?" Clarisa lalu kebingungan karena di dalam kamar itu hanyalah dirinya dan kucing barunya.

__ADS_1


"Meong." Kucing itu lalu menggesekkan kepalanya ke tangan Clarisa.


"Hmm? Tidak mungkin kau kan?" Clarisa lalu mengelus kepala kucing itu lalu menggaruk lehernya. Tiba tiba kucing itu menggigit tangan Clarisa. Clarisa lalu reflek menarik tangannya.


__ADS_2