
Farel dan Diraz saling lirik. Kelihatannya Lucy dan Arnold masih akrab dan dekat seperti sahabat… Farel dan Diraz jadi sirik.
Lucy masuk ke aula dan tercengang karena di dalam sana sudah berkumpul semua sepupu Jhansen Wijaya. Mereka semua duduk di bangku yang mengelilingi meja besar. Ada banyak makanan di meja yang lain (seolah sedang di acara pernikahan), ada balon-balon, juga cemilan. Yang anehnya semua berpakaian sangat rapi. Dan di atas panggung ada Billy, yang menanti Arnold membawa Lucy sampai ke panggung. Lucy heran sendiri, sebenarnya acara apa ini? Dia bahkan tidak sedang berulangtahun!
Semuanya tersenyum pada Lucy. Lucy memandang ke sekeliling. Ia sedih saat sadar kalau Chris tak ada dalam ruangan itu. Padahal Lucy kira Chris-lah yang akan menghampirinya, tapi ternyata tak ada…
Arnold membawa Lucy sampai ke panggung. Setelah Lucy sudah berdiri di sebelah Billy,
Arnold pergi, kembali duduk di sebelah Jordan.
“Nah ini dia tamu yang kita tunggu-tunggu!!” seru Billy membuat beberapa orang langsung bersuit-suit. “Bagaimana tanggapan kamu dengan tata acara ini?”
“Heh?” Lucy bingung dan malah garuk-garuk pipi, “Bagus-bagus… Tapi aku ga ngerti ini acara apaan? Siapa yang ulangtahun?”
Semuanya langsung tertawa. Lucy makin merasa bodoh dan linglung.
“Ini bukan acara ulangtahun, Lucy…” ucap Billy lembut.
“Terus?”
“Ini acara yang dibuat oleh para Jhansen Wijaya… Coba deh kamu liat poster di belakang kamu…”
Lucy menoleh ke belakang dan melihat poster besar yang bertuliskan nama-nama Jhansen Wijaya dan jabatannya dalam acara ini seolah mereka adalah panitia atau EO semacamnya.
Lucy membaca.
Proudly present :
“L for love “
Ketua : Jordan Alfa JW
Wakil : Farel Radian JW
Arnold Atlanta JW
Sekretaris : Lulu Syahrani JW
Acara : Diraz Pieter JW
Billy Alzanski JW
__ADS_1
Danil Marteen JW
Keamanan : Doni Isaac JW
Gamma Permana JW
Konsumsi : Bagus Wibowo JW
Surya Wildan JW
Investor : Jack Putra JW
Lucy sampai menganga membacanya. 'Apa-apaan ini?'"
Billy tersenyum. “Menarik kan? Kami sengaja merancang acara ‘L for love’ untukmu, Lucy Shiren Mochtar…”
“Hah?”
“Belum nyadar juga ya?” Billy melirik Jordan yang sudah maju ke atas panggung.
“Begini…” ucap Jordan membuat Lucy menoleh terkejut. “Biar semuanya jelas dan lo ngerti, gue akan bawa lo ke suatu ruangan. Nah… klu untuk acara ini ada di dalam ruangan itu…”
Jordan menarik lengan Lucy, membawanya turun dari panggung menuju ruangan yang ada di dalam aula itu sendiri.
Jordan tersenyum nakal sambil memegang knok pintu yang belum ia buka. “Gue hanya akan ngasih waktu beberapa menit untuk lo mengerti sama klu yang ada di dalam. Setelah itu lo harus keluar dan juga membawa klu yang ada di dalam…”
Lucy hanya mengangguk bodoh. Dia tak mengerti sudah. Harusnya tadi ia tak minta macam-macam saat kesepian tadi tanpa teman bicara, hingga akhirnya ia harus terjebak dalam permainan ‘aneh’ Jordan yang lain.
Jordan membuka pintu dan Lucy masuk. Saat Lucy sudah masuk, Jordan langsung menutup pintu.
Lucy tercengang bukan kepalang saat melihat kalau klu yang dimaksud Jordan ialah… Moreno Christopher JW!!
“Chris?”
Chris yang duduk di sofa tersenyum. Ia menunjuk tempat di sebelahnya, meminta Lucy untuk duduk.
“I-ini ada apa sih?” tanya Lucy bingung setelah duduk di sebelah Chris.
Chris tercengang. “Lho? Kamu belum ngerti juga?” Chris langsung kehilangan percaya diri.
“Ngga… ‘L for love’ maksudnya apa sih?”
__ADS_1
Mulut Chris makin lama menganga. “Emang mereka yang di luar belum ngasih tau apa-apa?”
“Hah? Engga… Jordan cuma bilang kalo klu acara ini ada di dalam ruangan ini…”
Chris mencelos. Sial, dia dikerjain para sepupunya. Padahal kan kesepakatannya, Jordan atau entah Billy akan bilang kalau acara ini dibuat khusus untuk Lucy yang sangat dicintai oleh Moreno Christopher. Harusnya gitu!!! Tapi entah kenapa malah di luar skenario gini. Jantung Chris langsung berdebar kencang. Ini sih, dia harus usaha sendiri dong kalau begitu??
“Lagian kamu juga kenapa ga pernah ngangkat teleponku? Kamu seperti sedang menghindar… Kenapa sih?” Lucy cemberut.
Chris baru sadar kalau saat ini Lucy bisa saja sedang marah dan kecewa karena Chris harus dengan sengaja menghindar atas perintah Farel sampai acara ini selesai dibuat.
“Maafin aku… Sebenernya aku ga pernah bermaksud begini… Aku…”
“Kamu apa?” tanya Lucy kesel.
“Lucy… Aku suka kamu… Kamu tau ga kalau papaku menelepon keluarga Sani dan membatalkan perjodohan kami?”
Muka Lucy langsung tidak terlihat kesel lagi. Dia justru sangat malu… dan berbunga-bunga dengan pernyataan Chris barusan.
“Saat itu aku pengen langsung nelepon kamu tapi Farel bilang kalau aku harus menghindar dari kamu dulu… sampai…” Chris membalas tatapan Lucy lekat-lekat, “Sampai… acara ini dibuat… khusus untuk kamu… ‘L for love’… L artinya kamu, Lucy… Sepupuku yang lain sengaja bikin surprise begini supaya berkesan…”
Lucy meremas-remas tangannya. Malu. “Aku kira kamu bener-bener menghindar…” Lucy benar-benar terharu dengan usaha para sepupu Chris yang membuat acara ini, padahal dia hanyalah Lucy Mochtar.
Chris tersenyum. Ia mengeluarkan sebuah kotak kecil dari balik badannya.
“Apa itu?” tanya Lucy.
Chris tersenyum halus dan membuka kotak itu. Sebuah cincin emas putih dengan apel merah sebagai aksesorisnya. “Ini… Mungkin… emh ini… sebagai tanda hari jadi kita… Aku janji kalo aku ga akan main-main dengan hubungan ini… Aku akan serius menjalaninya, menjaga kamu… sampai akhirnya kita resmi di hadapan hukum nanti…”
.
.
*dig a grave
asli ini ending yang cukup alay *tepok jidat*
jujur novel ini saya buat beberapa tahun lalu *tepok jidat lagi*
tolong maklumi. author janji novel berikutnya lebih bagus dari ini *tepok jidat*
__ADS_1