
Setelah. dipastikan keadaan Rachel membaik, Devan membawa pulang istrinya ke rumah ibunya, mami Alisya yang sudah mengetahui putranya telah menikahi Rachel. Rachel hanya menjalani kemoterapi. Jika tidak bisa membuat gadis ini sembuh, maka akan dilakukan pencangkokan sumsum tulang belakang yang tentu saja akan didapatkan Rachel dari ayah kandungnya yaitu pak Lukman.
Saat ini pak Lukman juga menginap di rumahnya Devan. Awalnya pak Lukman menolak, namun Devan meyakinkannya karena Rachel lebih membutuhkan ayahnya saat ini. Keadaan tubuh ayahnya harus tetap terjaga karena pak Lukman yang akan melakukan pencangkokan sumsum tulang belakangnya untuk Rachel.
Dibutuhkan fisik yang sehat dan kuat agar pak Lukman tidak mudah drop saat pengambilan sum-sum tulang belakang nanti.
Kini mobil yang ditumpangi Rachel dan Devan sudah memasuki halaman parkir mansionnya nyonya Alisha. Ibu satu anak ini, menyambut kedatangan mertuanya dan memeluk tubuh Rachel dengan penuh rasa haru.
"Alhamdullilah. Akhirnya kamu menjadi menantuku, sayang," ucap nyonya Alisha haru.
"Terimakasih mami. Aku yang paling bersyukur mendapatkan ibu mertua sebaik mami," ucap Rachel sambil memegang kedua tangan ibu mertuanya.
"Yang jelas, ada yang dandanin mami tanpa pungut biaya alias gratis," celetuk nyonya Alisha membuat Devan Rachel terkekeh.
"Mami bisa saja," ucap Devan sambil menggandeng tangan istrinya yang masih kelihatan lemah.
Pak Lukman yang saat ini memperhatikan interaksi ketiganya dari jauh, tampak haru karena putrinya berada ditangan yang tepat. Pak Lukman menghampiri putrinya yang masih terlihat pucat itu sambil tersenyum.
"Alhamdullilah. Ada ayah juga di sini," ucap Rachel menyalami dan mencium kedua pipi ayahnya.
"Ayo kita ke kamar kita sayang karena mami sudah menyiapkan kamar pengantin untuk kita," ucap Devan sedikit berbisik membuat Rachel tersipu malu.
"Istirahatlah sayang! nanti mami yang akan menyuruh pelayan untuk mengantarkan cemilan untukmu. Ada ayahmu di sini membuat mami jadi rajin menanak segala jenis sayuran dan juga cabe, tomat dan lainnya. Kebun belakang mami jadi semarak saat ini karena benihnya mulai tumbuh. Nanti kalau sudah tumbuh tinggi pasti kelihatan tambah cantik," ucap nyonya Alisha yang mengagumi sosok pak Lukman yang santun.
__ADS_1
"Berarti sekarang mami tidak boring lagi di rumah, Rachel karena ayah mertuaku juga mengajarkan ngaji pada mami. Kadang ceramah usai sholat subuh kepada para pelayan di sini di mushola kita di dalam mansion," ucap Devan.
"Syukurlah. Kalau begitu ayah juga punya kegiatan disini yang bermanfaat untuk penghuni rumah ini. Terimakasih ayah," ucap Rachel.
Devan terpaksa menggendong tubuh istrinya ala bridal style, saat menapaki tangga menunju lantai atas karena kamarnya ada diatas. Rachel mencium aroma tubuh suaminya dan itu sangat membuatnya.
Saat pintu kamar itu dibuka, Rachel sangat kagum dengan gaya interiornya yang sudah mendapatkan sentuhan yang berbeda. Paduan antara maskulin dan elegan terkesan menenangkan untuk pemiliknya. Aroma terapi menyeruak memenuhi ruangan itu namun tidak menyengat. Kini Rachel diperlakukan bak ratu di dalam rumah besar itu.
Devan merebahkan tubuhnya Rachel di atas tempat tidur dengan kasur yang berukuran king size itu. Ia juga mengatur bantal untuk Rachel agar bisa bersandar dengan nyaman. Tidak lama pelayan membawakan cemilan dan buah untuk Rachel. Segelas susu coklat hangat yang merupakan susu kesukaan Rachel dari dia kecil walaupun hanya sesekali ia minum jika ayahnya punya uang lebih untuk membeli.
"Mau makan kue, buah, roti atau mau minum susu dulu?" tanya Devan.
"Mau minum susu dulu," ucap Rachel yang menerimanya dengan kedua tangannya.
Rachel meneguk susu hangat itu sambil menangis membuat Devan bingung.
"Aku menangis karena rasa syukurku yang tidak pernah ada habisnya. Susu ini mengingatkan aku pada masa lalu karena agar bisa minum susu ini, ayah harus mencari kerja tambahan agar bisa beli susu coklat dalam kemasan kaleng ini untuk aku dan sekarang aku dapat meminumnya rutin setelah bisa punya uang sendiri. Setiap kali meminumnya, selalu saja ingat ayah," ucap Rachel sendu," ucap Rachel.
"Masya Allah Rachel. Kamu selalu bersyukur apa yang kamu dapatkan. Sementara aku yang tidak pernah merasakan kekurangan dan hidup dalam kemewahan jarang bersyukur. Apakah aku adalah hamba yang lalai?" tanya Devan.
"Tidak sayang. Kamu hanya belum diingatkan dengan ujian jadi minim mendekatkan diri pada Allah. Kenalilah Allah sebelum Allah terlalu jauhkan diriNya darimu!" pinta Rachel.
"Aku akhir-akhir ini sudah menunaikan sholat fardhu secara rutin saat kamu jatuh sakit dan itu adalah teguran Allah untuk diriku," ucap Devan.
__ADS_1
"Apakah kamu sangat takut kehilangan aku, Devan ?" tanya Rachel.
Tok....tok ....
Devan dan Rachel akhirnya menghentikan ungkapan keharuan mereka sementara waktu karena mendengar ketukan pintu itu yang langsung di buka oleh Devan. Saat pintu itu di buka ternyata ada kedua sahabatnya Rachel sudah berdiri di depan pintu itu.
"Wah! surprise...! Silahkan masuk Weni, Mia! sayang. Ada Mia dan Weni datang menjengukmu," ucap Devan.
Mia dan Weni berlari kecil untuk memeluk sahabat mereka tercinta. Rachel menyambut keduanya dan menangis haru penuh kerinduan.
"Kamu jahat sekali Rachel! pulang kampung tanpa pamit dan sekarang jatuh sakit. Apakah kamu tidak menganggap kami lagi saudara?" omel Mia.
"Maafkan aku Mia, Weni, saat itu aku tidak bisa bertahan. Aku pergi untuk menata hatiku. Aku pikir aku kuat bisa kuat melewati ujian ternyata aku salah!" ucap Rachel karena merasa bersalah.
"Padahal ada kami Rachel. Walaupun kami tidak sehebat dirimu untuk menahan semua terpaan ujian dengan ilmu, tapi mendengarkan semua keluhanmu itu sudah membantu kamu Rachel untuk meringankan sakit hatimu karena wanita ular itu," ucap Weni.
"Tapi kalian masih mau menerima aku lagi jadi sahabat kaliankan?" tanya Rachel.
"Cih. Kamu selalu ada di hati kami dan tak akan pernah tergantikan. Dan satu lagi, apartemen yang kita tempati sudah di beli sama tuan Devan dan kami di minta untuk tinggal gratis di situ tanpa pungut bayaran," ucap Mia.
"Alhamdullilah. Syukurlah kalau begitu kalian harus menabung untuk masa depan. Maaf ya aku nikah duluan dari kalian," ujar Rachel terkekeh.
"Tuan Devan sudah menjadi milik kamu. Kamu sangat beruntung Rachel. Jangan pikirkan macam-macam lagi. Kebahagiaan selalu ada bersamamu. Cepat sembuh ya sayang. Kangen tahu bisa masak bareng lagi sama kamu," ucap Weni.
__ADS_1
"Kapan-kapan aku akan mengunjungi kalian dan kita bisa masak bareng lagi seperti dulu," ucap Rachel.
Tidak lama kemudian, pelayan datang membawa minuman dan kue cemilan untuk tamunya Rachel. Rachel meminta sahabatnya itu untuk menikmati hidangan tersebut.