
Bab28
Anne, yang sedang sibuk memeriksa kertas-kertas ujian muridnya di
malam pertengahan bulan Juni, berhenti sejenak untuk membuang ingus.
Dia sudah mengusap hidungnya berkali-kali sehingga hidungnya jadi
merah dan agak perih. Anne sedang kena pilek dan flu berat, membuatnya
tak bisa menikmati langit hijau lembut yang berada di belakang pepohonan
hemlock di Evergreens, bulan yang bersinar keputih-putihan dan
menggantung di atas Pegunungan Storm King, aroma bunga lilac dari
bawah jendela ataupun bunga iris biru di dalam vas di meja. Flu membuat
hidupnya terasa gelap dan tak menyenangkan.
"Flu di bulan Juni benar-benar tidak bermoral," katanya pada Dusty
Miller yang lagi bertengger khusyuk di jendela. "Tapi dua minggu lagi aku
akan di Green Gables yang indah dan tidak lagi disibukkan dengan kertas
ujian sambil pusing dan tak hentinya membuang ingus. Pikirkan, Dusty
Miller.""
Tampaknya Dusty Miler memikirkannya. Tapi, mungkin juga dia lagi
menduga-duga apa maksud seorang gadis muda yang berjalan tergopoh?gopoh sepanjang Spook"s Lane dan berbelok ke jalan masuk Windy
Poplars, terlihat marah, rusuh, dan sama sekali tak mirip dengan keriangan
bulan Juni. Gadis itu adalah Hazel Marr, yang baru sehari pulang dari
Kingsport dan rupanya benar-benar sedang kacau perasaannya. Karena
beberapa menit kemudian, dia menyerbu masuk ke kamar menara tempat
Anne berada, tanpa menunggu jawaban dari ketukan pintunya yang keras.
"Wah, Hazel sayang "" (HUACIIIH!) " "sudah pulang dari Kingsport,
ya? Kukira kau di sana sampai minggu depan.""
"Ya, kau pasti mengira begitu," jawab Hazel dengan kasar. "Ya, Miss
Shirley, AKU pulang. Lalu apa yang kutemukan di sini? Ternyata selama
ini kau telah membujuk Terry supaya pergi dariku " ya, itulah yang kau
lakukan dan kau berhasil."
"Hazel!" (HUACIIIH!)
"Oh, sudah kuketahui semuanya! Kau bilang pada Terry kalau aku tak
mencintainya " jadi aku menghendaki membatalkan pertunangannya "
pertunangan kami yang SUCI!"
"Hazel " Nak!" (HUACIIIH!)
"O, ya. Silakan mengejekku " ejek saja semuanya. Tapi jangan coba?coba mengingkarinya. Kau memang melakukan itu " dan kau lakukan
DENGAN SENGAJA."
"Tentu, kulakukan itu. Kau yang memintaku melakukan itu,"
"Aku " meminta " mu!"
"Di sini. Di kamar ini. Kau bilang padaku kalau kau tak mencintainya
dan tak mau menikahinya."
"Oh, iya. Tapi saat itu gejolak hatiku memang lagi begitu. Tak
kubayangkan kau akan menganggapnya serius. Kukira saat itu KAU bisa
mengerti gejolak hati anak muda. Sudah jelas, kau ini jauh lebih tua
dariku, jadi mestinya KAU tak lupa kebiasaan gadis-gadis kalau bicara "
merasa. KAU hanya pura-pura jadi temanku!"
"Ini pasti mimpi buruk," pikir Anne sambil mengusap hidungnya.
"Duduklah, Hazel " ayo duduklah."
"Duduk!" Hazel mondar-mandir dengan marah. "Bagaimana aku bisa
duduk " bagaimana orang bisa duduk kalau hidupnya jadi hancur? Oh,
jadinya seperti itu ya kalau jadi tua " iri pada kebahagiaan anak muda dan
berusaha menghancurkannya " lebih baik aku berdoa jangan pernah jadi
tua."
__ADS_1
Tiba-tiba tangan Anne menjentik telinga Hazel. Dan tanpa dia sadari
tangannya telah terayun, sehingga Anne sendiri hampir-hampir tak
menyadari bahwa dia telah melakukannya. Tapi Anne memang merasa
gadis ini perlu ditegur.
"Kalau kau tak bisa duduk dan bicara dengan tenang, Hazel, sebaiknya
kau pergi saja dari sini," (Anne bersin keras sekali!) "Aku banyak
kerjaan." (Anne mendengus-dengus membersihkan hidungnya!)
"Aku tak akan pergi sebelum kukatakan padamu apa yang kupikirkan
tentang dirimu. Oh, aku tahu kalau dirikulah satu-satunya yang disalahkan
" mestinya kusadari itu " tapi memang aku SADAR. Pertama kali
kulihat dirimu, naluriku mengatakan kalau kau itu orang BERBAHAYA.
Orang yang rambutnya merah dan matanya hijau! Tapi tak pernah
KUBAYANGKAN kau sampai berani-beraninya bikin masalah antara aku
dan Terry. Setidak-tidaknya, aku juga berpikir kalau kau itu orang
BERIMAN. Tak pernah kudengar ada orang beriman yang berbuat begitu.
Yah, kau telah mematahkan hatiku kalau itu bisa bikin puas hatimu."
"Dasar kau anak konyol ..."
"Aku tak mau bicara denganmu! Oh, Terry dan aku dulunya begitu
bahagia hingga kau merusak segalanya. Saat itu aku begitu bahagia "
karena jadi gadis pertama yang bertunangan di antara teman-temanku.
Bahkan pernikahanku pun sudah aku rencanakan " akan ada empat
pengiring pengantin bergaun sutra biru dengan pita ungu. Begitu jelita!
Oh, tak tahu lagi, apakah aku benci atau kasihan sekali padamu! Oh,
bagaimana bisa kau berbuat seperti ini padaku " padahal aku begitu
MENYAYANGIMU " MEMERCAYAIMU " dan MEYAKINIMU!"
Suara Hazel pecah " matanya berlinangan air mata " dia merebahkan
diri tragis di kursi goyang.
padaku," pikir Anne, "tapi tak diragukan lagi kalau aku memperhatikan
semua yang kau ucapkan."
"Ini pasti akan membunuh Mama," Hazel sesenggukan. "Mama begitu
senang " SETIAP ORANG senang " semua menganggap kami
pasangan yang ideal. Oh, dapatkah SEGALANYA jadi seperti dulu lagi?"
"Tunggu saja sampai malam purnama tiba dan coba lagi," kata Anne
lembut.
"Oh, ya, tertawalah Miss Shirley " tertawakanlah penderitaanku. Kau
pasti menganggap semua ini lucu ... lucu sekali! KAU tak paham apa itu
penderitaan! Penderitaan itu menyakitkan " ya, MENYAKITKAN!"
Anne melihat jam dan bersin. "Kalau begitu jangan menderita,"
komentarnya tega.
"Aku AKAN menderita. Perasaanku SANGAT dalam. Memang, jiwa
yang DANGKAL tak akan menderita. Tapi, syukurlah, aku BUKANLAH
orang yang berjiwa dangkal. Apa kau punya bayangan apa artinya jatuh
cinta, Miss Shirley? Jatuh cinta yang sesungguhnya, yang dalam dan
BEGITU INDAH? Kau berikan kepercayaanmu dan tertipu? Aku pergi ke
Kingsport dengan SANGAT bahagia " mencintai semuanya! Aku
berpesan pada Terry agar menjagamu baik-baik saat kutinggalkan "
jangan sampai membiarkan dirimu kesepian. Kemarin malam aku pulang
BEGITU bahagia. Lalu dia bilang padaku kalau dia tak mencintaiku lagi
" bahwa pertunangan kami adalah sebuah kesalahan " KESALAHAN!
... dan KAU-lah yang bilang padanya kalau aku tak peduli lagi padanya
dan ingin BEBAS."
__ADS_1
"Niatku mulia," kata Anne sambil tertawa. Selera humornya yang nakal
menyelamatkannya dari rasa bersalah dan dia menertawakan dirinya
sendiri sekaligus kekonyolan Hazel.
"Oh, dan bisa kau bayangkan BAGAIMANA aku jalani malam itu?"
kata Hazel kacau. "Aku mondar-mandir tanpa henti. Dan kau tak tahu "
bahkan kau tak akan bisa MEMBAYANGKAN apa yang kujalani hari itu.
Aku harus duduk dan mendengarkan " benar-benar MENDENGARKAN
" orang-orang membicarakan betapa Terry tergila-gilanya padamu. Oh,
orang-orang melihatmu! MEREKA tahu apa yang kau perbuat. Dan
kenapa " KENAPA! Itu yang aku TAK BISA mengerti. Padahal kau
sudah punya kekasih " kenapa kau tak bisa membiarkanku mencintai
kekasihku? Apa masalahmu padaku? Apa yang pernah KULAKUKAN
padamu?"
"Kukira," jawab Anne jengkel, "kau dan Terry butuh pukulan di pantat.
Nah, kalau kau tak terlalu marah untuk mendengarkan alasanku ..."
"Oh, aku tak MARAH, Miss Shirley " hanya SAKIT " benar-benar
sakit," jawabnya nyaris tersedu. "Kurasa aku telah dikhianati dalam
SEMUA hal " dalam persahabatan juga dalam percintaan. Yah,
setidaknya kata orang, begitu kau patah hati kau tak pernah menderita lagi.
Semoga ini benar, tapi aku khawatir ini tidak benar,"
"Apa yang terjadi dengan ambisimu, Hazel? Bagaimana dengan pasien
jutawan dan vila bulan madu di laut biru Mediterania?"
"Aku tak paham apa yang sedang kau bicarakan, Miss Shirley. Aku tak
terlalu ambisius " aku bukanlah wanita modern seperti itu. Ambisiku
hanyalah menjadi seorang istri yang bahagia dan menjadikan keluarga
bahagia bagi suamiku. TAPI ITU DULU! Sekarang semua sudah
terlambat! Yah, harusnya aku tak memercayai SIAPA PUN! Aku sudah
belajar ITU. Pelajaran yang menyakitkan, menyakitkan sekali!"
Hazel menyeka matanya dan Anne mengusap hidupnya, dan Dusty
Miller menatap marah ke bintang malam.
"Kurasa, sebaiknya kau pergi, Hazel. Aku sangat sibuk dan sepertinya
tak ada gunanya lagi memperpanjang percakapan ini."
Hazel berjalan ke pintu dengan gaya Ratu Mary dari Skotlandia yang
penuh harga diri menuju ke tiang gantungan, lalu berbalik dengan
dramatis.
"Selamat tinggal, Miss Shirley. Semoga nuranimu tak terbebani."
Anne, ditinggalkan sendirian dengan nuraninya, meletakkan pena, bersin
tiga kali dan menegur diri sendiri. "Boleh saja kau sarjana Miss Shirley,
tapi ada hal-hal yang masih perlu kau pelajari " hal-hal yang harusnya
kau simak saat Rebecca Dew memberitahumu dulu! Jujurlah pada dirimu
sendiri, Sayangku, dan akuilah kesalahanmu seperti wanita kesatria.
Akuilah bahwa kau telah terhanyut oleh oleh pujian-pujian yang menjilat.
Akuilah bahwa kau benar-benar suka pujian Hazel padamu. Akuilah
bahwa kau merasa senang dipuja-puja. Akuilah bahwa kau suka jadi sosok
penyelamat " menyelamatkan orang dari kekonyolannya padahal orang
itu tak menghendakinya. Dan setelah mengakui semua itu, merasa lebih
bijak dan sedih, dan lebih tua beberapa ribu tahun, sekarang ambil penamu
dan teruskan mengoreksi kertas ujian, jangan lupa menulis catatan bahwa
Myra Pringle mengira malaikat seraphim adalah "binatang yang jumlahnya
banyak di Afrika"."
***
__ADS_1