Anne of Windy Poplars

Anne of Windy Poplars
Episode 26


__ADS_3

Bab26



"Kamar Menara,



"Windi Poplars,



"20 April.



"GILBERT SAYANG YANG MALANG:



"Tentang tertawa aku berkata: Itu bodoh!, dan mengenai kegirangan:



"Apa gunanya?"8



Aku takut cepat beruban ... aku takut berakhir di



penampungan orang miskin ... aku takut tak ada muridku yang lulus ujian



... anjing Mr. Hamilton menyalak padaku hari Sabtu malam dan aku takut



kena hidrofobia ... aku takut payungku terbalik sewaktu nanti aku bertemu



dengan Katherine malam ini ... aku takut Katherine begitu menyukaiku



sehingga suatu saat nanti dia tiba-tiba berhenti menyukaiku ... aku takut



rambutku ternyata tidak merah kecokelatan ... aku takut punya tahi lalat di



ujung hidung sewaktu umurku lima puluh tahun ... aku takut sekolahku



terbakar ... aku takut ada tikus di tempat tidurku nanti malam ... aku takut

__ADS_1



kau mau bertunangan denganku hanya karena aku ada ... saking cemasnya,



aku takut kalau-kalau nanti aku mulai menggigiti seprai.



"Tidak kekasih, aku tidak gila



"Tidak kekasih, aku tidak gila ... belum. Mungkin ini pengaruh Sepupu



Ernestine Bugle. Aku tahu sekarang mengapa Rebecca Dew selalu



memanggilnya "Nona Ketakutan". Wanita malang itu terlalu banyak



melihat masalah di mana-mana, sehingga terlalu pesimistis pada takdir.



"Ada banyak sekali orang-orang pesimistis di dunia. Mungkin tak




Pengkhotbah 2 : 2.tapi banyak yang menjadi perusak kesenangan, tak bisa



menikmati hari ini karena takut dengan esok hari.



"Gilbert sayang, jangan sampai dikuasai ketakutan. Itu adalah



perbudakan yang mengerikan. Jadilah pemberani dan bertualanglah. Mari



berdansa dengan kehidupan dan semua yang dibawanya, meskipun dia



membawa setumpuk masalah, tifus, dan si kembar!



"Hari ini seperti hari musim panas yang tiba-tiba muncul di musim semi.

__ADS_1



Salju menghilang dan padang rumput serta bukit-bukit keemasan



menyanyikan irama musim semi. Kudengar Pan meniup serulingnya dari



190



pustaka-indo.blogspot.com



http://pustaka-indo.blogspot.com



bawah lembah hijau dan Pegunungan Storm King milikku dipenuhi warna



ungu gemerlapan. Belakangan sering turun hujan dan aku senang duduk di



menaraku menikmati senja musim semi. Tapi malam ini angin bertiup



kencang . . . bahkan awan-awan pun berkejaran dan cahaya bulan



menyembur di antara mereka seperti hendak membanjiri bumi.



"Gilbert, bayangkan kita berjalan bergandengan tangan di jalan-jalan



Avonlea malam ini!



"Gilbert, aku takut aku benar-benar cinta mati padamu. Kau tak akan



menganggapnya kurang khidmat, bukan? Tapi, kau kan bukan pendeta."



***


__ADS_1



__ADS_2