
Akhirnya Lulu tersenyum lebar kembali. “Thanks… Bagus banget…”
Lucy melirik Farel yang kelihatan tersenyum bangga itu. Sepertinya Farel tipe cowok yang mengerti apa-apa saja yang diinginkan wanita.
Akhirnya setengah jam kemudian, Chris dan Danil datang (keliatannya mereka sudah berbaikan, atau menahannya karena hari ini Lulu ulangtahun?). Lulu kaget namun langsung tersenyum lebar, menyambut 2 sepupunya. Chris dan Danil membawa kue tart besar, entah mereka beli dimana, juga boneka bantal besar (belum dibungkus kado).
Setelah mengucapkan selamat ulangtahun dan menyerahkan hadiah, Chris mendekati Lucy, berbisik dan minta maaf. Ia melirik Farel yang asyik duduk di sofa. Dia sudah menyangka pasti abangnya ini yang membawa Lucy ke rumah Lulu.
Beberapa menit kemudian, Diraz datang. Ia juga membawa kado, sesuai permintaan Lucy. Diraz memberikan bros emas yang berbentuk apel.
Setelah Diraz, muncul Jordan, Billy dan Bagus. Semakin banyak yang datang, senyum Lulu makin lebar. Akhirnya pesta yang ia anggap batal, malah berlangsung ceria dan menyenangkan.
Setelah puas makan, mereka asyik karokean. Farel disuruh duet sama Chris. Awalnya Farel nolak berat, bukan karena ia harus duet dengan adik tirinya, tapi Farel merasa suaranya yang pas-pasan. Tapi karena dipaksa hebat, Farel dan Chris tak dapat menolak. Mereka disuruh menyanyikan tembang lama Vina Panduwinata.
Sementara mereka bernyanyi dan yang lain terbahak karena Farel dan Chris kompak mengarang indah nada lagu itu, Jordan mendekati Lucy yang sedang tertawa. Ia berbisik di telinga Lucy, “Sudah bertemu Arnold?”
Lucy terperangah. Ia memandang Jordan dengan tak paham. “Arnold? Dia kan pergi ke tempat yang jauh dalam jangka waktu yang lama…”
Jordan tercengang namun langsung terkekeh. “Dia yang bilang itu?”
Lucy masih menunggu penuturan Jordan selanjutnya tapi cowok itu terus terkekeh. “Emang dia ada di Jakarta?”
“Absolutely! Dia ga bisa kesini karena urusan pelayanan masyarakat. Hebat kan adik gue yang satu itu? Apa lo masih suka sama dia?”
Lucy terdiam. Dia melirik Chris yang sedang tertawa sampai menangis bersama dengan Farel.
“Ngga ya?” Jordan langsung ambil alih “Arnold udah cerita… Lo dan Moreno…”
__ADS_1
Lucy tak mau membahas masalah ini dengan Jordan. Membahas hubungannya dengan Chris pasti takkan membuahkan hasil. Sudah ada Sani yang dijodohkan dengan Chris, Lucy tak mau membuat kepalanya sendiri mumet. “Kenapa Arnold ga bilang kalo dia udah di Jakarta?”
“Ada saatnya…” ucap Jordan sambil terkekeh melihat Farel tertawa sambil terbungkuk-bungkuk. “Dan pasti saat yang tepat…”
Lucy terdiam. Acara nyanyi Chris duet Farel juga sudah selesai. Chris langsung mendekati Lucy, masih tertawa.
“Perutku kram…” ucapnya.
Lucy hanya tersenyum. Dia tidak pernah ingin liburan ini berakhir. Untuk pertama kalinya ia merasa senang di antara para Jhansen Wijaya.
****
Hari ini adalah liburan terakhir. Besok aktivitas Beauxbutton yang padat akan kembali dimulai. Chris sedang di beranda lantai 2, menikmati musik di ipodnya sambil memandang langit.
'Hhh… Beauxbutton… membuatku kembali untuk menjadi ‘pacar’ Sani… Aku tidak ingin menyakiti Lucy… Jadi aku harus bagaimana??'
Chris menoleh dan melihat Farel yang tiba-tiba muncul di kamar itu. Chris langsung melepas earphonenya. “Ya?”
“Ada good news…”
Chris masih terbengong-bengong.
“Tapi bad news-nya juga ada…”
“Hah?” Kali ini Chris 100% tidak mengerti.
“Good news-nya… Papa udah nelepon bokap Sani untuk membatalkan perjodohan lo dan Sani…”
__ADS_1
“Hah?” Chris makin menganga.
Farel tersenyum, “Lo harus berterimakasih sama gue… Gue yang minta ke bokap… Gue tau kok kalo lo dan Lucy saling mencintai. Dan gue ga mungkin membiarkan salah satu dari 2 bersaudara Diraz-Danil yang macarin Lucy…”
Chris hanya bisa tersenyum, walau setengah tak percaya apa yang sudah dilakukan Farel untuknya.
“Tapi ada bad newsnya…” ucap Farel sok serius.
“Apa?” tanya Chris tak sabaran, merasa kalau good news sudah pasti mengalahkan bad news. Tak ada hal lain yang lebih membahagiakan daripada good news ini.
Farel nyengir. “Ada 1 syarat. Mulai besok lo ga boleh ketemuan sama Lucy.”
“Apa?” Bahu Chris langsung lemas.
“Lo ga boleh kasih tau dia soal berita ini. Gue udah kasih tau Jordan dan Diraz… Yeah, awalnya Diraz kecewa tapi untungnya dia dukung lo… Kami berniat bantu lo ngadain surprise kecil-kecilan, acara jadian lo sama Lucy…”
Mulut Chris menganga impuls. Farel, Jordan dan Diraz berniat membantu bikin surprise? Dia ga salah denger kan?
“Acaranya biar kami yang atur. Jadi saat hari itulah lo boleh ngungkapin perasaan lo… Lo mesti terima karena gue udah bantu lo…”
“Tapi kenapa?” tanya Chris penasaran,”Kenapa mau capek-capek bikin surprise. Bagi gue yang penting adalah ngungkapin perasaan…”
Farel tersenyum.
'Mungkin sebagai hadiah permintaan maaf gue atas perlakuan gue selama ini ke lo…' batin Farel, tidak bisa menyuarakannya.
“Pokoknya lo harus terima. Percaya deh kami bakal ngadain acara yang paling bagus… acara romantis yang ga akan pernah kalian lupakan… Oke?”
__ADS_1
Chris hanya tersenyum saja. “Oke deh… Thanks”