
Setelah meyakinkan dirinya bahwa pak Lukman bisa melakukan pencangkokan sumsum tulang belakang pada Rachel, Devan menyerahkan segalanya pada Allah atas keselamatan ayah mertuanya dan juga Istrinya Rachel.
Tim dokter sudah berada di dalam ruang operasi. Tubuh pak Lukman di suntik bius total. Dokter Risna menarik nafasnya dalam sebelum menyuntikkan jarum ke bagian sum-sum tulang belakang pak Lukman untuk mengambil cairan yang ada dalam sum-sum tulang belakang pak Lukman.
"Bismillahirrahmanirrahim!" Doa dokter Risna melakukan tugasnya. Ia menahan air matanya melihat kepasrahan pak Lukman yang sudah siap mati demi untuk putrinya Rachel.
Setelah mengambil sum-sum tulang belakang belakang pak Lukman, benar saja, pak Lukman terkena serangan jantung." Dokter. Pasien kena serangan jantung," ucap tim dokter lainnya.
"Berikan Defibrillator!" titah dokter Risna mengambil alat itu lalu mengoleskan dengan jeli dan akan di tempelkan ke dada pak Lukman.
Defibrilator adalah perangkat yang memberikan kejutan listrik ke jantung, untuk mengatasi irama jantung abnormal yang berpotensi fatal (aritmia). Alat ini juga umum digunakan pada pengidap henti jantung atau ventrikel agar detak jantung kembali ke ritme normal.
__ADS_1
"Ayolah pak Lukman! jangan menyerah. Apakah bapak tidak ingin melihat cucumu lahir ke dunia ini?" gumam dokter Risna memberi support pada pak Lukman agar tidak menyerah.
Tim dokter begitu tegang menghadapi pasien yang satu ini. Jika pasien biasa, mungkin mereka hanya mengangkat kedua tangan memilih menyerah jika tidak berhasil menyelamatkan pasien, tapi ini berhadapan dengan ayah mertuanya Devan, sang pemilik rumah sakit di mana Devan tidak mau mendengar dokter gagal menyelamatkan keluarganya.
Setelah memberikan tiga kali kejut jantung pada pak Lukman, akhirnya jantungnya kembali normal. Dokter Risna menarik nafas lega saat melihat grafik diagram jantung pasien kembali normal.
"Jumlah saturasi, tekanan darah dan tekanan nadi dalam keadaan normal dokter," ucap suster Geraldine.
Rachel sudah dipersiapkan oleh tim dokter dan juga tiga orang suster. Rachel sudah dibius total. Tubuhnya di miringkan oleh dokter Risna dan menyuntikkan cairan sum-sum tulang belakang itu ke sum-sum tulang belakang Rachel. Usai menyuntikkan Rachel di tulang belakangnya, dokter memperhatikan semua organ vitalnya dan juga calon bayinya yang masih aktif dirahim ibunya.
"Kita hanya perlu menunggu pasien sadar dan akan dikembalikan ke ruang inapnya. Sekarang saya akan bertemu dulu dengan tuan Devan dan nyonya Alisha di kamar pak Lukman," ucap dokter Risna.
__ADS_1
"Baik dokter." Ucap dokter Bella.
Dokter Risna masuk ke kamar inap VVIP milik pak Lukman. Ayah dari Rachel ini masih belum sadar juga. Devan dan nyonya Alissa bergegas berdiri saat melihat dokter Risna menemui mereka.
"Bagaimana dengan keadaan istri saya dokter?" tanya Devan gugup.
"Alhamdullilah. Sejauh ini pencangkokan sumsum tulang belakang pada nona Rachel berhasil dilakukan oleh tim dokter. Sekarang hanya menunggu hasilnya. Kita doakan sama-sama tuan Devan dan nyonya Alisha. Kita sudah ikhtiar untuk kesembuhan nona Rachel. Selebihnya serahkan kepada Allah," ucap dokter Risna penuh percaya diri.
"Alhamdullilah. Apakah aku bisa bertemu dengan mu istriku dokter?" tanya Devan tidak sabaran.
"Tentu saja tuan Devan!"
__ADS_1