
Setibanya di Jakarta Devan terlihat sangat frustrasi. Antara marah dan sedih membaur menjadi satu kini. Hatinya juga merasakan penyesalan setelah meninggalkan Rachel begitu saja padahal gadi itu hanya membentaknya tapi Devan langsung merasa ilfill pada Rachel. Deni yang sedari tadi memperhatikan wajah murung Devan membuatnya nekat untuk bertanya.
"Maaf Tuan! Apakah pertemuan tuan dengan nona Rachel bermasalah?" tanya Deni pura-pura tidak tahu.
"Ada sedikit masalah diantara kami. Walaupun sedikit namun itu sangat membuat aku terganggu," ucap Devan.
"Apakah tuan bertindak kurangajar pada nona Rachel?" pancing Deni.
"Aku hanya mencoba menggodanya, tapi dia begitu marah hingga membentak aku dan itu sangat membuat aku malu dan juga syok karena selama ini dia tidak pernah berbuat kasar seperti itu padaku," ucap Devan.
"Apakah anda melakukan itu di depan ruang terbuka?" tanya Deni.
__ADS_1
"Iya. Saat itu dia sedang asyik duduk di pinggir sungai dan aku mendatangi sambil memeluknya dari belakang dan ia merasa risih padahal saat itu sangat sepi," ucap Devan.
"Mungkin dari pengamatan tuan, itu adalah hal yang biasa. Tapi tidak dengan nona Rachel yang terlalu menghormati norma setempat dengan aturan agama yang ketat membuat ia harus menjaga nama baiknya dan juga nama baik ayahnya," ucap Deni yang juga berasal dari kampung dan merantau ke Jakarta saat masuk kuliah.
"Bukankah itu akan lebih bagus jika kamu akan langsung dinikahin jika warga kepergok sedang berduaan di sungai sendirian," ucap Devan dengan entengnya.
"Setahu saya, nona Rachel sangat menghargai dirinya dan sua tidak akan mau tuan menikahinya dengan melakukan skandal terlebih dahulu. Apa lagi nona Rachel sudah menjadi milik publik yang sudah mengenalnya sebagai MUA.
Ia akan diremehkan oleh pelanggannya yang terkesan murahan walaupun yang tuan lakukan padanya suatu hal yang dianggap biasa tapi tidak dengan masyarakat yang melihat itu suatu perbuatan yang memalukan dan efeknya orang akan sibuk bergunjing tentang dirinya dengan menambahkan bumbu-bumbu cerita itu yang terkesan sangat menjijikkan. Singkatnya, nona Rachel hanya menjaga harga dirinya dan moralnya dihadapan masyarakat yang beradab ," ucap Deni.
"Bentakan nona Rachel hanya untuk menjaga dirinya tapi hatinya sangat mencintai tuan walaupun ia tidak memperlihatkan secara nyata rasa sukanya pada tuan. Jika dia bentak tuan karena rasa tidak sukanya pada tuan, mungkin tuan bisa pergi dari hidupnya untuk selamanya," ucap Deni.
__ADS_1
"Apa yang harus aku lakukan Deni? pasti dia sangat membenciku sekarang," ujar Devan penuh sesal.
"Sederhana saja, tuan. Cukup dengan anda meminta maaf dan kalau nona Rachel tidak terima anda lagi, itu berarti dia sudah tidak lagi bermimpi untuk hidup berdua dengan anda," ucap Deni.
Deggggg...
"Kenapa bisa begitu?" tanya Devan.
"Mana ada gadis selembut nona Rachel mau menikah dengan tuan baper seperti anda tuan," ucap Deni.
Devan langsung terdiam dengan penjelasan Deni. Ia akhirnya hanya bisa pasrah dan tidak tahu harus berbuat apa." Akhhh... sial. Kenapa aku harus membuat dia kecewa padaku. Aku harus menghubunginya. Mungkin saja dia akan menerima telepon dari aku," gumam Devan lalu menghubungi Rachel.
__ADS_1
Berulangkali Devan menghubungi wanitanya dalam waktu yang berbeda, tetap saja tidak ada jawaban apapun dari Rachel. Rachel benar-benar tidak mau menerima telepon dari Devan.
"Aduhh... kenapa sih gadis ini tidak mau mengangkat telepon dariku?" desis Devan terlihat frustasi.