Apel Merah

Apel Merah
Pertengkaran 2 Lelaki


__ADS_3

“Hai, Sepupu…” sapa Danil selengean. “Kalian lagi kencan?”


Lucy langsung menggeleng. “Nggak kok… cuma main doang. Kok kesini?”


Danil nyengir pada Chris yang mengernyit padanya. “Ga pa-pa kan kalau ikut main? Udah lama ga ke Dufan…”


Chris menahan jengkelnya. Selalu saja anak ini datang dan mengganggu! A'pa dia benar-benar menyukai Lucy?'


“Tapi gue cuma pengen main berdua sama Lucy…” tukas Chris terang-terangan menunjukkan tanda perang.


“Chris…” ucap Lucy memohon untuk tidak mulai pertengkaran yang sia-sia belaka.


Danil menaikkan salah satu alisnya. “Lho? Kenapa? Kalian kan ga pacaran. Kecuali kalau kalian pacaran, baru-“


“Dan lo juga ga berhak sengaja ikut campur.” tukas Chris sambil bangkit berdiri. “Ayo, Lucy… Kita pergi…”


Saat Chris hendak pergi sambil menarik lengan Lucy, Danil menahan jalannya. “Eits… Sabar dong. Tanya Lucy juga, dia setuju ga kalo gue ikut…”


Chris melirik Lucy yang wajahnya sudah kebingungan.


“A-aku sih fine-fine aja…” ucap Lucy. Danil sudah nyengir mendengar itu. “Tapi terserah Chris aja… Soalnya dia yang ngajak kesini…”


Chris kini merasa menang. “Kan? Jadi tolong, minggir, kami mau pergi…”

__ADS_1


“Jangan ngerasa ngemilikin Lucy gitu dong…” tukas Danil juga sebal. “Lo kan bukan siapa-siapanya dia…”


Chris mendengus. “Bukan urusan lo gue punya hubungan apa sama dia… Lo cuma anak SMU…”


Danil menggeram, makin kesal dikatakan begitu.


“Udah dong…” lerai Lucy, ga enak juga karena pengunjung restoran sedang menonton mereka. Rasanya memalukan gimana gitu.


“Emang kenapa kalau masih SMU? Lagian gue juga kelas 3… Daripada lo, udah dijodohin sama Sani?”


Chris kehilangan kata-kata. Kini Lucy juga jadi ikut jengkel mendengar pembicaraan yang makin menjurus kemana-mana. Dia tak hanya kesal pada Danil yang masih kekanak-kanakkan tapi juga kesal sama Chris yang meladeni semua omongan Danil.


“Lo denger ya baik-baik…” gumam Chris dingin, “Gue sama sekali ga punya perasaan apa-apa sama Sani. Puas?”


Danil terkekeh. Kali ini Lucy menyadari kalau Danil mirip juga dengan Diraz. “Terus? Apa itu bisa membuat lo seenaknya ngajak Lucy jalan? Ga takut kalau ketauan?”


“Udah cukup…” ucap Lucy agak keras tapi sayangnya ga digubris 2 cowok itu. Mereka berdua masih asyik berdebat dengan saling menusuk mental, tidak malu sudah ditonton orang-orang.


Dengan BT Lucy langsung pergi meninggalkan mereka, yang bodohnya 2 cowok itu bahkan tidak sadar.


Dia berjalan dengan cepat, tak tentu tujuan, masih keseeell banget. Di saat hatinya ga enak karena tadi membicarakan perjodohan Chris dan Sani, muncul Danil yang ngotot pengen ikut main. Dan ujung-ujungnya 2 cowok itu bertengkar.


'Kayak anak kecil!! Mereka ngeributin siapa? Aku? Buat apa? Chris sudah dijodohkan dengan Sani… dan Danil? Aku sama sekali ga punya perasaan apa-apa sama dia…'

__ADS_1


Lucy duduk lesu di bangku depan wahana Halilintar. Kenapa acaranya dan Chris jadi kacau begini? Lucy melamun, menatap anak kecil yang sedang memegang balon… Lucy juga mau diperlakukan spesial, dimanjain Chris… Tapi… Chris dan Sani kan…


Percuma saja kalau memperjuangkan perasaan.


“Lagi apa?”


Lucy kaget dan mendongak. Ia langsung melotot saat melihat Farel, tersenyum padanya. “Farel?”


Farel nyengir. “Kencan dengan Moreno, adik gue itu kan?”


“Ga.” sahut Lucy cepat. “Lo sendiri ngapain kesini? Ngebuntutin?”


Farel terkekeh. “Kebetulan lewat… Tadi gue nelepon Danil, ngajak dia ke rumah Lulu tapi dia bilang mau ke Dufan, gangguin lo ma Moreno yang lagi kencan…”


Lucy mendengus. 'Ooh! Jadi Danil berniat mengganggu toh!'


“Trus ngapain ikut kesini?”


“Mereka mana?” Farel malah balik nanya.


“Ga tau. Mereka lagi berantem… Huh, gue ga peduli.”


Mendengar itu Farel langsung terkikik. “Danil dan Moreno berantem? Pasti karena masalah sepele… Cewek kan?”

__ADS_1


Lucy memalingkan muka, merasa tak pantas diperebutkan.


“Gue mau ajak lo ke suatu tempat. Dan lo mesti ikut…”


__ADS_2