Anne of Windy Poplars

Anne of Windy Poplars
Episode 6


__ADS_3

Bab6



"Kulangkahkan kakiku ke makam petang ini," tulis Anne kepada



Gilbert begitu sampai di rumah. "Menurutku 'kulangkahkan kaki' adalah



frasa yang indah dan aku berusaha menggunakannya sesering yang kubisa.



Mungkin aneh jika kukatakan aku menikmati jalan-jalanku di makam, tapi



aku memang menikmatinya. Kisah-kisah yang dituturkan Miss Valentine



lucu sekali. Komedi dan tragedi memang begitu berjalinan dalam



kehidupan, Gilbert. Satu-satunya kisah yang menghantuiku adalah kisah



pasangan yang hidup berdua selama lima puluh tahun dan saling



membenci sepanjang waktu. Tak bisa kupercaya kalau mereka berdua



benar-benar saling membenci. Ada yang bilang kalau 'benci itu hanyalah



cinta yang tersesat dari jalannya', Aku yakin bahwa di balik rasa kebencian



itu sebenarnya keduanya saling mencintai " sama seperti bertahun-tahun



saat aku mengira bahwa diriku membencimu " dan kurasa kematian



akhirnya menunjukkan adanya rasa cinta di antara keduanya. Aku bahagia



karena bisa menemukan cinta saat aku masih hidup. Dan kutemukan pula,



ADA sebagian keluarga Pringle yang baik " tapi mereka sudah almarhum



semua.

__ADS_1



"Kemarin malam ketika aku bangun mau mengambil minum, kulihat



Bibi Kate sedang merawat mukanya dengan krim susu di dapur. Dia



memintaku untuk tidak menceritakannya pada Chatty " karena Chatty



akan menganggapnya konyol. Aku janji tak akan bercerita.



"Elizabeth masih datang mengambil sendiri susunya meskipun si Wanita



sudah sembuh dari batuknya. Aku heran mereka ternyata mengizinkan



Elizabeth menemuiku, terutama karena Mrs. Campbell itu seorang Pringle.



Sabtu malam kemarin Elizabeth " kurasa malam itu dia jadi Betty "



berlari sambil bersenandung saat dia pergi meninggalkanku dan dengan




hampir hari Sabat, jangan menyanyikan lagu Itu." Aku yakin Wanita itu



akan menghalangi Elizabeth menyanyi kapan pun kalau dia bisa!



"Malam itu Elizabeth mengenakan gaun baru, warna merah tua "



mereka MEMANG mengurus pakaiannya dengan baik " dan dengan



sendu Elizabeth berucap, "Malam ini kelihatannya aku lumayan cantik



pakai gaun ini, Miss Shirley, andai saja Ayah bisa melihatku seperti ini.



Tentu saja bisa, Ayah bisa melihatku seperti ini kelak di Hari Esok " tapi



kadang rasanya Hari Esok begitu lambat datang. Andai saja kita bisa

__ADS_1



mempercepat waktu sedikit saja, Miss Shirley."



"Sayang, sekarang aku harus berlatih mengerjakan soal-soal Geometri.



Latihan soal-soal Geometri sekarang menggantikan apa yang disebut



Rebecca sebagai "karya sastraku". Momok yang menghantuiku saat ini



adalah ketakutan bila ada soal Geometri yang tiba-tiba ditanyakan murid



di kelas dan aku tak bisa mengerjakannya. Aku tak bisa membayangkan



apa yang akan dikatakan klan Pringle kalau itu terjadi!



"Sebagai tambahan, karena kau sayang aku dan bangsa kucing,



berdoalah untuk kucing jantan malang yang sedang dianiaya. Suatu hari



seekor tikus berlari menabrak kaki Rebecca Dew di dapur dan sejak



peristiwa itu dia selalu marah-marah pada Dusty Miller. "Kucing itu tak



bisa apa-apa! Cuma tidur dan membiarkan tikus-tikus berseliweran. INI



keterlaluan, aku tak tahan lagi." Maka Rebecca Dew menghalau kucing itu



kesana kemari, menariknya dari bantal kesukaannya dan " ya, aku



menyaksikannya sendiri, Rebecca Dew nyaris menendang kucing itu saat



menyuruhnya keluar.



***


__ADS_1



__ADS_2