Apel Merah

Apel Merah
Rebutan?


__ADS_3

Lucy pun keluar dari ruangan itu, pergi menuju sumber suara. Sampailah Lucy pada ruangan yang menurut Lucy itu adalah ruangan khusus musik, karena ada banyak alat musik di sana : drum, gitar, bas, bahkan biola juga ada.


Lucy memperhatikan Diraz yang hanyut dalam petikan gitarnya sendiri. Cowok itu sedang memejamkan mata sambil bergumam-gumam sendiri. Lucy tersenyum, ternyata Diraz jago main gitar… petikannya saja membuat Lucy ingin terus mendengarnya.


Diraz membuka matanya perlahan karena merasa sedang diperhatikan. Dia langsung melonjak kaget saat melihat Lucy berdiri di depan pintu.


Lucy tersenyum. Ia bertepuk tangan pelan, norak sih tapi siapa peduli? “Bagus banget… Hebat.”


“Ah, engga kok…” gumam Diraz memalingkan mukanya yang blushing abis.


“Apa judulnya?’ tanya Lucy sambil berjalan mendekat.


“Judul apa?”


“Lagu yang baru lo mainin…”


Diraz menatap Lucy. “Kamu…”


“Pardon?”


“Maksud gue judulnya ‘You’…”


Lucy sudah duduk di sebelah Diraz sambil berooh ria. “Baru denger. Lagu luar ya?”


“Ngga, lagu ciptaan gue sendiri…” sahut Diraz, dalam hati bangga abis karena bisa unjuk gigi di depan cewek yang ia taksir.


“Wow…” Lucy memandang sekeliling, “Bisa main musik apa aja?”


Diraz tersenyum, “Semua alat musik yang ada di ruangan ini.”


Lucy berdecak kagum lagi.

__ADS_1


“Sejak kecil gue ma Danil memang dilatih bokap untuk mengasah bakat.” Diraz memandang Lucy, “Bahkan kami juga diajari nembak… Tapi untuk yang satu ini lo lebih unggul.”


Lucy terkekeh. Dia sudah tidak menggubris tentang peristiwa menakutkan yang dilakukan Diraz dan 2 sepupunya yang lain pada dirinya dan Arnold.


“Bisa main gitar?” tanya Diraz.


“Ng dikit… Di SMP, guru seni musik mewajibkan semua anak untuk bisa main gitar.”


“Berarti lo jago…”


“Ngga juga. Itu kan SMP dan gue belajar gitar untuk ngejar nilainya. Hehehe,”


Diraz tertawa pelan. “Mau gue ajarin?” Diraz sudah meletakkan gitarnya di atas pangkuan Lucy. “Berhubung gue baik, jadi gratis.”


Lucy terkekeh dan langsung mensiagakan tangannya di gitar. Sedikit lupa juga meletakkan jari-jari tangan kirinya dimana. “Duhh… agak lupa… Kunci F gini kan?”


Diraz menggeleng. Ia memegang tangan Lucy dan meletakkannya sesuai dengan yang semestinya. “Jari telunjuknya disini…”


Lucy mengangguk, canggung.


“Oh kalo E gue inget kok…” potong Lucy, berusaha menjauhkan tangannya dari Diraz. Lama kelamaan canggung juga kalau deket gini. Masalahnya Lucy jadi kembali ingat dengan pernyataan perasaan Diraz!!


Diraz hanya tersenyum. Saat ia bernafas, ia merasa mencium wangi apel yang menguap dari tubuh Lucy. “Lo kayak apel.”


“Ha?”


“Maksud gue…” Diraz jadi malu sendiri, “Ng, lo pake parfum rasa apel ya? Lo wangi apel…”


Lucy mengernyit. Dia memang pake parfum tapi kan peach bukan apel. “Engga… gue ga pake parfum rasa apel…”


“Aneh…” gumam Diraz pelan, “Tapi tadi jelas banget gue mencium wangi apel…”

__ADS_1


Lucy hanya tertawa garing. 'Ni cowok penampilannya oke tapi kok hidungnya ga normal ya??'


Diraz memandang Lucy dengan pekat. “Lucy… gue…”


Lucy menjauhkan kepalanya, sekedar jaga-jaga kalo ni cowok ‘kesurupan’ kayak di pacuan kuda waktu itu.


“Gue…” Mata Diraz makin sayu.


“A-apa?” tanya Lucy tegang. 'Tolong jangan bawa-bawa kata cinta di sini. Please…'


“Perasaan gue─”


“OH! Jadi kalian disini!!” potong Danil yang tiba-tiba muncul dengan 2 gelas orange juice masih di tangannya. Ia menatap Lucy, kemudian menatap abangnya dengan buas. Pemandangan yang tidak ia suka. Dia sudah capek-capek ngajak Lucy ke rumah ini untuk PDKT, eeh malah Diraz yang keliatan nempel dan ‘mencurigakan’ dengan Lucy.


Lucy langsung bangkit berdiri, lebih memilih menghindari Diraz untuk saat ini. “So-sorry…”


Mata Danil masih terpicik tajam pada Diraz. “Ngapain lo ajak Lucy kesini? Mau pamer?”


Diraz mendengus dan tertawa pelan.


“Danil, Danil…” potong Lucy sebelum 2 cowok ini malah bertengkar, “Tadi gue yang kesini… Diraz ga salah apa-apa… Ta-tadi gue tertarik sama petikan gitarnya…”


“See?” kata Diraz sambil mengangkat dagu.


Danil tak mengatakan apa-apa lagi. “Ayo, Lucy… Aku mau ajak kamu nonton DVD…”


“Okey…” sahut Lucy sambil menghela nafas. 'Dua kakak beradik ini memang gila!!'



haii.. Ini author.

__ADS_1


ada sedikit cuap-cuap.


Kamu lebih suka brothers yang mana? Kakak beradik Farel - Chris atau kakak beradik Diraz - Danil? Komen please


__ADS_2