
Bab35
(Kutipan surat untuk Gilbert)
"Mrs. Raymond datang tadi malam menangis memohon agar aku
memaafkan 'perilakunya yang gegabah'. 'Jika kau dapat memahami hati
seorang ibu, Miss Shirley, kau pasti dapat memaafkan aku.'
"Aku tak sulit memaafkannya ... ada sesuatu tentang Mrs. Raymond
yang membuatku menyukainya dan dia benar-benar membantu Klub
Drama sekolah. Tapi sesuatu itu juga mendorongku untuk TIDAK berkata,
"Kalau nanti kau pergi, aku bersedia menjaga anak kembarmu." Bahkan
orang yang sangat optimistis dan gampang percaya seperti diriku, juga
belajar dari pengalaman.
"Saat ini penduduk Summerside sedang sibuk membicarakan kisah cinta
Jarvis Morrow dan Dovie Westcott ... yang, kata Rebecca Dew sudah
bertunangan selama setahun lebih tapi belum juga ada kemajuan. Bibi
Kate, yang juga masih bibi jauh Dovie ... tepatnya, kurasa dia adalah Bibi
Dovie dari pihak Ibu ... sangat tertarik dalam kisah cinta mereka, karena
dia merasa Jarvis adalah pasangan yang tepat untuk Dovie ... dan juga,
kurasa karena Bibi Kate membenci Franklin Westcott dan ingin sekali
melihat pria itu takluk. Bukannya Bibi Kate mau mengakui kalau dia
"membenci" seseorang, tapi Mrs. Franklin Westcott adalah sahabat
baiknya semasa gadis dan Bibi Kate merasa Franklin Westcott
membunuhnya pelan-pelan dengan menikahinya.
"Aku sangat tertarik pada situasi ini, sebagian karena aku suka Jarvis
dan lumayan suka Dovie, dan sebagian lagi karena aku suka mencampuri
urusan orang lain ... tetapi selalu dengan niat baik, tentunya.
"Situasi ringkasnya seperti ini: Franklin Westcott adalah pria tinggi,
pemurung, dan tertutup yang tinggal di sebuah rumah tua besar yang
disebut Elmcroft, rumah tersebut terletak di luar kota dekat pelabuhan.
Aku pernah bertemu dengannya satu atau dua kali dan tidak begitu tahu
tentangnya kecuali kebiasaannya yang menjengkelkan, yaitu
mengomentari sesuatu dengan sinis, lalu terkekeh tanpa suara. Dia tidak
pernah ke gereja sejak himne mulai dinyanyikan di gereja dan memaksa
membuka semua jendela bahkan waktu badai musim dingin. Kuakui aku
agak bersimpati padanya dalam hal ini, tapi aku mungkin satu-satunya
orang di Summerside yang menyukai kebiasaannya membuka jendela. Dia
__ADS_1
terbiasa memimpin dan setiap keputusan masyarakat biasanya selalu minta
izinnya.
"Istrinya sudah meninggal. Kabar yang beredar mengatakan bahwa
Franklin Westcott memperlakukan istrinya seperti budak yang bahkan tak
bisa memiliki jiwanya sendiri. Bahkan katanya, saat membawa istrinya
pulang, Franklin berkata pada Mrs. Westcott, dia adalah raja di rumah.
"Dovie, yang nama aslinya Sibyl, adalah anak mereka satu-satunya ...
gadis 19 tahun yang manis dan menarik, dengan bibir merah yang merekah
menunjukkan terbuka gigi putihnya, rambut cokelat berkilau, mata biru
menggoda, dan bulu mata yang sangat lentik. Jen Pringle berkata bahwa
mata Dovie-lah yang membuat Jarvis tergila-gila. Jen dan diriku telah
membicarakan situasi ini. Jarvis adalah sepupu favoritnya. (Ngomong?ngomong, kau tak akan percaya betapa Jen menyukaiku sekarang ... dan
aku menyukainya. Dia benar-benar anak yang manis.)
"Franklin Westcott tidak pernah membolehkan Dovie memiliki kekasih
dan ketika Jarvis Morrow mulai "memperhatikannya", Franklin Westcott
melarang Jarvis datang ke rumahnya dan mengatakan pada Dovie, dia tak
boleh "keluyuran" dengan pemuda itu. Tapi sudah terlambat. Dovie dan
Jarvis sudah saling jatuh cinta. Semua orang di kota ini bersimpati pada
pasangan muda itu. Franklin Westcott sangatlah tidak rasional. Jarvis
tampan dan sopan.
"Tak ada lagi yang lebih serasi daripada mereka," kata Rebecca Dew.
"Jarvis Morrow bisa memiliki gadis MANA PUN yang dia mau di
Summerside. Franklin Westcott malah menetapkan bahwa Dovie harus
jadi perawan tua sepanjang hidupnya. Dia ingin memastikan punya
pengurus rumah pengganti kalau Bibi Maggie meninggal kelak."
"Adakah seseorang yang bisa memengaruhinya?" tanyaku.
"Tak seorang pun yang bisa menentang Franklin Westcott. Dia terlalu
sarkastis. Dan jika kau mengalahkannya, dia ngamuk. Aku belum pernah
melihatnya ngamuk, tapi aku pernah mendengar Miss Prouty
menggambarkan amukannya saat dia menjahit sesuatu di rumah Westcott.
Franklin kesal akan sesuatu ... tak seorang pun tahu sebabnya. Dia meraih
apa pun yang dekat dan melemparnya ke luar jendela. Buku puisi Milton
terbang ke luar jendela melewati pagar dan nyemplung di kolam lili
George Clarke. Franklin Westcott adalah orang yang selalu sebal pada
hidup. Miss Prouty bilang ibunya pernah mengatakan bahwa tangisan
__ADS_1
Franklin saat lahir lebih keras dari tangisan bayi yang pernah ia dengar.
Kurasa Tuhan punya alasan mengapa menciptakan pria seperti itu, tapi
tetap saja kau penasaran. Tidak, aku tidak melihat ada kesempatan untuk
Jarvis dan Dovie, kecuali mereka kawin lari. Itu memang kurang baik,
meski banyak orang menganggap kawin lari itu romantis. Tapi ini adalah
kasus pengecualian."
"Aku tidak tahu harus melakukan apa, tapi aku harus melakukan sesuatu.
Aku tak dapat berdiam diri dan melihat orang lain mengacaukan hidup
mereka di depan mataku, tak peduli seberapa ngamuknya Franklin
Westcott. Jarvis Morrow tidak akan menunggu selamanya ... gosipnya dia
malah sudah mulai tak sabar dan terlihat menghapus nama Dovie yang
pernah diukirnya di sebatang pohon dengan kesal. Kabarnya pula adalah
gadis cantik dari keluarga Palmer yang sedang mendekati Jarvis, dan
saudara perempuan Jarvis berkata bahwa ibunya bilang kalau
PUTRANYA tak harus menunggu seorang gadis selama bertahun-tahun.
Gilbert, aku benar-benar tak menyukai semua ini.
"Malam ini bulan purnama, kekasih ... bulan mengintip diantara
rimbunan pohon poplars di luar ... cahaya rembulan menerangi seluruh
pelabuhan dan sebuah kapal hantu berlayar ke laut ... menerangi makam
tua ... menerangi lembah pribadiku ... dan juga Pegunungan Storm King.
Dan purnama ini juga bersinar di Kanopi Kekasih, Danau Riak Air
Berkilau, Hutan Berhantu, dan Lembah Violet di Avonlea. Para peri
menari di perbukitan malam ini. Tetapi, Gilbert tersayang, cahaya
rembulan tanpa seseorang di sampingmu hanyalah SINAR BULAN tiada
arti.
"Andai saja aku bisa membawa Elizabeth kecil jalan-jalan. Dia sangat
suka jalan-jalan di bawah cahaya rembulan. Kami pernah jalan-jalan
bersama di bawah purnama saat dia menginap di Green Gables. Tapi di
rumah, Elizabeth hanya bisa melihat purnama dari balik jendela.
"Aku juga mulai agak khawatir tentang dia. Usianya sudah hampir
sepuluh tahun sekarang dan dua wanita tua itu sama sekali tak mengerti
apa yang dibutuhkan Elizabeth, baik secara spiritual maupun emosional.
Dan tiap tahunnya situasi akan makin parah. Masa remaja seperti apakah
yang akan dimilki oleh anak malang itu?"
***
__ADS_1