
Lucy malu sekali. Hari ini Chris menyatakan perasaannya. Memang tidak dengan kata-kata romantis tapi itu cukup bagi Lucy. Dia sangat merasakan ketulusan hati Chris.
“Jadi gimana?” tanya Chris, “Menerima perasaanku?”
Lucy mengangguk dan tersenyum. Wajah Chris langsung berbinar, bahagia banget pastinya. Ia memakaikan cincin itu di jari manis tangan kiri Lucy.
“Kamu tau kenapa aku memilih apel merah?” tanya Chris.
“Tau kok… Apel kan kesukaan kamu.. Jadi artinya aku juga yang kamu sukai…”
Chris terkekeh. “Selalu, Lucy…”
Mereka masih saling tersenyum sampai akhirnya terdengar suara grasak grusuk yang berisik di luar. Chris dan Lucy saling memandang heran. Mereka sama-sama berdiri dan menuju pintu. Dan saat pintu dibuka, Danil dan Diraz yang dari tadi rebutan pengen nguping langsung terjatuh pelan akibat pintu yang dibuka tiba-tiba. Tak hanya mereka ternyata yang berada di dekat pintu. Ada Arnold, Farel, Jordan, dan Jack. Mereka semua tersenyum tipis, malu karena tertangkap basah sedang berusaha menguping dan mengintip.
“Kalian…” Chris sudah berwajah marah walau sebenernya nahan tawa.
“Oh, ayo…” ucap Jordan tiba-tiba, “Kalian berdua yang udah JADIAN, mesti gabung dengan kami di meja…”
Akhirnya Chris dan Lucy ditarik untuk bergabung dengan yang lain. Semuanya langsung sibuk menyalami Lucy dan Chris seolah mereka sudah menikah saja, semuanya sibuk memberikan selamat.
“Gimana-gimana?” tanya Jordan, “Acara yang kami buat ini bagus kan?”
Chris tersenyum hambar. Acara ini sama sekali tidak membantunya untuk mengurangi rasa tegang, justru menambah! Harusnya dia tau kalau para sepupunya ini memang jahilhal yang tidak bisa berubah.
Lucy hanya tersenyum. “Makasih ya… Kalian sampai bikin acara beginian… Awalnya gue tegang kirain mau ada permainan konyol apaan.. eh nyatanya…” Lucy melirik Chris dan tersenyum.
“Ciyeee!!!” seru yang lain kompak.
“Tapi kami juga seneng kok ngerjain acara ini…” ungkap Jordan sambil nyengir. “Gue seneng banget udah baca buku lo, Moreno…”
__ADS_1
“Hah?” Chris melongo, ga ngerti. Buku apa?
Danil melempar buku diary Chris ke atas meja. Ternyata Danil adalah orang terakhir di antara sepupu Chris yang membaca buku diary itu.
Muka Chris langsung berubah warna. Buku diarynya yang hilang 1 minggu ternyata dicuri sepupu-sepupunya!!! Mana dia tulis semua isi hatinya, tentang keluarga, sepupunya, juga… Lucy… 'Oh my!!'
Danil nyengir. “Gue suka bagian akhir… Lo nulis puisi gitu kan??”
Yang lain langsung terbahak-bahak sementara Lucy hanya bengong, tidak mengerti sama sekali.
“Jack emang pinter kalo nyelinap…” puji Diraz sambil mengikik.
Chris mendelik pada Jack yang duduk tenang sambil makan apel. Ternyata buku diarynya dicuri oleh Jack, dibaca, dan disebarkan pada para sepupunya yang lain.
“Udah-udah… Mending kita lanjutin acaranya…” ucap Arnold bijak, “Makan kek atau nyalain musik kek…”
“Dua-duanya aja…” ucap Jordan sambil menjentikkan jari menyuruh Doni menyalakan musik.
Tiba-tiba ponsel Farel bordering. Ia langsung mengangkatnya. “Iya, Pa? …… Oh gitu…… Iya sip…… Ditunggu ya, Pa… Oke.”
Chris duduk tegang. Ada apa nih Papanya nelepon Farel? Jangan bilang kalau perjodohan tidak jadi dibatalkan.
Farel melirik Chris dan nyengir melihat rona kekhawatiran adiknya. “Bokap… Bentar lagi dia kesini… Lagi di kapal sih menuju pulau…”
“Apa?” Chris tercengang bodoh, “Ngapain bokap kesini?”
“Bukan hanya bokap, Moreno…” ucap Farel, “Tapi nyokap juga…”
Lucy juga bingung sebenernya ada apa. Para sepupu Chris sendiri udah nyengir kuda.
__ADS_1
“Tentunya mereka harus kesini dong…” kata Farel menyeringai, “Mereka harus datang dalam acara pertunangan anaknya kan?”
“Apa?” tanya Lucy dan Chris kompak.
“Tunangan?” Lucy tidak percaya. Dia bahkan baru jadian.
“Lho? Ga apa-apa kan?” Farel malah berlagak bingung dan ga ngerti padahal sepupunya yang lain sudah tertawa lepas melihat keterkejutan Chris dan Lucy.
“Ga ada istilah pacaran di Jhansen Wijaya…” ucap Lulu setelah tertawa, “Yang ada ialah tunangan… Lo tau itu kan, Moreno?”
Chris tersenyum tipis. Bener juga sih. Ia melirik Lucy yang tegangnya bukan main.
“Kamu ga usah tegang, Lucy…” kata Arnold tiba-tiba, “Papa Mamamu juga lagi dalam perjalanan kesini kok…”
“Hah?” Lucy melongo. Papa mamanya juga??
Jordan tertawa keras. “Udah gue bilang kan… Acara surprise ini bener-bener surprise kalau kami yang ngerjain…”
Chris dan Lucy saling pandang dan tertawa juga. Sial memang mereka dikerjain gini oleh Jhansen Wijaya… Tapi kalau isengnya mendatangkan kebahagiaan sih ga apa-apa kali ya…
**end*
baby-ku yang ketiga di NT akhirnya tamat.
terharu banget... #padahalboong
rada absurd ya novelnya... maapkan.
__ADS_1
jangan lupa like, comment and subscribe, eh maksudnya vote
see you again di novel silentsky yang lain -.-