Anne of Windy Poplars

Anne of Windy Poplars
Episode 43


__ADS_3

Bab43



Ruangan terasa berputar. Perabotan bergerak-gerak seperti kena gempa.



Ranjangnya ... bagaimana mungkin dia berada di ranjang? Seseorang



memakai topi putih keluar dari dari pintu. Pintu apa? Kepalanya terasa



aneh sekali! Ada suara-suara di suatu tempat ... suara berbisik. Elizabeth



tak bisa melihat siapa yang bicara, tetapi dia tahu mereka adalah Miss



Shirley dan si pria.



Apa yang sedang mereka bicarakan? Elizabeth mendengar penggalan



kalimat di sana-sini, bergumam tak jelas.



"Apakah Anda yakin ...?" suara Miss Shirley gembira.



"Ya " suratmu ... harus melihatnya sendiri ... sebelum Mrs. Campbell



" Awan Terbang adalah peristirahatan musim panas General Manager



kami""



Andai saja kamar ini berhenti berputar! Sungguh, segala sesuatu terasa



agak aneh di Hari Esok. Kalau saja Elizabeth bisa memalingkan kepala



dan melihat mereka ... dia mendesah panjang.



Lalu mereka menghampiri tempat tidurnya " Miss Shirley dan sang



pria. Miss Shirley terlihat tinggi dan putih, seperti setangkai bunga lily,



seolah baru saja melewati sebuah pengalaman mengerikan, namun dengan


__ADS_1


sinar kebahagiaan yang memancar dari dalam dirinya ... seakan sinar



keemasan matahari yang memenuhi ruangan. Sang pria tersenyum



padanya. Elizabeth merasa bahwa pria itu sangat mencintainya dan ada



sebuah rahasia, yang lembut dan indah, di antara mereka berdua yang akan



segera diketahuinya begitu dia memahami bahasa di Hari Esok.



"Apa kau merasa baikan, Sayang?" tanya Miss Shirley.



"Apakah aku sakit?"



"Kau tertabrak kereta kuda yang lepas kendali di jalan," jelas Miss



Shirley. "Aku " aku kurang cepat. Kukira telah meninggal. Aku segera



membawamu kembali ke pulau dengan sampan, lalu pria ini menelepon




"Apakah aku akan mati?" tanya si kecil Elizabeth.



"Tidak, Sayang. Kau hanya pingsan dan akan segera membaik. Dan,



Elizabeth sayang, pria ini adalah ayahmu."



"Ayah berada di Prancis. Apakah aku juga di Prancis?" Elizabeth tidak



terkejut akan berita ini. Bukankah ini Hari Esok? Selain itu, dia masih



agak pusing.



"Ayah sepenuhnya berada di sini, Manisku." Suara pria itu sangat



menyenangkan ... kau bisa mencintainya hanya karena suaranya. Pria itu



membungkuk dan menciumnya. "Aku telah datang untukmu. Kita takkan

__ADS_1



terpisahkan lagi."



Wanita yang memakai kap putih masuk kembali. Elizabeth tahu semua



yang ingin dia katakan harus dikatakannya sekarang sebelum dia tidur lagi.



"Apakah kita akan hidup bersama?"



"Selalu," jawab ayahnya.



"Dan apakah Nenek dan si Wanita juga tinggal bersama kita?"



"Tidak," kata Ayah.



Sinar keemasan matahari terbenam mulai memudar dan si perawat



sedang menatapnya penuh teguran. Namun Elizabeth tak peduli.



"Aku telah menemukan Hari Esok," katanya, saat perawat mengantarkan



Ayah dan Miss Shirley keluar.



"Aku telah menemukan harta karun yang tak kusadari bahwa aku



memilikinya," kata Ayah, saat perawat menutup pintu di belakangnya.



"Dan aku takkan berhenti berterima kasih untuk suratmu, Miss Shirley."



"Jadi," tulis Anne pada Gilbert malam itu, "jalan misterius si kecil



Elizabeth telah mengantarnya pada kebahagiaan dan akhir dari dunianya



yang dahulu."



***



__ADS_1


__ADS_2