Anne of Windy Poplars

Anne of Windy Poplars
Episode 9


__ADS_3

Bab9



Suatu malam di bulan Februari, saat hujan salju menerpa jendela dan



tungku perapian mungil mendesis riang seperti kucing hitam kepanasan,



Trix Taylor duduk meringkuk di kamar menara Windy Poplars. Trix



sedang mencurahkan kegalauan hatinya kepada Anne. Kini setelah



masalah dengan klan Pringle selesai, Anne mulai menemukan dirinya



sebagai tempat curahan hati gadis-gadis di Summerside. Semua orang tahu



bahwa dia sudah bertunangan, jadi tak satu pun gadis Summerside perlu



mencemaskannya sebagai saingan, dan ada sesuatu tentang diri Anne yang



membuatmu merasa aman untuk menceritakan rahasia-rahasiamu.



Trix datang untuk mengundang Anne makan malam besok petang. Trix



adalah gadis periang, kecil tapi montok, dengan mata cokelat ceria, dan



pipi merona seolah-olah tak ada beban sama sekali dalam masa



kehidupannya yang telah mencapai dua puluh tahun. Tapi rupanya dia juga



memikul beban masalah.



"Besok malam, Dr. Lennox Carter akan datang makan malam. Oleh



karena itulah kami mengundangmu secara khusus. Dia itu pimpinan baru



Jurusan Ilmu Bahasa Modern di Redmond dan sangat pintar. Oleh karena



itu, kami butuh orang pintar sepertimu agar nanti bisa berbincang-bincang



dengannya. Kau tentu tahu, aku tak punya apa-apa yang bisa dibanggakan,



apalagi Pringle. Kalau Esme " yah, kau tahu sendiri, Anne, Esme



memang yang paling cantik dan pintar lagi, tapi dia pemalu dan tak



percaya diri, sehingga langsung tak bisa apa-apa kalau berada di dekat Dr.



Carter. Esme benar-benar tergila-gila padanya. Mengibakan. AKU sendiri



sih menyukai Johnny " tapi aku tak akan mungkin diam membisu tak bisa



apa-apa di depannya!"



"Apakah Esme dan Dr. Carter sudah bertunangan?"



"Belum," kata Trix penuh makna. "Tapi, Anne, Esme berharap sekali Dr.



Carter akan melamarnya kali ini. Kalau tidak, buat apa dia datang jauh?jauh ke sini untuk mengunjungi sepupunya, di pertengahan semester lagi?



Demi Esme, aku berdoa dia memang akan melamar, karena Esme akan



mati kalau Dr. Carter tak jadi melamarnya. Tapi ini rahasia ya, aku nggak



terlalu suka kalau dia jadi kakak iparku. Esme bilang kalau dia itu laki-laki



yang sangat bawel sama masalah-masalah kecil, makanya Esme juga



sangat cemas kalau dia sampai tak mau menerima keluarga KAMI. Kalau



dia tak mau menerima kami, Esme merasa Dr. Carter pasti tak akan



melamarnya. Jadi bisa kau bayangkan, betapa Esme begitu berharap agar



makan malam besok berjalan lancar. Memang, sepertinya tak ada alasan



kenapa mesti tak lancar " Mama tukang masak paling andal ", kami



punya pelayan yang baik serta Pringle pun sudah kusuap dengan separuh



upah mingguanku agar bersikap baik. Memang benar, Pringle tak suka Dr.



Carter " katanya Carter itu besar kepala " tapi bagaimana lagi dia



mencintai Esme. Kalau saja Papa tak suka merajuk!"



"Memangnya ada kemungkinan dia merajuk?" tanya Anne. Setiap orang



di Summerside sudah mengenal baik bahwa Cyrus Taylor memang suka



merajuk.



"Tak pernah bisa kau pastikan kapan dia akan merajuk dan marah?marah," kata Trix muram. "Dia kesal sekali malam ini karena tak bisa



menemukan kemeja tidur flanel-nya. Esme meletakkan kemeja itu di laci



yang salah. Mungkin besok malam dia sudah berhenti merajuk atau



mungkin juga tidak. Kalau besok malam dia masih kesal dan merajuk, dia



akan membuat malu kami semua dan Dr. Carter akan berpikiran bahwa dia



tak bisa menikah dengan keluarga semacam itu. Paling tidak itu kata



Esme, dan aku khawatir dia benar. Anne, menurutku Dr. Lennox Carter



sangat menyayangi Esme " dan dia beranggapan kalau Esme bakal



menjadi "istri yang sesuai" baginya "tapi dia tak mau melakukan sesuatu



dengan tergesa-gesa atau menyia-nyiakan pesona dirinya. Kudengar dia



pernah berkata pada sepupunya bahwa seorang pria harus berhati-hati soal



keluarga calon istrinya. Jadi hanya dengan kejadian sepele, mungkin saja



dia akan berubah pikiran. Dan kalau dipikir, kebiasaan Papa merajuk tak



bisa dibilang masalah sepele."



"Tapi, bukankah Papamu menyukai Dr. Carter?"



"Oh, ya Papa menyukai Dr. Carter. Menurutnya, Dr. Carter bakal



menjadi pasangan pas buat Esme. Tapi, kalau Papa sudah merajuk, TAK


__ADS_1


ADA yang bisa memengaruhi dia. Nah, seperti itulah keluarga Pringle,



Anne. Nenek Taylor itu orang Pringle, kau tahu. Kau tak bisa bayangkan



apa yang harus kami lalui sebagai sebuah keluarga. Papa bukan jenis orang



yang suka ngamuk-ngamuk, kau tahu " seperti Paman George yang



pemarah itu. Untungnya, keluarga Paman George bisa menerima



amarahnya. Begitu timbul amarah, maka dia muntahkan semua amarahnya



" dan teriakannya terdengar sampai tiga blok jauhnya ", tetapi setelah



itu dia berubah menjadi orang yang penyayang, membelikan keluarganya



pakaian baru sebagai tawaran damai. Tapi kalau Papa marah hanya



dipendam, terus matanya melotot dan bungkam tak mau bicara sama



SIAPA PUN. Meski kata Esme itu lebih baik daripada sepupu Richard



Taylor yang selalu bicara hal-hal sarkastik di meja makan dan sambil



mengejek istrinya; bagiku itu TAK ADA yang lebih buruk daripada Papa



yang merajuk dan bungkam seribu bahasa. Sikap Papa ini membingungkan



dan kami merasa ngeri untuk buka mulut. Sama halnya, saat kami



kedatangan tamu. Esme dan aku benar-benar sudah capek menjelaskan



sikap bungkam Papa pada tamu-tamu kami. Esme takut setengah mati



kalau-kalau Papa belum selesai merajuk gara-gara kemeja flanel-nya ...



dan bagaimana pendapat Lennox nanti? Malam nanti Esme ingin kau pakai



gaun yang biru. Gaun baru Esme juga biru karena Lennox suka warna biru.



Tapi, Papa benci warna biru. Semoga gaun birumu nanti bisa mengubah



pikirannya terhadap gaun biru Esme."



"Tidakkah lebih baik kalau Esme memakai yang lain saja?"



"Dia tak punya gaun lagi yang pas untuk makan malam bersama, kecuali



gaun Poplin hijau hadiah Papa di hari Natal. Gaunnya sih cantik ... Papa



suka kalau kami mengenakan gaun cantik " masalahnya Esme tak cocok



memakai hijau. Pringle bilang warna hijau bikin Esme kelihatan seperti



orang sekarat karena TBC. Dan sepupu Lennox Carter bilang pada Esme



jika Lennox tak akan mau menikah dengan gadis yang sakit-sakitan. Aku



bersyukur Johnny tak begitu "bawel sama masalah-masalah kecil"."



"Kau sudah beri tahu Papamu soal pertunanganmu dengan Johnny?"



tanya Anne yang paham betul soal petualangan cinta Trix.




marah besar. Papa selama ini selalu memandang rendah Johnny karena dia



miskin. Barangkali Papa lupa kalau dulunya dia lebih miskin daripada



Johnny ketika mengawali bisnisnya di perangkat keras. Memang, aku



seharunya memberitahukan Johnny secepatnya " tapi aku ingin masalah



hubungan Esme dengan Lennox ini beres dulu. Aku sadar, Papa bakal



merajuk dan bungkam sama SIAPA SAJA sampai berminggu-minggu



begitu kuberi tahu soal Johnny dan Mama akan cemas sekali ... dia TAK



TAHAN dengan rajukan di hadapan Papa, kami semua memang pengecut.



Pada dasarnya, Mama dan Esme itu memang gugupan dengan siapa saja,



tapi aku dan Pringle lebih berani. Hanya Papalah satu-satunya yang kami



takuti. Kadang terpikirkan juga, andai saja ada yang mendukung kami "



tapi orang itu tak ada, jadi kami pun merasa tak mampu berbuat apa-apa.



Tak bisa kau bayangkan, Anne sayang, bagaimana suasana makan malam



di tempat kami kalau Papa duduk merajuk dan membisu menahan amarah.



Kalau saja besok malam Papa bisa menahan diri dan bersikap baik, aku



akan memaafkan semua kesalahannya. Papa BISA bersikap sangat baik



kalau dia mau, sebenarnya ... Papa itu seperti gadis kecil di puisi



Longfellow " "saat dia baik, dia benar-benar sangat baik dan saat dia



buruk dia pun jadi sangat mengerikan". Aku pernah melihatnya bergembira



ria bersama orang lain di pesta."



"Dia sangat baik ketika aku makan malam bersamamu bulan kemarin."



"Oh, dia menyukaimu, seperti yang kubilang. Itu salah satu alasan



kenapa kami mengundangmu. Kedatanganmu membawa pengaruh baik



padanya. Kami selalu memperhatikan APA PUN yang bisa membuatnya



senang. Tapi kalau dia sedang merajuk parah, sepertinya dia jadi benci apa



pun dan siapa pun. Padahal, kami sudah merencanakan makan malam yang



hebat dengan pencuci mulut orange custard. Mama ingin pai untuk desert?nya karena menurutnya semua laki-laki di dunia ini, kecuali Papa, suka pai



"bahkan juga Profesor dari Jurusan Ilmu Bahasa Modern. Papa memang



tidak suka pai, jadi besok malam tak mungkin kami menyajikannya.



Orange custard adalah makanan favorit Papa untuk pencuci mulut.

__ADS_1



Sedangkan tentang Johnny dan aku, kurasa aku akan pilih kawin lari saja



dengannya suatu hari dan Papa tak akan pernah mengampuniku."



"Aku yakin, kalau saja kau punya cukup nyali untuk mengatakannya



pada Papamu dan siap menanggung amarahnya, dia pasti bisa



menerimamu dengan baik dan kau pun jadi selamat dari penderitaan



berkepanjangan."



"Kau tak kenal Papa, sih," jawab Trix muram.



"Mungkin aku kenal dia lebih baik daripada kamu. Kau kehilangan



persepsi dan tidak memandangnya dengan objektif."



"Kehilangan " apa? Anne Sayang, ingat aku bukan seorang B.A. Aku



hanya lulusan Sekolah Menengah. Sebenarnya dulu aku ingin melanjutkan



kuliah, tapi Papa tak percaya Pendidikan Tinggi bagi wanita."



"Maksudku kau hanya terlalu dekat dengannya untuk bisa memahami



sikapnya. Seorang yang belum kenal malah bisa melihatnya lebih jelas "



dan memahaminya lebih baik."



"Yang aku mengerti adalah bahwa tak ada apa pun yang bisa mengubah



pendirian Papa untuk bicara jika dia telah memutuskan pikirannya untuk



tak " yah, TAK MENGATAKAN APA PUN belaka. Dia malah bangga



akan itu."



"Lalu kenapa kalian tak terus saja bicara seolah-olah tak terjadi apa?apa?"



"Kami TAK BISA begitu " sudah kubilang dia membuat kami lumpuh



lahir batin. Besok malam kau akan tahu sendiri jika kesal Papa karena



kemeja flanel-nya belum hilang. Aku tak tahu bagaimana dia bisa merajuk



selama itu tapi pasti dia melakukannya. Kurasa kalau saja Papa mau



bicara, kami tak akan terlalu keberatan dengan marahnya. Justru



bungkamnya itu yang menghancurkan kami. Aku tak akan memaafkan



Papa kalau dia tetap merajuk dan bungkam besok malam padahal bakal



banyak yang dipertaruhkan."



"Kita berharap yang terbaik saja, ya."



"Aku akan berusaha. Dan aku yakin kedatanganmu nanti akan



membantu kami. Mama pikir sebaiknya kami juga mengundang Katherine



Brooke, tapi aku tahu kedatangannya malah akan memberi efek buruk



pada Papa. Papa benci wanita itu. Tapi aku tak menyalahkan Papa soal



ITU. Aku sendiri juga tak terlalu menyukainya. Sulit kumengerti,



bagaimana kau bisa sebaik itu padanya."



"Aku kasihan padanya, Trix."



"Kasihan padanya! Tapi salahnya sendiri bukan, kalau dia tak disenangi.



Yah, di dunia ini memang ada bermacam-macam orang ... tapi melegakan



kalau tak ada Katherine Brooke di Summerside ... kucing tua muram!"



"Dia itu guru yang hebat, Trix ""



"Ah yang benar saja? Aku dulu di kelasnya. Dia MEMANG menjejali



kepalaku dengan segala hal " tapi dia juga mengulitiku habis-habisan



dengan sikapnya yang sarkastis. Dan cara dia berpakaian! Papa tak tahan



melihat wanita berpakaian jelek. Katanya tak ada manfaatnya wanita yang



tak pintar berpakaian dan dia juga yakin kalau Tuhan pun juga tak suka.



Mama akan kaget sekali seandainya dia tahu aku menceritakan ini



padamu, Anne. Mama bisa memaklumi Papa karena dia laki-laki. Kalau



saja hanya komentar-komentar seperti itu yang harus kami maklumi dari



Papa! Dan Johnny yang malang tak berani datang ke rumah saat ini karena



Papa bersikap kasar padanya. Di malam yang cerah, aku kadang



menyelinap keluar dan kami pun berputar-putar keliling alun-alun hingga



nyaris membeku."



Anne menarik napas lega saat Trix pergi, dan dia pun pelan-pelan ke



bawah untuk meminta makanan kecil dari Rebecca Dew.



"Mau makan malam ke tempat Taylor, ya? Yah, semoga si Cyrus tua itu



bersikap sopan. Kalau saja keluarganya tak terlalu takut pada sikapnya



yang suka merajuk, dia pasti tak akan begitu sering menuruti emosinya.



Kuberi tahu, Miss Shirley, Cyrus itu MENIKMATI rajukannya. Dan



sekarang sepertinya aku harus menghangatkan susu Kucing Itu. Dasar



binatang manja!"



***



__ADS_1


__ADS_2