Ayah, Aku Ingin Pulang

Ayah, Aku Ingin Pulang
48. Berakhir


__ADS_3

Setelah melewati setiap melewati semua masa sulit, akhirnya Rachel melepaskan semua penderitaannya. Saat ini ia menjadi seorang ibu dari seorang bayi yang sangat tampan yang akan ia rawat penuh dengan kasih sayang.


Sementara itu kabar menggembirakan bagi Rachel adalah kedua sahabatnya akan menikah dalam waktu dekat ini. Jika Mia akan menikah dengan asisten Deni maka Weni akan menikah dengan Rio, artis idolanya sendiri.


Saat ini ketiganya sedang asyik bercanda dengan si kecil Daffa yang sudah berusia empat bulan. Daffa yang ingin digendong oleh Mia mendapatkan teguran dari nyonya Alisha.


"Kamu sudah pantas menjadi seorang ibu. Ayo, kapan menyusul Rachel. Apakah kalian tidak pingin punya anak bareng. Siapa tahu nanti anak-anak kalian akan berjodoh dan kalian akan menjadi besanan," goda nyonya Alisa.


"Iya Tante, sebenarnya kita ke sini mau sekalian bahas pernikahan kami berdua dalam waktu dekat ini," jawab Weni malu-malu.


"Apaaa...?" sentak Rachel dan nyonya Alisha bersamaan saking syoknya.


"Benar Tante. Kami akan menikah dengan selang waktu satu pekan. Habis Mia terus aku Tante dan kami ingin tampil cantik dengan sentuhan tangan ajaib saudara kami Rachel," ucap Weni yang sekaligus minta ijin pada ibu mertuanya Rachel karena saat ini Rachel sudah memiliki keluarga dan ibu mertuanya pengganti ibunya Rachel kini.


"Insya Allah. Nanti Rachel akan mengubah kalian menjadi bidadari dalam sehari semalam. Untuk itu kita minta ijin juga pada baby Daffa, apakah ibunya bisa kita pinjam untuk dandani kedua tantenya nanti," ucap nyonya Alisha sambil menggenggam tangan Daffa yang sedang mengigit biskuitnya.


"Nanti Tante Weni yang gendong si tampan ini. Bagaimana sayang?" rayu Weni pada Daffa yang hanya mengangguk sambil tersenyum walau dia tidak mengerti keempat orang didepannya ini bicara padanya.


"Ayo, kita makan siang dulu. Nanti kita bisa saling sharing konsep pernikahan seperti apa yang saat ini kalian berdua inginkan. Mungkin ada yang masih kurang biar tante yang tambahkan," tawar nyonya Alisha.


"Terimakasih banyak Tante untuk tawarannya. Insya Allah kami pasti akan banyak merepotkan Tante, Rachel dan tuan Devan nantinya," seloroh Weni.


Keempat terkekeh diikuti oleh baby Daffa yang merasa geli mendengar orang dewasa terkekeh dan ia mengira mereka sedang mengajaknya tertawa.


Rachel melayani kedua sahabatnya itu penuh suka cita. Mereka membahas apa saja yang berkaitan dengan pernikahan Weni dan Mia.


...----------------...

__ADS_1


Hari bahagia yang dinantikan keduanya telah tiba. Deni tampak gagah dengan beskap putihnya begitu pula kebaya pengantin yang dikenakan oleh Mia. Semuanya merupakan hasil rancangan desainer terkenal tanah air yang sudah dipesan jauh-jauh hari oleh Mia.


Tangan dingin Rachel kini kembali bertempur mengubah wajah cantik sahabatnya Mia makin cantik pagi ini di acara ijab qobul. Tak lupa, mereka mengundang ayahnya Rachel yang ikut menjadi saksi pernikahan Mia dan juga Devan yang diminta oleh Deni.


"Wah...! kamu cantik sekali Mia!" puji nyonya Alisha saat melihat kecantikan Mia yang membuat semuanya pangling pada gadis ini.


Mia menatap wajahnya di kaca karena sedari tadi Rachel tidak mengijinkan dia untuk berkaca sebelum selesai berdandan. Mia terlihat puas dengan hasil riasannya. Ia tersenyum dan penuh syukur karena ini adalah hadiah Rachel untuknya. Rachel tidak mau dibayar oleh sahabatnya. Rachel ingin menunjukkan bahwa sahabat itu adalah diatas segala-galanya.


Kini giliran Rachel dan Weni yang akan mengantarkan mempelai pengantin wanita ke penghulu di mana ayahnya Mia dan calon suaminya Mia sudah menunggu Mia di room hotel itu.


Saat sedang melangkah menuju meja penghulu, mata Devan malah terkesima menatap istrinya yang sangat cantik saat ini dengan mengenakan kebaya. Pasalnya Devan belum pernah melihat Rachel mengenakan kebaya.


Kehadiran Rachel di acara itu sempat menyita perhatian publik dan juga media yang sudah lama tidak mendengar kabar dari si cantik bertangan ajaib ini. Bagi media, Rachel yang selama ini menghilang begitu saja bak ditelan bumi.


Rupanya sakitnya Rachel dan juga pernikahannya dengan pengusaha ternama yaitu Devan, yang tidak terendus media sama sekali pasca penghinaan yang diterima Rachel dari mantan sekretaris Devan yang bernama Melisa. Apa lagi berhembus kabar jika pertunangan Rachel terancam batal saat itu. Kini Rachel tiba-tiba muncul di pernikahan sahabatnya Mia.


Tidak lama kemudian, pembacaan. ijab qobul itu selesai. Acara sesi sungkeman terlihat Melo saat itu. Devan mengajak istrinya untuk meninggalkan acara itu karena Rachel harus istirahat. Rachel akan dandanin lagi Mia untuk persiapan acara resepsi nanti malam.


...----------------...


Usai pernikahan kedua sahabatnya itu, Rachel dan Devan berencana ikut bulan madu bersama dengan sahabatnya Rachel. Ketiga pasangan itu bulan madu ke Bali. Apa lagi Devan memiliki resort mewah di sana. Hal ini dilakukan demi mewujudkan keinginan ketiga sahabat itu agar bisa hamil bareng.


Benar saja tiga bulan berjalan sudah ada tanda-tanda kalau ketiganya akhirnya hamil bareng. Ketiganya saat ini sedang berada di rumah sakit yang sama. Saat keluar dari poli kandungan, ketiga saling menatap.


"Bagaimana hasilnya?" tanya Mia pada Rachel dan Weni.


"Alhamdullilah. Kami berdua hamil Mia," jawab Rachel.

__ADS_1


"Lalu bagaimana denganmu?" tanya Weni pada Mia yang terlihat sendu.


"Ya sudah. Kalau memang belum waktunya untuk jangan sedih seperti itu. Nanti juga bakalan di kasih kok," nasehat Rachel.


"Masalahnya aku...aku...aku..-" Mia sengaja menjeda kalimatnya.


"Kamu sakit atau bagaimana?" tanya Weni cemas.


"Iya aku sakit," ucap Mia dengan tampang makin sedih.


"Lo harus sabar. Kita harus ikhtiar untuk menyembuhkan sakitnya Lo. Kalau tidak bisa hamil sekarang, kita siap kok hamil lagi tahun depan biar bareng sama kamu," ujar Weni menghibur sahabatnya.


"Iya. Aku harus hamil lagi setelah kita melahirkan bayi kita semua," ucap Mia membuat Rachel dan Weni seketika terdiam dan langsung memeluk gadis imut ini.


"Jadi kamu hamil juga? sialan Lo bikin jantung gue hampir copot karena ketakutan kalau-kalau kamu sakit juga seperti Rachel.


"Kena deh kalian aku kerjain," ucap Mia dan ketiganya terkekeh.


Ketiga suami mereka saling berjabat tangan setelah sukses menghamili ketiga gadis itu.


"Yes. Akhirnya kita bisa menghamili gadis-gadis itu dalam waktu bersamaan. Semoga ketiga anak-anak kita nanti menjalin persahabatan seperti mereka bertiga," ucap Deni mereka tertawa bersama.


"Ayo kita rayakan kabar gembira ini bersama. Kita ke restoran langganan aku," ajak Rio.


"Ok. Siapa takut," ucap Devan lalu ketiga menggandeng istri mereka masing-masing menuju mobil untuk berangkat ke restoran.


......

__ADS_1


TAMAT


__ADS_2