
Bab36
Jarvis Morrow menemani Anne pulang dari upacara Kelulusan Sekolah
Menengah dan menceritakan kesengsaraannya.
"Kau harus lari dengannya Jarvis. Semua orang mengatakan begitu.
Sebenarnya aku tidak menyetujui kawin lari" ("Aku mengatakan itu
seakan-akan seperti guru yang sudah berpengalaman 40 tahun saja," pikir
Anne tersenyum dalam hati) "tapi ada pengecualian untuk semua aturan."
"Butuh dua orang untuk membuat kesepakatan, Anne. Aku tak bisa
kawin lari sendirian. Dovie sangat takut pada ayahnya, aku tidak dapat
membuatnya setuju untuk kawin lari. Padahal kami sebenarnya tak bisa
dibilang kawin lari ... sungguh. Dia hanya perlu datang ke rumah kakakku
Julia ... Mrs. Stevens, kau tahu ... di malam yang telah ditentukan. Pendeta
sudah akan menunggu di sana dan kami akan menikah dengan cara
terhormat demi menyenangkan semua orang dan menghabiskan bulan
madu dengan Bibi Bertha di Kingsport. Sesederhana itu. Tapi Dovie tidak
berani. Kekasihku yang malang itu sudah terlalu lama dalam kekuasaan
ayahnya, sehingga dia tak punya lagi kekuatan untuk melawan."
"Kau harus membuat Dovie mau melakukannya, Jarvis."
"Demi Tuhan, apa menurutmu aku belum mencobanya, Anne? Aku
sudah memohon habis-habisan padanya. Ketika dia bersamaku, Dovie
hampir mau melakukannya, tapi begitu dia sampai di rumah dia mengirim
pesan kalau tak bisa melakukannya. Kedengarannya aneh, Anne, tetapi
anak malang itu sepertinya benar-benar mencintai ayahnya dan tidak
berani mengambil risiko bahwa ayahnya tak akan pernah memaafkan
dirinya karena kawin lari."
"Kau harus membuatnya memilih antara ayahnya atau dirimu."
"Dan kalau dia memilih ayahnya?"
"Kurasa kau tak perlu khawatir tentang itu."
"Yah, kau, kan, tak pernah tahu," kata Jarvis sedih. "Tetapi keputusan
harus segera diambil. Aku tidak dapat bertahan seperti ini selamanya. Aku
__ADS_1
tergila-gila pada Dovie ... semua orang di Summerside tahu itu. Dia
bagaikan mawar merah kecil yang tak terjangkau ... aku HARUS
meraihnya, Anne."
"Puisi memang indah, tapi itu tak akan membantumu, Jarvis," kata Anne
tenang. "Ini memang kedengarannya seperti komentar, dari Rebecca Dew,
tapi ini benar. Yang kau butuhkan dalam masalah adalah akal sehat.
Katakan pada Dovie bahwa kau sudah lelah akan semua ini dan dia harus
memilihmu atau kau meninggalkannya. Jika Dovie ternyata tak cukup
mencintaimu untuk berani meninggalkan ayahnya demi kamu, kau harus
menerimanya."
Jarvis mengerang, "Kau tak tahu rasanya berada di bawah kekuasaan
Franklin Westcott seumur hidupmu, sih, Anne. Kau belum menyadari
seperti apa pria itu. Baiklah, aku akan berusaha untuk yang terakhir
kalinya. Seperti yang kau katakan, jika Dovie sungguh peduli akan diriku,
dia akan datang padaku ... dan jika tidak, yah, setidaknya aku akan
mendapat kepastian meski ini yang terburuk. Aku mulai merasa bahwa
"Jika kau mulai merasa seperti itu," pikir Anne, "Dovie harus berhati?hati."
Dovie menyelinap ke Windy Poplars beberapa malam kemudian untuk
berkonsultasi pada Anne.
"Apa yang harus kulakukan, Anne? Apa yang BISA kulakukan? Jarvis
ingin kawin lari ... serius. Ayah akan berada di Charlottetown minggu
depan menghadiri sebuah perjamuan Mason ... dan ini AKAN menjadi
kesempatan yang bagus bagi kami. Bibi Maggie tidak akan curiga. Jarvis
ingin aku pergi ke rumah Mrs. Stevens dan kami akan menikah di sana."
"Dan mengapa tidak, Dovie?"
"Oh, Anne, menurutmu haruskah aku melakukannya?" Dovie
mendongakkan wajahnya yang cantik dengan syahdu. "Kumohon, tolong
tentukan keputusan untukku. Aku benar-benar bingung." Suara Dovie
pecah dan dia tersedu. "Oh, Anne, kau tidak tahu Ayah. Dia membenci
Jarvis ... aku tak tahu kenapa ... bisakah kau bayangkan sebabnya?
__ADS_1
Bagaimana seseorang dapat MEMBENCI Jarvis? Ketika pertama kali dia
mengunjungiku, Ayah melarangnya datang ke rumah dan mengatakan
bahwa dia akan menyuruh anjing kami menggigitnya jika Jarvis berani
datang lagi ... bulldog kami yang besar. Kau tahu anjing itu tak akan mau
melepaskan gigitan begitu mereka mendapatkan mangsa. Dan Ayah tak
akan pernah memaafkanku jika aku lari bersama Jarvis."
"Kau harus memilih di antara mereka, Dovie."
"Itu juga yang dikatakan Jarvis," tangis Dovie. "Oh, dia tegas sekali
padaku ... aku belum pernah melihatnya seperti itu sebelumnya. Dan aku
tak bisa ... TAK BISA hi ... i ... i ... dup tanpanya, Anne."
"Jika seperti itu, hiduplah dengannya gadisku tersayang. Dan jangan
menyebutnya kawin lari. Datang ke Summerside dan menikah dihadiri
teman-teman bukanlah kawin lari."
"Ayah akan menyebutnya kawin lari," kata Dovie tersedu sedan. "Tapi
aku akan mengikuti nasihatmu, Anne. Aku yakin kau tak akan
membawaku ke jalan yang salah. Aku akan mengatakan pada Jarvis untuk
melanjutkan rencananya mendapatkan izin perkawinan dan aku akan
datang ke rumah kakaknya di malam ketika Ayah pergi ke Charlottetown
minggu depan."
Beberapa waktu kemudian, dengan penuh kemenangan, Jarvis
mengatakan pada Anne bahwa Dovie akhirnya luluh juga. "Aku akan
menunggunya di ujung jalan Selasa malam depan ... dia tak
membolehkanku pergi ke rumahnya karena takut jika Bibi Maggie
melihatku ... dan kami akan pergi ke rumah Julia untuk menikah. Semua
sanak saudaraku akan hadir, jadi ini mungkin bisa membuat kekasihku
tersayang merasa sedikit nyaman. Franklin Westcott mengatakan bahwa
aku tidak akan pernah mendapatkan putrinya. Akan kutunjukkan padanya
bahwa dia salah."
***
__ADS_1