Anne of Windy Poplars

Anne of Windy Poplars
Episode 44


__ADS_3

Bab44



"Windy Poplars,



"Spook"s Lane,



"(Untuk yang terakhir kali),



"27 Juni



"YANG TERSAYANG:



"Aku telah tiba pada tikungan yang lain. Aku telah banyak menulis



surat untukmu di kamar menara ini selama tiga tahun terakhir. Kurasa ini



adalah surat terakhir yang akan kutuliskan untukmu dalam waktu lama.



Karena setelah ini kita takkan membutuhkan surat lagi. Hanya dalam



beberapa minggu dari sekarang, kita akan saling memiliki selamanya ...



kita akan bersama. Bayangkan saja ... bersama ... mengobrol, berjalan,



makan, bermimpi, berencana bersama ... berbagi kisah bahagia bersama ...



membangun rumah impian. Rumah KITA! Tidakkah itu terdengar 'mistik



dan menakjubkan', Gilbert? Aku sering membayangkan rumah-rumah



impian selama hidupku dan kini salah satunya akan terwujud. Sedangkan



dengan siapa aku ingin membagi rumah impianku " yah, akan kukatakan



padamu pada jam empat tahun depan.



"Awalnya tiga tahun terasa sangat lama, Gilbert. Dan sekarang waktu



tiga tahun berlalu sekejap mata. Tiga tahun yang bahagia ... kecuali



beberapa bulan awal perseteruanku dengan keluarga Pringle. Setelah itu,



hidup seolah mengalir bagai sungai emas yang menyenangkan dan



permusuhan lamaku dengan klan Pringle terasa seperti mimpi. Mereka



menyukaiku sekarang apa adanya " mereka telah melupakan pernah



membenciku. Cora Pringle, salah seorang anak janda keluarga Pringle,



membawakanku sebuket bunga mawar kemarin dan di tangkainya



tergulung kertas bertuliskan, "kepada guru termanis di seluruh dunia."



Bayangkan, mendapatkan itu dari seorang Pringle!



"Jen patah hati karena aku akan pergi. Aku akan memperhatikan karier



Jen dengan penuh minat. Dia gadis pintar dan agak tak bisa ditebak. Satu



hal yang pasti " dia takkan menjadi orang biasa. Tak mungkin dia sangat



mirip Becky Sharp kalau hanya akan jadi orang biasa-biasa saja.



"Lewis Allen akan masuk ke McGill. Sophy Sinclair akan pergi ke



Queen"s. Kemudian dia berencana untuk mengajar sampai memiliki cukup



uang untuk belajar di Sekolah Drama di Kingsport. Myra Pringle akan



"terjun ke masyarakat" pada musim gugur. Dia sangat cantik sehingga



takkan jadi masalah jika dia tidak memahami sebuah tata bahasa.



"Dan tak ada lagi tetangga kecil di sisi lain gerbang. Si kecil Elizabeth



telah pergi selamanya dari rumah suram itu ... pergi pada menuju Hari



Esok-nya. Kalau aku terus tinggal di Summerside, pasti aku akan kecewa,



merindukannya. Namun, akhirnya aku senang. Pierce Grayson membawa



Elizabeth untuk tinggal bersamanya. Dia takkan kembali ke Paris, tapi



akan tinggal di Boston. Elizabeth menangis saat kami berpisah, tapi dia



sangat bahagia bersama ayahnya dan aku yakin air matanya akan segera



kering. Mrs. Campbell dan si wanita sangat marah dengan kejadian ini dan



menyalahkanku " yang aku terima dengan penuh sukacita dan tanpa



penyesalan.



"Dia memiliki rumah yang baik di sini," kata Mrs. Campbell berbangga.



"Tempat dia tak pernah mendengar secuil pun kata sayang," bantahku



dalam hati.



"Kurasa, aku akan selalu menjadi Betty sekarang, Miss Shirley sayang,"



adalah kata-kata Elizabeth yang terakhir. "Kecuali," tambahnya, "saat aku



merindukanmu, aku akan menjadi Lizzie."



"Jangan kau berani menjadi Lizzie, apa pun yang terjadi," kataku.



Kami saling melemparkan ciuman sepanjang keretanya masih terlihat,



lalu aku naik ke kamar menaraku dengan mata yang basah oleh air mata.



Elizabeth sangat manis, sebuah emas kecil. Bagiku dia selalu seperti harpa



sang dewa angin, yang dawainya bergetar oleh embusan kasih sayang



yang diarahkan padanya. Menyenangkan sekali bisa menjadi temannya.



Semoga Pierce Grayson menyadari bahwa dia memiliki putri yang



istimewa " dan kurasa dia tahu. Dia terdengar sangat bersyukur dan



penuh penyesalan.



"Aku tidak menyadari dia bukan lagi seorang bayi," katanya, "dan


__ADS_1


betapa tak menyenangkannya lingkungan tempat tinggalnya selama ini.



Beribu-ribu terima kasih untuk semua yang telah kau lakukan untuknya."



"Kami membingkai peta negeri dongeng kami dan memberikannya



sebagai hadiah perpisahan pada Elizabeth.



"Aku sedih karena harus meninggalkan Windy Poplars. Memang, aku



agak bosan tinggal berpindah-pindah, tapi aku jadi mencintai rumah ini ...



mencintai jam-jam sejuk saat aku melamun pagi di dekat jendela ...



mencintai ranjang yang kunaiki setiap malam ... mencintai bantal donat



biruku ... mencintai semua angin yang bertiup. Aku takut takkan dapat



akrab bersama angin lagi seperti saat di sini. Dan akankah aku bisa



memiliki kamar lagi tempat aku bisa melihat matahari terbit dan



tenggelam?



"Aku telah selesai dengan Windy Poplars dan tahun-tahun yang terikat



dengannya. Dan aku tetap teguh. Aku tak pernah memberitahukan rahasia



tentang lubang persembunyian Bibi Chatty pada Bibi Kate atau rahasia



masker krim susu mereka.



"Kurasa mereka semua sedih melihat kepergianku ... dan aku senang.



Mengerikan sekali bila mereka senang akan kepergianku ... atau mereka



tak akan merindukanku sama sekali. Rebecca Dew telah membuatkan



semua makanan kesukaanku untuk seminggu ... dia bahkan mengorbankan



sepuluh telur untuk membuat angel-cake DUA KALI " dan



menggunakan porselen terbaik. Dan mata cokelat lembut Bibi Chatty



selalu berkaca-kaca tiap kali kusebut tentang kepergianku. Bahkan Dusty



Miller pun memandangku penuh sesal.



"Minggu lalu aku menerima sebuah surat yang panjang dari Katherine.



Dia berbakat menulis surat rupanya. Dia mendapatkan pekerjaan sebagai



sekretaris pribadi seorang anggota parlemen yang sering keliling dunia.



Mengesankan sekali kata-kata "keliling dunia" ya! Dengan mudah



seseorang bisa bilang "Ayo ke Mesir," seperti bilang, "Ayo ke



Charlottetown" ... dan PERGI saja! Kehidupan seperti itu cocok sekali



buat Katherine.



"Katherine bilang semua perubahan diri dan masa depannya adalah




kau lakukan pada hidupku," tulisnya. Yah, kurasa aku memang membantu



sedikit. Dan awalnya memang tidak mudah. Dia judes sekali, dan sering



mengolok saran-saranku untuk perbaikan sekolah. Tapi, sekarang aku



sudah melupakan semuanya. Sikap buruknya itu terlahir dari pengalaman



hidupnya yang pahit



"Setiap orang mengundangku untuk makan malam ... bahkan Pauline



Gibson. Mrs. Gibson tua meninggal beberapa bulan yang lalu, maka



Pauline berani mengundangku. Dan aku pergi lagi ke rumah Tomgallon



untuk makan malam bersama Miss Minerva dan mendengarkan kisah



kutukan kebanggaannya lagi. Tapi aku bersenang-senang, menyantap



makanan lezat yang disajikan Miss Minerva, dan dia juga bersenang?senang menceritakan beberapa tragedi lagi. Dia tak dapat



menyembunyikan kenyataan bahwa dia merasa kasihan pada semua orang



yang bukan keturunan Tomgallon, namun dia memberiku beberapa pujian



manis dan memberiku sebuah cincin dengan batu aquamarine ... warnanya



biru kehijauan. Cincin itu adalah hadiah dari ayahnya saat ulang tahun



Miss Minerva ke delapan belas " "saat aku masih muda dan cantik,



Sayang, " LUMAYAN cantik, aku boleh mengatakannya, kurasa." Aku



bahagia cincin ini milik Miss Minerva dan bukan milik istri dari Paman



Alexander. Aku yakin aku takkan bisa memakainya kalau memang



demikian. Cincin ini sangat indah, mengandung pesona misteri perhiasan



dari lautan.



"Rumah Tomgallon jelas sangat indah, khususnya saat ini ketika



halamannya dipenuhi daun dan bunga. Tetapi aku takkan mau menukarkan



rumah impianku dengan rumah Tomgallon lengkap dengan hantu?hantunya.



"Meskipun orang bilang punya hantu itu adalah tren gaya bangsawan.



Satu-satunya penyesalanku dengan Spook"s Lane atau jalan hantu adalah



jalan ini sama sekali tak berhantu.



"Aku pergi ke pemakaman tua kemarin sore untuk berkeliling yang



terakhir kali " berjalan berkeliling dan penasaran apakah Herbert Pringle



kadang menertawai dirinya sendiri di dalam kubur. Dan aku mengucapkan



selamat tinggal malam ini kepada pegunungan tua Storm King, dengan

__ADS_1



matahari terbenam di ujungnya dan lembah kecil berliku di keremangan



senja.



"Aku sedikit lelah setelah masa ujian dan perpisahan dan persiapan "hal?hal terakhir". Seminggu setelah aku kembali ke Green Gables aku akan



bermalas-malas " takkan melakukan apa pun kecuali berlari bebas di



padang rumput hijau di bawah matahari musim panas. Aku akan melamun



di tepi Buih-Buih Dryad di senja hari. Bersampan di Danau Riak Air



Berkilau dengan sampan dari kemilau sinar rembulan ... atau di sampan



Mr. Barry, bila sampan sinar rembulan sulit didapat. Aku akan memetik



bunga matahari dan bunga lonceng di Hutan Berhantu. Aku akan mencari



rimbunan stroberi liar di padang rumput Harrison. Aku akan berdansa



bersama kunang-kunang di Kanopi Kekasih serta mengunjungi taman



terlupakan, Hester Gray " dan duduk di pintu belakang di bawah bintang?bintang dan mendengarkan lautan memanggil dalam tidurnya.



"Dan ketika minggu itu berakhir KAU akan berada di rumah " dan aku



takkan menginginkan yang lain."



Keesokan harinya ketika tiba waktunya bagi Anne untuk mengucapkan



selamat tinggal pada seluruh warga Windy Poplars, Rebecca Dew tak ada.



Sebaliknya, Bibi Kate dengan muram memberikan sepucuk surat pada



Anne.



"Miss Shirley, Sayang," tulis Rebecca Dew, "aku menulis surat ini



sebagai ucapan perpisahan karena aku tak yakin diriku mampu



mengatakannya langsung.



Selama tiga tahun kau telah tinggal di rumah kami. Pemilik dari jiwa



yang bersemangat dan penuh kegembiraan masa muda, kau tak pernah



terhanyut pada kesenangan duniawi yang sia-sia. Kau telah bersikap



sangat baik dalam setiap kejadian. Terutama pada aku yang menulis surat



sederhana ini, kau bersikap sangat istimewa. Kau selalu menjunjung



perasaanku dan setiap kali aku mengingat kau akan pergi, kemurungan



menyelimuti jiwaku. Namun, kita tak boleh mengeluhkan apa yang telah



digariskan Tuhan. (1 Samuel, ke 29 dan 18.) "Kau akan diratapi oleh



semua orang di Summerside yang berkesempatan mengenalmu, dan



penghormatan dari seseorang yang rendah hati akan selalu tertuju padamu,



dan aku akan selalu mendoakan kebahagiaanmu di dunia dan keabadian



nantinya.



"Sesuatu membisikkan padaku bahwa kau tak lama lagi akan menjadi



"Miss Shirley", kau akan segera diikat dalam persatuan jiwa dengan



seseorang yang menjadi pilihan hatimu. Seseorang yang, menurut kabar



yang kudengar adalah seorang pemuda luar biasa. Aku sendiri, yang tak



punya banyak daya tarik dan mulai dirambati usia (meski aku masih punya



waktu beberapa tahun), tak pernah membiarkan dirinya berpikir mengenai



perkawinan. Tapi dia tak menyangkal kebahagiaan saat menghadiri



upacara pernikahan sahabat-sahabatnya. dan bolehkah aku mendoakan



harapan agar kehidupan perkawinanmu langgeng dan penuh berkat?



(Hanya jangan terlalu berharap banyak dari seorang pria.)



"Penghargaan dan kasih sayangku padamu takkan pernah berkurang, dan



sesekali jika kau tidak sedang sibuk, maukah kau mengingat bahwa ada



seseorang yang menyayangimu,



"Pelayanmu yang setia,



"REBECCA DEW.



N.B.: Tuhan menyertaimu.



Mata Anne berkabut saat melipat surat itu. Walaupun Anne curiga



bahwa Rebecca Dew menyalin sebagian besar isi suratnya dari buku



Panduan Perilaku dan Etika, semuanya terasa tulus, dan N.B.-nya jelas



berasal dari lubuk hati Rebecca Dew yang penuh kasih.



"Katakan pada Rebecca Dew tersayang bahwa aku tak akan



melupakannya dan aku akan kembali untuk menemui kalian setiap musim



panas."



"Kami memiliki kenangan tentangmu yang tak akan bisa dilupakan,"



isak Bibi Chatty.



"Tak mungkin," tambah Bibi Kate bersungguh-sungguh.



Namun, saat kereta yang ditumpangi Anne makin jauh meninggalkan



Windy Poplars, pesan terakhir yang terlihat adalah sebuah handuk mandi



putih yang dikibas-kibaskan penuh semangat dari jendela menara. Rebecca



Dew-lah yang mengibarkannya.

__ADS_1


__ADS_2