Ayah, Aku Ingin Pulang

Ayah, Aku Ingin Pulang
21. Sambutan Warga


__ADS_3

Melihat kedatangan Rachel yang melewati rumah mereka, membuat para tetangganya menyapa Rachel yang sudah dua hari ini ada di rumahnya.


"Assalamualaikum pak Lukman!" Ibu Nani memanggil pak Lukman yang sedang membuat sangkar burung.


"Waalaikumuslam!" Pak Lukman mengentikan kegiatannya lalu menghampiri ibu Nani dan lima orang ibu lainnya yang tidak lain tetangganya.


"Ada apa Bu?" tanya pak Lukman santun.


"Katanya Rachel pulang kampung. Di mana putrimu itu? bukankah dua sekarang sudah jadi dokter?" tanya ibu Lilis.


"Silahkan masuk dulu. Rachelnya ada di di kamar. Saya panggil dulu," ucap pak Lukman.


Ibu-ibu itu mengambil tempat duduk mereka masing-masing di kursi bahan jati itu." Rachel benar-benar hebat. Ia bisa menaklukkan kota Jakarta dengan keterampilan yang dimilikinya hingga bisa meraih cita-citanya," ucap ibu Rima.


"Bukan hanya itu, kabarnya yang saya lihat, Rachel sekarang sudah bertunangan dengan seorang pengusaha kaya dan pria itu sangat tampan," ucap Bu Eni.

__ADS_1


"Eh, ada tamu. Apa kabar ibu-ibu!" Sapa Rachel pada ibu-ibu yang seusia ibunya jika Ibunya masih hidup. Rachel menyalami mereka bergantian.


"Masya Allah Rachel. Kamu makin cantik nak. Kulitmu makin kinclong. Kamu malah pantas jadi artis," puji Bu Nani sambil mengelus pipi Rachel yang sangat lembut.


"Terimakasih Bu Nani. Saya harus mengurus diri saya kalau saya menjadi perias wajah orang lain karena orang akan menilai kita berdasarkan penampilan saat mereka ingin menggunakan jasa saya," ucap Rachel.


"Iya benar juga. Sekarang kamu sudah menjadi seorang dokter dan akan menikah dengan seorang pengusaha tampan. Kata Yuni, Putri saya. Apakah itu benar Rachel?" selidik ibu Rima.


"Insya Allah Bu. Sebelum dia belum melamarku pada ayah, aku tidak bisa menganggapnya sebagai suami," ucap Rachel.


"Sebentar ya Bu aku buatkan minuman dulu," ucap Rachel yang langsung ke dapur membuat teh untuk tamunya. Ia juga memotong kue bolu yang baru saja ia buat.


"Aduh. Kenapa kamu repot-repot Rachel nyiapin minuman," ucap Bu Nani sambil melirik bolu gulung buatan Rachel.


"Bolunya kamu buat sendiri atau beli Rachel?" tanya Bu Rima basa-basi ingin mencicipi bolu gulung keju dan coklat itu yang terasa harum di penciuman mereka.

__ADS_1


"Silahkan di cicipi ibu-ibu!" ucap Rachel yang lebih dulu mengambil potongan kuenya.


"Rachel. Apakah kamu nanti menikah di sini?" tanya Bu Nani.


"Insya Allah Bu. Maunya di sini ijab qobulnya. Saya lahir dan besar di sini. Jadi saya ingin menikah disaksikan para warga di sini," ucap Rachel.


"Aduh...! kapan ya pernikahanmu itu terjadi? Siapa tahu ada artis yang datang hadir ke pernikahanmu dan bisa ke kampung ini. Rachel apakah artis-artis itu berteman baik denganmu?" tanya Bu Rima.


"Biasa saja bu. Karena saya bukan bagian dari mereka. Saya bukan siapa-siapa mereka. Saya hanya perias wajah saat mereka ingin memakai jasa saya," ucap Rachel tetap merendah.


"Apakah kamu malu Rachel dekat dengan mereka karena ibumu?" tanya Bu Eni membuat Rachel tersentak.


"Bu Nani langsung menyikut Bu Eni yang terlalu lancang menanyakan hal sensitif kepada Rachel.


"Maafkan ibu Eni Rachel! dia lupa yang dia katakan tanpa memikirkan perasaanmu," ucap Bu Rima.

__ADS_1


"Tidak apa ibu Rima. Apa yang di katakan ibu Eni ada benarnya. Saya menang sungkan kepada mereka karena latar belakang keluarga saya. Saya harus tahu diri dan juga harus bisa bawa diri saat berhadapan dengan mereka," timpal Rachel.


__ADS_2