Ayah, Aku Ingin Pulang

Ayah, Aku Ingin Pulang
35. Belanja Bersama


__ADS_3

Sekitar jam sepuluh pagi, Devan dan Rachel ke supermarket untuk belanja kebutuhan dapur dan juga bahan lainnya yang mereka butuhkan selama tinggal di apartemen itu. Rachel sudah meminta Devan agar tidak boleh menggunakan jasa pelayan di apartemennya karena ia ingin mengerjakan semuanya sendiri.


Setibanya di swalayan itu, Devan mengambil troli belanja. Devan mendorong troli itu sementara Rachel mengeluarkan catatannya untuk ia ambilkan barang ia butuhkan dari setiap rak yang menyediakan bahan makanan seperti gula, kopi, bahan untuk pembuatan kue dan lain sebagainya.


Rachel juga mulai memilih beberapa jenis sayuran dan juga daging, ikan, udang, ayam yang memiliki segel halal. Dan bumbu yang dibutuhkan dalam acara memasaknya nanti. Kalau bumbu Indonesia, Rachel sudah belanja di Jakarta sebelum mereka berangkat.


"Sayang. Apa yang ingin kamu pesan untuk aku masak hari ini. Mintalah sesuatu padaku sebagai suami karena aku ingin memasak masakan kesukaan suamiku?" tanya Rachel.


"Aku ingin makan sup daging, capcay dan beberapa gorengan yah seperti bakwan goreng dan pencuci mulutnya selain buah adalah puding," pinta Devan.


"Ok. deh. Kalau begitu ini saja sudah cukup sayang. Ayuk kita bayar dan langsung pulang!" ajak Rachel.


"Segera tuan putri! tapi nanti sore kita ke rumah sakit. Bagaimana?" tanya Devan.

__ADS_1


"Aku merasa sehat Devan. Lagi pula obat-obatan dari rumah sakit kita masih komplit," bantah Rachel.


"Aku sudah menuruti keinginan kamu sayang. Sekarang gantian kamu harus menyenangkan aku," pinta Devan.


"Akukan bisa menyenangkan kamu di ranjang, hubby," goda Rachel.


"Tapi, aku tidak mau koki aku jatuh sakit dan aku tidak bisa lagi menikmati masakannya," balas Devan.


"Cih...! kamu pintar sekali merayuku. Baiklah sayang. Nanti sore kita ke rumah sakit. Apakah kamu sudah buat janji dengan dokter yang akan menangani penyakitku?" tanya Rachel.


"Baiklah. Aku akan menuruti semua permintaan suamiku," ucap Rachel.


Keduanya terkekeh sambil mendorong troli belanjaan mereka menuju kasir untuk membayar belanjaannya. Tidak berapa lama, keduanya sudah berada di mobil untuk kembali ke apartemen. Kelihatannya, Rachel sangat semangat melakukan peran pertamanya sebagai ibu rumah tangga untuk melayani suaminya yaitu memasak.

__ADS_1


Setibanya di unit apartemennya, Rachel siap dengan alat tempur dapurnya sementara Devan mengambil laptop miliknya untuk bekerja. Devan duduk di meja makan sambil mengawasi Rachel memasak. Keduanya masing-masing tenggelam dengan tugas mereka. Rachel serius memasak dan Devan menyelesaikan pekerjaannya yang sedikit lagi akan selesai.


Tidak lama, Rachel dan Devan mencium aroma masakan yang sudah matang. Devan mengusap perutnya yang tiba-tiba lapar karena tergoda dengan aroma. masakan istri.


"Wah ..! dari aromanya sudah terasa kalau masakannya pasti sangat lezat. Perutku sudah mengadu untuk minta di isi," ucap Devan.


"Iya sayang. Ini mau siap dihidangkan. Sabar ya sayang!" ucap Rachel sambil menyiapkan beberapa piring besar dan mangkuk besar di atas meja lalu menuangkannya secara perlahan. Rachel menghiasi masakannya hingga terlihat sangat cantik dan menggiurkan.


"Nah, sekarang kita makan!" ajak Rachel yang sudah menuangkan nasi di atas piring suaminya.


Rachel mendekatkan lauk yang diambil suaminya. Keduanya mulai menikmati makan siang pertama mereka hari ini dari masakan yang diolah Rachel sendiri.


"Hmmm ..! ini sangat lezat. Sempurna sayang!" puji Devan membuat Rachel sangat bahagia. Rachel merasakan kenikmatan yang sama dari hasil masakannya hari ini.

__ADS_1


"Setelah makan kita bercinta ya sayang," pinta Devan dan Rachel mengangguk patuh.


__ADS_2