
Pagi itu, nyonya Alisa sudah sibuk mempersiapkan semuanya untuk menyambut kepulangan putra dan menantunya Rachel. Walaupun sebenarnya ia sendiri belum mengetahui kehamilan Rachel yang sengaja disembunyikan oleh Devan dan Rachel agar kejutan ini terasa sangat manis untuk bisa memuaskan nyonya Alisa yang memang merindukan kehadiran seorang cucu dari pasangan itu. Sekalipun itu sangat nihil. Nyonya Alisa meminta pelayan untuk memasak masakan kesukaan pasangan itu.
Tidak lama datang Deni dan Mia. Keduanya membawa rujak, empek-empek Palembang dan daging gepuk buatannya Mia sendiri.
"Assalamualaikum Tante!" sapa Mia dan Deni.
"Waalaikumuslam. Eh Mia, Deni. Kalian datang juga?" tanya nyonya.
"Iya Tante. Mia kangen banget sama Rachel. Ini Tante, Mia bawain daging gepuk buatannya Mia sendiri karena Rachel paling senang makan daging gepuk buatannya Mia," ujar Mia.
"Terimakasih Mia sudah repot-repot buatin daging gepuk buat Rachel. Pasti menantuku sangat bahagia jika tahu kamu yang membuatnya sendiri," ucap nyonya Alisa dan sekarang beralih ke Deni." Terus, Deni bawa apa Deni? kamu juga masakin juga buat Devan?" canda nyonya Alisa.
"Bukan Tante. Ini pesanannya nona Rachel. Saya di minta beli rujak dan empek-empek untuknya," ucap Deni.
"Mungkin selama menjalani kemoterapi membuat Rachel selalu mual Tante, jadi maunya makan yang asam-asam dan yang pedas juga. Lagi pula Rachel paling senang rujakan sama kita dulu saat masih tinggal satu apartemen," ucap Mia yang sudah hafal dengan kebiasaan Rachel.
Bahkan Rachel selalu membuat sendiri empek-empek Palembang karena dia berasal dari daerah tersebut.
__ADS_1
"Mungkin saja Rachel kangen dengan masakan Indonesia," pukas nyonya Alisha.
Tidak lama terdengar suara klakson mobil. Nyonya Alisha, Mia dan Deni berhamburan keluar menyambut kedatangan Devan dan Rachel.
"Alhamdullilah. Baru saja ngomong sudah datang. Semoga Rachel makin sehat," ucap nyonya Alisha berjalan beriringan dengan Mia.
Deni menghampiri pintu mobil dan membukanya untuk Rachel. Nyonya Alisha dan Mia tersenyum dengan penuh haru melihat wajah Rachel yang sudah terlihat walaupun tubuhnya belum seutuhnya terlihat. Saat Deni menutup lagi pintu mobil itu, barulah terlihat tubuh Rachel seutuhnya.
Nyonya Alisha dan Mia tersentak melihat perut Rachel sudah membuncit." Tante. Apakah aku tidak salah lihat?" tanya Mia tidak percaya.
"Apakah itu efek kemoterapi, membuat perut Rachel membesar?" lirih Mia dengan asumsinya sendiri.
Rachel yang melihat kedua wajah cantik yang beda usia itu cekikikan sendiri dengan diamnya mereka dengan masih mematung di tempat namun mata mereka tidak terlepas dari perut gendut Rachel. Devan merengkuh pinggang istrinya dan menghampiri nyonya Alisa dan Mia.
"Assalamualaikum mami, Mia!" sapa Rachel dan Devan bersamaan.
"Waalaikumuslam, sayang," ucap nyonya Alisa seraya mengusap perut Rachel.
__ADS_1
"Sayang. Apakah kamu saat ini...-"
"Ia mami. Mami akan segera punya cucu. Dan kamu juga Mia akan punya keponakan," ucap Rachel pada kedua wanita yang ada di hadapannya.
"Masya Allah. Terimakasih ya Robby. Selamat ya sayang. Ini adalah hadiah terindah dalam hidup mami setelah kehadiran Devan dalam hidup mami," ucap nyonya Alisa penuh haru.
"Ini hadiah bulan madunya untuk mami dari kami berdua!" ucap Devan seraya menciumi pipi ibunya.
"Selamat ya Rachel. Aku adalah Tante yang paling bahagia saat ini," ucap Mia.
Deni juga memberi selamat pada bosnya dan keduanya berpelukan sesaat meluapkan kegembiraannya.
"Sayang. Ayo masuk dulu. Devan sudah beli makanan untukmu dan Mia membawa kamu daging gepuk buatannya sendiri. Mau makan yang mana dulu?" tanya nyonya Alisa pada Rachel yang berjalan menuju meja makan.
"Mau makan gepuk dulu baru makan rujak, mami," ujar Rachel.
"Kamu juga mau makan juga, hubby?" tanya Rachel pada Devan yang menganggukkan kepalanya. Walaupun sebenarnya ia belum lapar namun ia tidak ingin melihat istrinya kecewa. Apapun untuk Rachel, sebisa mungkin Devan selalu memenuhi keinginan ibu hamil itu karena kehamilan Rachel dengan resiko menanggung penyakit mematikan itu membuat nafas Devan setiap saat terasa sesak.
__ADS_1