
Bab30
Anne pulang ke Green Gables di liburan musim panasnya yang kedua
dari Summerside dengan perasaan campur aduk. Gilbert tidak berada di
Avonlea musim panas itu. Dia pergi ke barat untuk bekerja di sebuah jalur
kereta api baru yang sedang dibangun. Tapi Green Gables masih tetap
Green Gables dan Avonlea juga tetap Avonlea. Danau Riak Air Berkilau
bersinar dan berkilauan sejak dulu. Pakis-pakis masih tumbuh lebat di
Kolam Dryad dan jembatan kayu, meski bertambah rapuh dan berlumut
tiap tahunnya, masih tetap mengantarkan pada kegelapan dan keheningan
serta nyanyian angin Hutan Berhantu.
Anne berhasil meyakinkan Mrs. Campbell untuk mengizinkan Elizabeth
kecil ikut bersamanya selama dua minggu ... tak lebih. Namun, Elizabeth
yang menantikan dua minggu bersama Miss Shirley tak menuntut apa-apa
lagi.
"Hari ini aku merasa seperti Miss Elizabeth," katanya pada Anne
gembira sewaktu mereka berangkat dari Windy Poplars. "Maukah kau
menyebutku "Miss Elizabeth" saat mengenalkan diriku pada teman?temanmu di Green Gables? Itu akan membuat diriku merasa dewasa."
"Tentu saja," Anne menjawab serius, teringat seorang gadis kecil
berambut merah yang dulu memohon dipanggil Cordelia. Perjalanan
Elizabeth dari stasiun Blight River menuju Green Gables, melewati
jalanan Pulau Prince Edward nan cerah di bulan Juni merupakan hal yang
luar biasa baginya. Nyaris seindah perjalanan yang dirasakan Anne
bertahun-tahun lalu. Dunia begitu indah, dengan padang rumput yang
bergelombang ditiup angin serta kejutan yang menanti di tiap tikungan.
Dia bersama Miss Shirley tersayang; dia akan bebas dari si Pelayan
Wanita selama dua minggu; dia memakai gaun baru berwarna merah muda
serta sepasang sepatu bot baru berwarna cokelat. Seakan-akan Hari Esok
telah tiba ... dengan empat belas Hari Esok berikutnya. Mata Elizabeth
bersinar penuh impian sewaktu mereka berbelok ke jalan Green Gables
yang dihiasi kuntum-kuntum mawar liar warna merah jambu.
Semuanya seakan berubah secara ajaib bagi Elizabeth saat dia tiba di
Green Gables. Selama dua minggu dia tinggal dalam sebuah dunia
romantis. Setiap kali melangkahkan kaki keluar pintu, dia selalu menemui
sesuatu yang romantis. Semua hal indah dan mendebarkan sepertinya
selalu terjadi di Avonlea " bila tak hari ini, maka besok. Elizabeth
menyadari bahwa dia Belum sampai ke Hari Esok, namun dia tahu bahwa
dia sudah sampai di tepiannya. Semua hal yang berkaitan dengan Green
Gables terasa akrab baginya. Bahkan perangkat minum teh merah jambu
Marilla terasa teman lama. Kamar-kamarnya seperti sudah lama mengenal
dan mencintainya; rumputnya lebih hijau dari rumput di mana pun; dan
orang-orang yang tinggal di Green Gables adalah orang-orang baik yang
akan tinggal di Hari Esok. Dia mencintai dan dicintai oleh penghuni Green
Gables. Davy dan Dora memuja dan memanjakannya; Marilla dan Mrs.
__ADS_1
Lynde senang padanya. Elizabeth gadis yang rapi, seperti putri bangsawan,
juga sopan pada orang tua. Mereka tahu Anne tak suka cara Mrs. Campbell
membesarkan cucunya, tapi jelas-jelas terlihat kalau dia telah mengajari
cucunya dengan baik.
"Aku tak ingin tidur Miss Shirley," bisik Elizabeth sewaktu mereka
berbaring di kamar loteng timur, setelah sore yang melelahkan. "Aku tak
ingin kehilangan barang semenit pun dari dua minggu yang begitu indah
ini. Kuharap aku bisa di sini tanpa tertidur barang sekejap."
Untuk beberapa lama, Elizabeth berbaring dengan mata nyalang.
Sungguh nyaman berbaring di sana dan mendengarkan suara gemuruh
pelan yang menurut Miss Shirley adalah suara laut. Elizabeth
menyukainya dan suara angin di atas atap juga. Elizabeth selalu "takut
malam hari". Siapa tahu sesuatu tiba-tiba menerkamnya? Tetapi sekarang
dia tak takut lagi. Untuk pertama kali dalam hidupnya, malam terasa
seperti teman.
Mereka akan pergi ke pantai besok, Miss Shirley sudah berjanji, dan
berenang di riak ombak keperakan yang pernah mereka lihat memecah di
perbukitan hijau Avonlea, saat dalam perjalanan ke Green Gables.
Elizabeth bisa membayangkan ombak itu datang, lagi dan lagi. Salah
satunya adalah ombak impian nan besar ... langsung menggulungnya
dalam lelap ... dan Elizabeth menenggelamkan diri di dalamnya dengan
penyerahan total. "Sungguh ... mudah ... mencintai ... Tuhan di sini,"
Namun setiap malam saat menginap di Green Gables, Elizabeth tetap
terjaga lama setelah Miss Shirley lama tertidur. Memikirkan segala hal.
Mengapa kehidupan di The Evergreens tak bisa seperti di Green Gables?
Elizabeth tak pernah tinggal di suatu tempat yang memperbolehkan dia
ribut kapan pun dia mau. Semua orang di The Evergreens harus bergerak
perlahan ... berbicara pelan ... bahkan menurut Elizabeth, Berpikir lamban.
Ada kalanya sewaktu Elizabeth ingin berteriak keras dan lama. "Kau boleh
bersuara sesukamu disini," Anne memberitahunya. Tapi sungguh aneh ...
dia tak lagi ingin teriak, meskipun sekarang tak ada lagi yang akan
menghalanginya. Dia suka berjalan pelan, melangkah perlahan di antara
benda-benda indah di sekitarnya. Tapi Elizabeth belajar bagaimana
caranya tertawa selama liburannya di Green Gables. Dan ketika dia
kembali ke Summerside dia membawa pulang ingatan-ingatan indah dan
meninggalkan kesan yang sama untuk orang yang ditinggalkannya.
Berbulan-bulan kemudian, para penghuni Green Gables masih teringat
kenangan akan Elizabeth kecil. Bagi mereka dia tetap "Elizabeth kecil"
meskipun oleh Anne dikenalkan sebagai "Miss Elizabeth". Gadis itu
begitu kecil, keemasan, seperti peri sehingga mereka tak bisa
membayangkan dia sebagai orang lain kecuali Elizabeth kecil. Elizabeth
kecil berdansa di taman senja kala di antara putihnya bunga lily bulan Juni
__ADS_1
... meringkuk di bawah pohon apel membaca dongeng ... Elizabeth kecil
setengah tenggelam di ladang bunga buttercup dan hanya kepala
keemasannya yang terlihat menyembul seperti sebuah buttercup besar ...
mengejar ngengat hijau keperakan atau mencoba menghitung kunang?kunang di Kanopi Kekasih ... mendengarkan dengung tawon besar ...
memakan stroberi dan krim pemberian Dora di dapur atau memakan
kismis dengannya di halaman ... "Bukankah kismis merah adalah benda
yang sangat indah Dora? Kita seperti sedang memakan permata bukan?"...
Elizabeth kecil bernyanyi sendirian di tengah-tengah pakis ... memandang
bulan besar yang tergantung di lembah ... "Bulan punya MATA CEMAS,
bukankah begitu Mrs. Lynde?"... menangis sedih karena membaca cerita
bersambung di majalah Davy yang menceritakan tokohnya dalam keadaan
kesulitan ... "Oh, Miss Shirley, aku yakin dia tak akan bisa bertahan!"...
Elizabeth kecil meringkuk tidur siang, mirip seperti sekuntum mawar liar,
di sofa dapur ditemani anak-anak kucing Dora ... tertawa keras melihat
angin meniup ekor ayam betina tua sombong menekuk ... BENARKAH
Elizabeth kecil yang tertawa seperti itu? ... membantu Anne menghias
cupcake ... memotong biskuit kecil-kecil di bawah pengawasan Marilla.
Hal-hal kecil selalu mengingatkan para penghuni Green Gables akan
Elizabeth kecil.
"Aku ingin tahu mungkinkah kualami lagi kebahagiaan liburan seperti
ini lagi," kata Elizabeth dalam hati sewaktu dia meninggalkan Green
Gables. Jalan menuju stasiun sama indahnya dengan yang mereka lihat
dua minggu sebelumnya, tapi hampir separuh perjalanan Elizabeth tak bisa
melihat karena berlinangan air mata.
"Aku tak percaya bisa sangat merindukan anak itu," kata Mrs. Lynde.
Setelah Elizabeth kecil pergi, Katherine Brooke dan anjingnya mampir
selama sisa musim panas. Katherine mengundurkan diri dari Sekolah
Menengah Summerside pada akhir tahun dan berketetapan hati pergi ke
Redmond di musim gugur agar bisa mengambil kelas sekretaris di
Redmond University. Annelah yang menganjurkannya.
"Aku tahu kau menyukainya dan kau tak pernah menyukai mengajar,"
katanya sewaktu mereka duduk di pohon pakis di pojokan kebun semanggi
sambil menikmati keindahan langit senja kala.
"Kehidupan berutang banyak hal padaku dan aku akan
mengumpulkannya," kata Katherine penuh tekad. "Aku merasa jauh lebih
muda daripada setahun lalu," tambahnya tertawa.
"Aku yakin ini adalah hal yang terbaik yang bisa kau lakukan, tapi aku
benci memikirkan Summerside dan sekolah tanpa kau. Kamar menara itu
akan jadi apa tahun depan apabila tak ada obrolan dan adu pendapat kita
berdua, dan semua kekonyolan sewaktu kita menertawakan semua hal dan
semua orang?"
***
__ADS_1