Apel Merah

Apel Merah
Menginap


__ADS_3

Karena orangtua Lucy belum pulang juga hingga jam 8 malam (sementara Fara sudah pulang dari jam 6, menyapa Chris, si cowok ganteng dengan heboh, juga sirik pada kakaknya yang bisa macarin cowok ganteng alami ini), Chris tidak mau pulang. Dia mau menunggu orangtua Lucy pulang, tidak mau membiarkan Lucy dan Fara hanya berdua di rumah.


Akhirnya jam setengah sepuluh kurang, terdengar mobil di luar. Orangtua Lucy sudah pulang (ternyata mereka baru dari rumah saudara makanya tak biasa pulang semalam ini).


Orangtua Lucy begitu welcome saat Chris diperkenalkan Lucy. Dan dengan paksaan yang begitu hebat, mau tak mau Chris menginap malam ini. Fara terkekeh puas.


Lucy mengantar Chris ke kamar Fara (karena tak ada kamar lagi; Fara sudah tidur di kamar Lucy).


“Maaf ya, kamu jadi tidur disini…” ucap Lucy sambil membawa selimut yang lebih besar untuk Chris. “Maklum aja di rumahku ga ada kamar tamu…”


Chris tersenyum. Dia memandang kamar yang memang anak kecil banget itu. Wallpaper langit pelangi dan peri; ranjang yang bedcovernya kartun Disney dan pernak pernik lainnya yang memang anak SMP banget.


“Kamu ga akan ngasih tau keluarga kamu?” tanya Lucy duduk di sebelah Chris.


Chris diam. Menghubungi keluarganya? Hal yang paling konyol yang pernah ia dengar. Ayahnya pasti tak peduli dan ibunya setelah pulang kerja pasti langsung ke kamar. Farel? Dia tidak mungkin sedih. mungkin senang dan berharap Chris tak kembali?


Lucy tersenyum tipis melihat ekspresi cowok itu. “Chris… Aku percaya suatu saat nanti semuanya akan berubah. Percaya deh. Papamu… juga farel dan sepupumu yang lain…”

__ADS_1


Chris menoleh, melihat ketulusan Lucy. Akhirnya Chris mengangguk saja.


“Semangat! Ayo semangat, Christopher!!”


Chris tertawa pelan. “Ya semangat juga untuk Lucy Shiren.”


Lucy tersenyum manis. “Udah malem. Bobo ah…” Lucy bangkit berdiri, meninggalkan Chris.


Saat wanita itu hendak keluar, Chris nyeletuk, “Selamat tidur.”


Lucy menoleh dan tersenyum lebar, mempertontonkan giginya yang rapi.


Pip… pip…


Ponsel Chris berbunyi, menandakan ada SMS masuk. Dengan agak malas, Chris mengambil ponselnya dan melihat isi SMS yang tumben-tumbennya dari Farel. Chris sampai menggosok-gosok matanya.


Isi SMS itu :

__ADS_1


Dimana? Pulang ga?


Walau SMS itu singkat namun ini pertama kalinya Farel menanyakan Chris pulang atau tidak. Wow. Tangan Chris agak bergetar saat membalas SMS Farel. Apa doa Lucy langsung terkabul? Farel memang akhir-akhir ini… berubah…


Ngga. Gw nginep di rumah Lucy. Besok pulang.


*****


“Gimana tidurnya semalam, Nak? Nyenyak?” tanya ayah Lucy pada Chris pagi ini.


Chris tersenyum sopan. “Nyenyak, Om…” Pertama kalinya ia dipanggil ‘Nak’seneng juga walau yang ia harapkan kata itu pertama diucapkan oleh ayahnya sendiri.


Lucy dan Mamanya sedang sibuk menghidangkan sarapan. Fara sedang meminum susunya sambil mengobrol dengan Chris.


Baru saja Lucy menghela nafas karena akhirnya sarapan sudah terhidang dengan kumplit, ada orang yang mengebel rumahnya.


“Siapa pagi-pagi begini?” tukas Lucy heran juga.

__ADS_1


Mama mendorong Lucy supaya membukakan pintu. Dengan heran campur aneh, Lucy membuka pintu dan ia hampir memekik saat melihat…


“Farel?”


__ADS_2