Angel'S Revenge

Angel'S Revenge
Eps.18


__ADS_3

Orang itu lalu memutar kepalanya lagi ke arah lainnya sehingga total putarannya adalah 360 derajat. Setelah itu perlahan dia memudar dan menghilang.


Sadar bahwa yang ia lihat bukanlah manusia, Miya segera menutup gorden jendelanya dan berjaga hingga pagi.


4 hari telah berlalu Jesslyn, Miya dan Selena terus mendapatkan teror dari hantu Clarisa setiap harinya. Mereka bahkan kehilangan setidaknya 10% berat badan mereka, bahkan kantung mata mulai terlihat di wajah mereka.


"Jess.. Jess.. Jess.." kini suara itu kembali terdengar di telinga Jesslyn yang sedang duduk di bangkunya. Jesslyn kembali ketakutan dan menutup kedua telinganya.


"AAAAAAH!! PERGI! PERGII!" Teriak Jesslyn yang ketakutan. Tiba tiba sebuah tangan menepuk pundaknya, dengan refleks Jesslyn menghempas tangan itu.


"Auu!" Teriak Claudia yang sedikit terpental karena hempasan Jesslyn, bahkan tangannya tercakar oleh kuku Jesslyn. Mata Jesslyn terbelalak, ia terkejut mengetahui kalau yang menepuk pundaknya adalah Claudia. Seketika semua penghuni kelas yang ada di sana menatap ke arah mereka.


"Astaga, maaf."


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Jesslyn.


"Akh.." Claudia masih menggenggam bekas cakaran Jesslyn dengan ekspresi yang menunjukkan ia kesakitan.

__ADS_1


"Ah, aku baik-baik saja." Ucap Claudia sambil tersenyum.


"Wajah mu pucat, apa kau sakit?" Tanya Clarisa sebagai Claudia.


"Sedikit, sepertinya aku akan ke UKS sekarang." Jesslyn lalu bangkit dari kursinya.


"Mau ku antar?" Tanya Clarisa


"Tidak usah." Jawab Jesslyn sambil berjalan ke luar kelas.


"Hah.. leher ku sakit sekali." Keluh Jesslyn sambil berjalan di lorong sekolah. Ia membuka ruang UKS dan beristirahat di atas kasur UKS. Ia memejamkan mata, namun tak selang beberapa lama ia merasa ada bayangan yang melintas cepat di balik tirai. Namun ia menghiraukannya, ia berusaha berpikir positif kalau ada siswa lain yang ingin beristirahat di UKS. Tiba tiba bayangan itu datang lagi, dia melintas lagi di balik tirai. Sekarang Jesslyn mulai takut, ia tak yakin tapi untuk apa orang yang ingin beristirahat berjalan secepat itu?


BHAA! Sosok Clarisa muncul di hadapannya seperti sengaja ingin mengejutkannya.


"AAAAAAH!" Jesslyn lalu berlari keluar dari ruang UKS dan pergi ke kelasnya. Dengan lari terbirit birit, tak sengaja ia menabrak dua orang murid yang sedang berjalan di depannya. Jesslyn lalu terjatuh dan terduduk di lantai.


"Kau tidak apa apa?" Tanya salah satu orang yang di tabrak Jesslyn.

__ADS_1


"Iya aku baik-baik saja." Ucap Jesslyn sebelum akhirnya menatap ke atas. Seketika mata Jesslyn serasa ingin keluar melihat kedua orang itu terlihat berwajah Clarisa.


"AAAAAAH!"


"Cukup..! Hentikan..! Aku mohon hentikan..! Aku hanya ingin hidup dengan tenang..!" Ucap Jesslyn sambil menutup mata dan telinganya.


"Jesslyn, ini aku." Ucap Miya sambil menepuk pundak Jesslyn. Ternyata yang Jesslyn lihat hanyalah halusinasi. Ia lalu bangkit dari lantai dan menatap serius wajah kedua temannya.


"Kalian benar benar Selena dan Miya?" Tanya Jesslyn yang masih tidak percaya.


"Tentu saja!" Ucap Miya.


"Dari ekspresi mu, apa kau di ganggu dia lagi?" Tanya Selena. Jesslyn mengangguk, merasa sudah tidak kuat menjalani semua ini. Kini sedikit penyesalan muncul di hatinya, andai saja ia tidak membunuh Clarisa.. Tidak! Lebih tepatnya andai saja ia tidak pernah masuk ke kehidupan Clarisa mungkin hidupnya akan jauh lebih baik dari sekarang. Kini ia hanya bisa menyesalinya dan menunggu kapan Clarisa akan berhenti mengejarnya.


Selena dan Miya ikut ketakutan, lebih tepatnya mereka stres karena tak tahu sampai kapan Clarisa akan mengikuti mereka.


"Apakah tak ada cara untuk mengusirnya?" Tanya Selena

__ADS_1


"Aku sudah lelah, apa aku harus masuk ke rumah sakit jiwa sekarang?" Tanya Miya yang risau dengan keadaan mentalnya.


"Aku ragu, tapi mari kita coba." Seketika kedua orang itu menatap ke arah Jesslyn dengan tatapan penuh harapan.


__ADS_2