Anne of Windy Poplars

Anne of Windy Poplars
Episode 32


__ADS_3

Bab32



Sabtu pagi Anne pergi ke pondok tua nan cantik di sebuah jalan



menuju ke pedesaan tempat Mrs. Raymond dan si kembar tinggal. Mrs.



Raymond sudah bersiap untuk pergi " pakaiannya agak terlalu mencolok



untuk pergi ke pemakaman, mungkin " khususnya topi bunga yang



menyita perhatian di atas rambut cokelat bergelombang yang lembut yang



terpasang di atas kepalanya " tapi terlihat sangat cantik. Kedua anak



kembarnya yang mewarisi kecantikannya, duduk di anak tangga, wajah



mereka yang mungil, berbinar lembut seperti malaikat kecil. Kulit mereka



putih merona merah, dengan mata biru besar, dan rambut kuning pucat ikal



yang halus.



Mereka tersenyum manis ketika ibu mereka memperkenalkan Anne dan



mengatakan bahwa Miss Shirley sangat baik karena mau datang dan



menjaga mereka, sementara Ibu pergi ke pemakaman Bibi Ella, dan tentu



saja mereka akan baik-baik saja dan tidak akan membuat masalah, kan,



Sayang? Kedua kesayangannya itu mengangguk serius dan patuh, dan



terlihat semakin mirip malaikat. Mrs. Raymond mengajak Anne berjalan



hingga ke gerbang bersamanya.



"Hanya mereka yang aku punya " sekarang," katanya memelas.



"Mungkin aku agak memanjakan mereka " aku tahu orang-orang berkata



aku terlalu memanjakan mereka ... orang-orang memang selalu sok tahu



tentang bagaimana kau harus mengasuh anak-anakmu. Kau



memperhatikannya, kan, Miss Shirley? Tapi kurasa kasih sayang lebih



baik daripada pukulan, bukan begitu, Miss Shirley? Aku yakin KAU tidak



akan bermasalah dengan mereka. Anak-anak selalu TAHU siapa yang bisa



mereka permainkan dan siapa yang tidak, bukan? Miss Prouty tua yang



malang dari ujung jalan, " aku pernah memintanya menjaga kedua



kembarku, tapi kedua anak tersayangku tak tahan dengannya. Jadi, ya,



tentu saja mereka mengerjainya sedikit " KAU tahu bagaimana anak?anak. Dia lalu membalas dendam dengan menceritakan hal-hal buruk



tentang anak-anakku ke seluruh kota. Tapi mereka sangat menyukaimu



dan aku tahu mereka akan menurut. Aku tahu mereka memiliki semangat



yang tinggi " tapi sudah seharusnya bukan? Sangat menyedihkan kalau



melihat anak-anak murung, bukan? Aku suka mereka tumbuh dengan



alami, bukankah begitu? Tidak baik jika anak-anak tidak tumbuh secara



alami, YA, kan? Jangan biarkan mereka bermain kapal di bak mandi atau



bermain di kolam, ya? Aku SANGAT takut kalau mereka kena flu " ayah



mereka meninggal karena pneumonia."



Mata Mrs. Raymond yang biru besar terlihat seolah-olah akan banjir air



mata, tapi dengan tabah dia menghapus air matanya.



"Jangan khawatir bila mereka bertengkar, anak-anak selalu



BERTENGKAR, bukan begitu? Tapi bila orang lain menyerang mereka "



oo sayangku!! Mereka sangat saling menyayangi. Aku bisa saja mengajak



salah SATU dari mereka ke pemakaman, tapi mereka tidak akan mau.



Mereka tidak pernah terpisahkan sepanjang hidup mereka. Dan aku tidak



bisa membawa keduanya ke pemakaman, bukan?"



"Jangan khawatir Mrs. Raymond," kata Anne ramah. "Aku yakin



Gerald, Geraldine, dan aku akan melewati hari dengan indah bersama. Aku



suka anak-anak."



"Aku tahu itu. Aku yakin saat pertama melihatmu kau adalah orang yang



suka anak-anak. Ada SESUATU dalam diri orang yang suka dengan anak?anak. Miss Prouty benci anak-anak. Dia mencari hal terburuk pada anak?anak dan tentu saja dia menemukannya. Kau tak bisa bayangkan betapa



leganya diriku mengetahui anak-anakku diasuh oleh seseorang yang



menyukai dan memahami anak-anak. Aku yakin aku juga akan menikmati



hariku."



"Ibu bisa membawa KAMI ke pemakaman", seru Gerald tiba-tiba



melongokkan kepala dari jendela lantai atas. "Kami belum pernah ke



tempat seasyik itu."



"Oh, mereka di kamar mandi!" pekik Mrs. Raymond. "Miss Shirley,



tolong segeralah pergi dan keluarkan mereka dari sana. Gerald, kau tahu



Ibu tidak bisa mengajak kalian BERDUA ke pemakaman. Oh Miss



Shirley, dia membawa karpet kulit anjing hutan dari lantai ruang tamu dan



mengikatkan kedua cakarnya di leher. Dia akan merusaknya. Tolong suruh



dia untuk melepaskannya juga. Aku HARUS cepat-cepat atau aku akan



tertinggal kereta api."

__ADS_1



Mrs. Raymond pergi dengan anggunnya, sedangkan Miss Shirley berlari



ke lantai atas, menemukan Geraldine mencengkeram kedua kaki saudara



laki-lakinya dan rupanya berusaha mendorongnya keluar jendela. "Miss



Shirley suruh Gerald untuk berhenti menjulurkan lidahnya padaku!" kata



Geraldine sengit.



"Apa itu menyakitimu?" tanya Anne tersenyum.



"Yah, awas saja kalau dia terus meleletkan lidahnya padaku," ancam



Geraldine sambil melotot ke arah Gerald, yang juga balas melotot.



"Biar saja, ini kan lidahku sendiri, KAU tidak bisa menghentikanku



kalau aku ingin menjulurkannya keluar kapan pun aku mau ... iya, kan,



Miss Shirley?"



Anne mengabaikan pertanyaan itu. "Kembar Sayang, satu jam lagi kita



akan makan siang. Bisakah kita duduk di kebun dan bermain juga



bercerita? Dan, Gerald maukah kau mengembalikan karpet kulit anjingnya



ke lantai ruang tamu?"



"Tapi aku ingin bermain serigala-serigalaan," kata Gerald.



"Dia ingin bermain serigala-serigalaan," jerit Geraldine tiba-tiba



bersekutu dengan saudaranya.



"Kami ingin bermain serigala-serigalaan," mereka berdua berteriak



bersamaan.



Bel pintu tiba-tiba berbunyi, membebaskan Anne. "Ayo kita lihat siapa



yang datang," teriak Geraldine. Mereka lari ke tangga dan meluncur di



pegangan tangga, sehingga sampai ke pintu depan lebih cepat daripada



Anne, karpet kulit anjing yang terikat di leher Gerald terlepas begitu saja



dan teronggok di lantai.



"Kami tidak memberi barang dari penjual keliling," Gerald berbicara



pada wanita yang berdiri di pintu.



"Bisakah aku bertemu ibumu?" tanya sang tamu.



"Nggak bisa, Ibu pergi ke pemakaman Bibi Ella. Miss Shirley yang



menjaga kami, itu dia turun tangga. DIA akan mengusirmu."



Anne memang MERASA ingin "mengusir" ketika melihat siapa yang



datang. Miss Pamela Drake bukanlah tamu yang disukai di Summerside.




pergi kecuali kau membeli barang yang ditawarkannya. Apalagi dia



bermuka tebal, tak peka terhadap sindiran ataupun isyarat, dan tidak



mengenal waktu saat bertamu.



Kali ini dia "menawarkan" ensiklopedia " sesuatu yang sangat



dibutuhkan seorang guru sekolah. Sia-sia saja Anne berkata bahwa dia



tidak membutuhkan ensiklopedia " perpustakaan sekolah sudah memiliki



ensiklopedia.



"Sudah sepuluh tahun ketinggalan zaman," kata Pamela tegas. "Mari



duduk di bangku ini sebentar saja, Miss Shirley dan akan kutunjukkan



brosurku."



"Maaf aku tidak punya waktu Miss Drake, aku harus menjaga anak?anak."



"Tidak akan lama. Sejak lama aku memang bermaksud untuk bertemu



denganmu Miss Shirley, dan beruntung sekali aku bisa bertemu denganmu



di sini. Pergilah bermain anak-anak, aku dan Miss Shirley akan



mempelajari brosur yang indah ini."



"Ibu menyewa Miss Shirley untuk menjaga kita," kata Geraldine,



menggoyangkan rambut ikalnya. Tapi Gerald menariknya masuk rumah



dan keduanya lalu membanting pintu hingga tertutup.



"Lihatlah Miss Shirley begitu BERARTINYA ensiklopedia ini. Lihatlah



kertasnya yang indah ... rasakan ... tulisannya yang indah ... tidak ada



ensiklopedia lain yang memiliki tulisan sebagus ini... cetakan yang sangat



bagus bahkan orang buta pun akan mampu membacanya dan semuanya



hanya delapan puluh dolar ... delapan dolar untuk uang mukanya ... dan



delapan dolar tiap bulan hingga lunas. Kau tidak akan punya kesempatan



sebaik ini lagi ... ini harga perkenalan ... tahun depan harganya naik jadi



seratus dua puluh dolar."



"Tetapi aku tidak menginginkan ensiklopedia, Miss Drake," kata Anne



putus asa.



"Tentu saja kau menginginkannya ... SETIAP ORANG menginginkan



ensiklopedia ... Ensiklopedia Nasional. Aku tak tahu bagaimana hidupku

__ADS_1



dulu sebelum aku mengenal Ensiklopedia Nasional. Hidup! Aku tidak



hidup ... aku hanya ada. Lihatlah cetakan gambar burung Kasuari ini Miss



Shirley. Apakah kau pernah benar-benar MELIHAT burung Kasuari



sebelumnya?"



"Tapi Miss Drake, aku ..."



"Kalau menurutmu itu terlalu berat, aku bisa membuat penawaran



khusus untukmu, sebagai guru sekolah ... enam dolar saja sebulan, bukan



delapan. Kau tentunya tak bisa menolak penawaran sebagus ini Miss



Shirley."



Anne hampir-hampir merasa dia memang tak bisa menolak. Bukankah



enam dolar sebulan sepadan untuk mengusir wanita mengerikan ini yang



rupanya sudah bertekad tak mau pergi sebelum mendapatkan pesanan?



Lagi pula, Apa yang sedang dilakukan si kembar? Tak biasanya mereka



tenang sekali. Apakah mereka sedang main kapal-kapalan di bak mandi.



Atau menyelinap keluar pintu belakang dan bermain di kolam. Anne



berusaha sekali lagi untuk lolos dari Miss Drake.



"Aku akan memikirkannya Miss Drake, dan memberi kabar nanti ""



"Tidak ada waktu yang lebih baik dari sekarang," desak Miss Drake



dengan cepat mengeluarkan penanya. "Kau TAHU kau akan memesan



Ensiklopedia Nasional, jadi lebih baik tanda tangani formulir



pemesanannya sekarang. Tak ada gunanya menunda-nunda. Harganya bisa



naik kapan pun dan kau harus membayar seratus dua puluh dolar. Tanda



tangan di sini Miss Shirley."



Pena disodorkan paksa ke tangan Anne " sesaat kemudian " jeritan



Miss Drake membelah udara sehingga pena di tangan Anne terjatuh di



bawah pot bunga yang mengapit bangku yang mereka duduki dan dia



menatap terpana pada tamunya. Benarkah INI Miss Drake " makhluk



aneh tanpa topi, kacamata, dan nyaris botak? Sementara, topi, kacamata,



dan rambut palsu melayang di atas kepalanya menuju ke jendela kamar



mandi, tempat dua kepala keemasan menyembul. Gerald sedang



menggenggam alat pancing dengan dua kawat panjang terkait di kailnya.



Entah bagaimana dia berhasil menarik topi, kacamata sekaligus rambut



palsu Miss Drake. Mungkin itu hanya keberuntungan. Anne berlari masuk



rumah dan naik ke lantai atas. Saat dia sampai di kamar mandi, si kembar



telah melarikan diri. Gerald menjatuhkan alat pancingnya, dan dari jendela



terlihat Miss Drake yang marah-marah sambil membenahi barang-barang



miliknya, termasuk pena, dan buru-buru keluar gerbang. Untuk pertama



kali dalam hidupnya, Pamela Drake gagal menutup transaksi.



Anne menemukan si kembar tanpa rasa bersalah sedang makan apel di



beranda belakang. Sulit bagi Anne untuk menentukan sikap. Tentu saja,



kenakalan seperti tadi tak boleh dibiarkan begitu saja ... tapi Gerald telah



menolongnya dari situasi sulit dan Miss Drake ORANG menyebalkan



yang butuh diberi pelajaran. Tapi tetap saja ...



"Kau makan cacing besar," pekik Gerald. "Aku melihatnya masuk ke



tenggorokanmu."



Geraldine meletakkan apelnya dan langsung mual ... muntah-muntah.



Anne jadi sibuk. Dan ketika Geraldine membaik, tiba waktunya makan



siang dan Anne memutuskan hanya memberi Gerald teguran ringan. Lagi



pula, apa yang terjadi pada Miss Drake tak terlalu parah, dan wanita itu



mungkin akan menyimpan rapat-rapat kejadian yang memalukan itu.



"Gerald," kata Anne lembut, "apa menurutmu yang telah kau lakukan itu



adalah tindakan laki-laki sejati?"



"Enggak," kata Gerald, "tapi asyik banget. Aku pintar mancing, kan?"



Makan siangnya luar biasa. Mrs. Raymond telah menyiapkannya



sebelum pergi dan meski dia kurang tegas pada anak-anaknya, dia pintar



memasak. Gerald dan Geraldine, sibuk makan, tidak bertengkar ataupun



mempertontonkan cara makan yang lebih buruk dari anak-anak lainnya.



Setelah makan, Anne mencuci piring, meminta Geraldine membantu



mengeringkan dan Gerald membantu menata di rak. Si kembar cukup



cekatan dan Anne berpikir bahwa yang dibutuhkan kedua anak ini



hanyalah sedikit ketegasan dan pelatihan yang bijak.



***


__ADS_1



__ADS_2