
Devan memulai lagi aktivitasnya sebagai CEO di perusahaannya sendiri. Deni tidak menyinggung lagi tentang Rachel pada Devan karena terlihat sekali Devan menjadi segan sendiri karena merasa bersalah pada Rachel.
Sementara Rachel saat ini masih sibuk dengan jobnya menjadi seorang MUA yang selalu di panggil oleh orang-orang tertentu yang memakai jasanya, tentunya mereka sudah tahu jika Rachel adalah MUA dengan bayaran termahal.
Padahal, Rachel tidak pernah menggetok harga tinggi bagi yang ingin memakai jasanya. Rachel juga bisa mengklasifikasi pemakaian makeup sesuai kualitas pembayaran yang mampu dibayar oleh mereka sesuai dengan kesepakatan bersama. Itulah sebabnya Rachel selalu membawa makeup dari yang termurah hingga yang termahal dengan berbagai merk.
Hari ini, Rachel harus mendadani sepuluh orang wisudawan mulai dari subuh. Beruntungnya, gedung tempat wisudanya dekat, jadi 10 gadis itu terlihat santai menunggu giliran. Mereka juga tidak begitu suka mendatangi salon karena takut tidak sesuai dengan make-up yang mereka mau. Dengan Rachel, mereka bisa request apa saja. Dan sebagai gadis muda yang baru mengikuti wisuda beberapa bulan yang lalu, Rachel paham banget style anak muda seperti dirinya.
"Kak Rachel nggak balik lagi ke Jakarta?" tanya Wina saat di dandanin Rachel.
"Aku ingin mengabdi di kota kelahiran ku sendiri," ujar Rachel.
"Terus bagaimana rencana pernikahan kak Rachel dengan tuan Devan?" tanya Meilan.
__ADS_1
"Sepertinya kami tidak berjodoh," ucap Rachel asal.
"Jadi sudah putus ya kak?" cecar Wina.
"Entahlah. Kami juga tidak mengeluarkan statement seperti itu. Semua tergantung kepada Devan," ujar Rachel.
"Kak Rachel nggak nyesel nantinya kalau tuan Devan itu akan memilih wanita lain menjadi istrinya?" tanya Hesti.
"Untuk apa menyesal? aku belum memberikan hatiku seutuhnya untuk dia dan juga mencintai dia sepenuh hatiku," balas Rachel.
"Betul sekali. Karena perjalanan cinta seseorang tidak semuanya berhasil berdiri di garis final karena ada yang tak mampu berlari kencang untuk menjadi pemenang. Jika ia kalah dan mau menerima kekalahannya sebagai bagian lomba, lantas kenapa menyesal. Kan hadiah juara satunya hanya untuk satu orang. Jadi tidak bisa berbagi. Tetap semangat dan cari lagi di kesempatan lain, mungkin saja dari setiap lomba yang kita ikuti, insya Allah kita juga bisa keluar jadi pemenangnya," jelas Rachel.
"Wah ..! kak Rachel hebat," puji Wina.
__ADS_1
"Terimakasih dek. Cinta yang kita punya untuk kekasih cukup genggam di tangan jangan simpan di hati. Biar suatu saat putus nggak bakal membuat kita sakit jiwa," ucap Gea.
"Oh iya kak. Kak Rachel lulusan apa?" tanya Wina.
"Kedokteran," jawab Rachel.
"Dokter kecantikan ya kak?" tanya Dewi.
"Dokter psikiater. Menangani orang yang sakit jiwa," ucap Rachel.
"Kok nggak nyambung banget sih kak? harusnya kakak ambil jurusan kecantikan. Bakal bisa membuat orang makin cantik dengan keahlian kak Rachel miliki. Kebetulan malah menjadi dokter yang ngurusin orang gila?" tanya Wina.
"Karena aku putri dari seorang ibu yang menderita sakit jiwa hingga beliau meninggal dunia. Aku ingin orang-orang tidak mengalami gangguan mental karena tekanan hidup mereka yang membuat mereka frustasi dan berakhir dengan bunuh diri. Apalagi di jaman sekarang, tuntutan hidup makin membuat orang setress karena keahliannya tidak bisa bersaing dengan perkembangan zaman," ucap Rachel membuat semuanya terdiam.
__ADS_1
Degggg....