
Sudah hampir enam bulan, Devan dan Rachel tidak pernah lagi komunikasi. Keduanya nampak sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Apa lagi sekarang Rachel sudah bekerja di rumah sakit umum sebagai dokter psikiater di rumah sakit tersebut.
Wajah cantik Rachel yang sudah terkenal di media dengan job sampingannya, membuat Rachel mudah di kenali di rumah sakit itu. Namun Rachel tetap mengutamakan profesionalismenya sebagai seorang dokter di rumah sakit itu yang tidak mendompleng nama besarnya untuk mendongkrak popularitas.
Namun tanpa disadari Rachel, justru keberadaan dirinya membuat rumah sakit itu sering dikunjungi para pasien yang kadang ingin melihat Rachel walaupun sakit mereka tidak seberapa parah. Direktur utama rumah sakit itu sangat senang dengan keberadaan Rachel di rumah sakit itu.
Seperti pagi itu saat meeting berlangsung, dokter Welly memberikan apresiasinya kepada Rachel.
"Dokter Rachel. Sejak kamu bergabung di rumah sakit ini, animo masyarakat begitu antusias berobat di rumah sakit ini padahal sakitnya mereka tidak berkaitan dengan bidangmu. Tapi setiap kali dokter spesialis dengan penyakit yang berbeda sering menceritakan ulah pasien mereka yang ingin bertemu denganmu. Untuk itu, saya merencanakan untuk membuat poster iklan pelayan rumah sakit ini adalah kamu sebagai icon di rumah sakit ini, apakah kamu bersedia, dokter Rachel?" tanya dokter Welly.
__ADS_1
"Apa tidak terlalu berlebihan dokter kalau saya dijadikan...-"
"Tidak dokter Rachel! justru kami ingin memanfaatkan popularitasmu untuk mendongkrak mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit dengan ahli medis lain tentunya," ujar dokter Welly.
"Baiklah. Kalau iklan itu tujuannya untuk menarik minat masyarakat berobat di rumah sakit ini, saya siap dokter. Terimakasih atas kepercayaannya," ucap Rachel.
"Yang harus berterimakasih itu saya dokter Rachel. Dengan adanya anda,
"Rejeki itu dari Allah dokter Welly, saya hanya mengambil bagian dari itu," ucap Rachel merendah.
__ADS_1
"Maksudnya juga begitu dokter Rachel. Ok, kita kembali fokus ke meeting kita pagi ini yaitu menambah kinerja pelayanan pada pasien khususnya pasien-pasien VIP yang sedikit mengeluh kepada saya tentang pelayanan dokter yang melakukan visit tidak tepat waktu. Apakah ada diantara dokter-dokter ini yang lalai dengan tugasnya?" tanya dokter Welly.
Sebenarnya hanya ada tiga dokter yang bermasalah, namun dokter Welly sengaja melemparkan isu yang merebak di rumah sakit itu agar mudah terselesaikan jika ketiga dokter yang bermasalah itu mau minta maaf kepadanya dan berjanji untuk berubah.
"Sepertinya diantara para dokter ini, punya alasannya dokter. Mungkin mereka akan menemui anda secara personal," ucap dokter Maya untuk menyelamatkan ketiga temannya itu dari rasa malu di hadapan para staff medis yang ikut dalam meeting pagi itu.
"Baiklah. Kalau begitu saya tunggu niat baik kalian untuk memberikan alasan untuk saya yang cukup masuk akal. Bagaimana? apakah bisa?" tanya dokter Welly yang menekan setiap ujung kalimatnya.
"Siap dokter," jawab mereka serentak agar tidak kelihatan malunya untuk ketiga dokter yang bermasalah itu.
__ADS_1
Meeting pun selesai. Para dokter kembali ke ruang kerja mereka masing-masing. Sementara dokter Rachel yang terlihat kesepian saat ini karena banyak dokter yang tidak begitu menyukai dirinya atas popularitasnya sebagai MUA yang membuat nama mereka menjadi redup.