Ayah, Aku Ingin Pulang

Ayah, Aku Ingin Pulang
44. Bernafas Lega


__ADS_3

Pak Lukman akhirnya mulai siuman setelah melakukan tugasnya untuk menyelamatkan nyawa putrinya di ambang kematian selain pertolongan Allah tentunya. Sementara Rachel masih ditunggu proses kesembuhannya setelah mendapatkan pencangkokan sumsum tulang belakang dari sang ayah. Devan dengan setia menemani sang istri di ruang inapnya. Rasanya belum bisa bernafas lega sebelum Rachel dinyatakan bebas dari penyakit yang mematikan itu. Dokter Risna masuk ke ruangan itu.


"Bagaimana keadaan Rachel selanjutnya dokter?" tanya Devan dengan wajah masih berkabut sendu.


"Kita sudah melakukan yang terbaik untuk nona Rachel. Selebihnya, serahkan kepada sang pemilik hidup. Kita tidak punya daya upaya dengan itu selain berdoa dan pasrah, Tuan," Ucap dokter Risna yang tidak mau berjanji apapun sebagai dokter yang sudah terkenal di rumah sakit itu.


"Bukan dokter yang menjadi hebat karena mengobati pasien, tapi campur tangan Allah dalam menyembuhkan berbagai penyakit yang dialami oleh pasien dengan penyakit parah sekalipun. Itulah sebabnya dokter Risna tidak mau bersikap takabur pada keluarga pasien seakan dirinyalah yang bisa mengubah keajaiban dari sakit parah menjadi sehat dalam waktu yang instan.


"Dokter. Bukan hanya Rachel yang menjadi pikiranku saat ini, tapi calon bayi kami yang harus melewati masa kritis ibunya dialam rahim yang menaunginya di dalam sana. Apakah dia tetap aman dikondisi ibunya saat ini?" tanya Devan.


"Berada dialam rahim seorang ibu masih dalam pengawasan Allah. Tapi, alat USG tiga dimensi yang bisa kita monitor terus perkembangan janinnya sejauh ini masih bagus tuan. Walaupun tidak mendapatkan asupan makanan langsung dari ibunya tapi masih ada makanan berupa nutrisi dari selang ini," ucap dokter Risna menunjukkan selang makanan tambahan yang dipasang di tubuh Rachel.

__ADS_1


"Terimakasih dokter atas kerja keras kalian membantu proses pengobatan istriku. Semoga pengorbanan kalian sebagai tenaga medis di rumah sakit ini tidak sia-sia," ucap Devan memberikan apresiasinya yang besar pada para staffnya yang saat ini mengabdi di rumah sakit miliknya.


"Terimakasih tuan Devan Atas apresiasi anda. Kami berjanji akan mengoptimalkan pelayanan untuk para pasien, bukan hanya pasien VVIP saja tapi pasien di kelas menengah tetap menjadi prioritas kami," janji dokter Risna pada pemilik rumah sakit ini.


Dokter Risna orang tidak ingin menggilai jabatan tinggi di rumah sakit itu karena mengobati Rachel sebagai istri dari pemilik rumah sakit ini. Ia bekerja sungguh-sungguh karena ingin mengupayakan kesembuhan pasien. Jadi saat ini menjadi dekat dengan Devan bukan menjadikan dirinya seperti penjilat.


"Kalau begitu saya permisi dulu Tuan Devan," pamit dokter Risna setelah memberikan penjelasan tentang keadaan Rachel secara medis maupun secara spiritual untuk menguatkan hati Devan yang terlihat sangat frustrasi.


Kini Devan sendirian menemani Rachel. Pria ini mengambil wudhu dan menunaikan sholat ashar. Ia berdiri menghadap Robb pemilik hidup insan di bumi ini. Hingga di sujud terakhirnya, Devan menangis tersedu-sedu mengharapkan kesembuhan istrinya pada Allah.


"Ya Allah. Ampuni aku yang selama ini melupakan Engkau karena menganggap apa yang aku aku miliki berhasil aku dapatkan berdasarkan dengan apa yang aku usahakan tanpa memikirkan bahwa semua itu adalah anugerah dariMu. Dengan ini aku memohon ampunan dariMu ya Allah karena terlalu angkuh di hadapan sesamaku.

__ADS_1


Aku berjanji tidak akan bersikap berlebihan yang tidak disukai Engkau ya Allah. Semoga janjiku ini bisa menyelamatkan istri dan anakku yang saat ini berada di dalam rahim istriku yang masih belum terlihat tanda-tanda kehidupannya ya Allah," jerit Devan berdoa dalam hatinya di sepanjang sujudnya.


Tidak lama kemudian nyonya Alisha datang menemui putranya bersama Mia dan Weni. Devan mencium tangan ibunya dan menyalami kedua sahabat karib istrinya itu.


"Bagaimana perkembangannya Devan? apakah sudah ada perubahan?" tanya nyonya Devan.


"Belum mami. Tubuhnya belum bereaksi dengan pencangkokan itu," ujar Devan.


"Berarti masih dalam proses tuan Devan," ucap Weni.


"Kita tunggu saja bagaimana campur tangan Allah dalam proses pengobatan Rachel," timpal Mia bijak.

__ADS_1


"Terimakasih untuk semuanya sudah mendoakan kesembuhan untuk istriku," balas Devan.


__ADS_2