Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al)

Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al)
Bab 39


__ADS_3

Alvaro datang ke kantornya, dia ingin menyuruh Danu untuk menyadap ponselnya Dion, karena Alvaro dari tadi gagal terus saat mengkoneksikan ponselnya Dion ke ponselnya, hanya data saja yang tertransfer, tapi gagal tersadap.


Danu menghela nafas ketika mencoba untuk mengkoneksikan ponselnya Dion yang telah dimasukkan kode sadap oleh Alvaro ke laptop miliknya. "Bajingan ini telah memasang anti sadap, dia pasti sudah tahu bahwa kita akan menyadapnya."


Dion adalah seorang yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata, sehingga dia tak pernah bertindak gegabah dalam melakukan sesuatu, dan dia selalu mempersiapkan akan apa yang akan terjadi kedepannya, salah satunya anti sadap pada ponselnya, karena dia tahu siapa saingannya, yaitu seorang detektif.


Alvaro ikut menghela nafas, baru kali ini dia merasakan kesulitan dalam menyelidiki suatu kasus, padahal tersangka sudah ada di depan mata, tapi tidak ada bukti sama sekali, memang tidak ada satu jejak pun yang ditinggalkan oleh Dion, dia benar-benar cerdik, bahkan pria itu bisa beraktivitas seperti biasanya, berpura-pura baik di depan orang banyak, sangat memuakkan.


Danu memeriksa data yang telah ditransfer oleh Alvaro dari ponselnya Dion ke ponsel Alvaro, dan sekarang telah ditransfer ke laptopnya juga. "Di ponselnya bersih, tidak ada data penting apapun, hanya 10 foto, wah kesepuluh foto itu foto bini kamu semua, Al! Dan ada 2 kontak nomor di ponselnya, atas nama MAMA dan MY LIFE."


"MY LIFE adalah nomor ponselnya Joana." kata Alvaro dengan nada kesal, entah mengapa dia merasa kesal mengatakannya.


Bisa dibayangkan betapa berartinya Joana untuk seorang Dion, sampai Dion menamai nomor kontaknya Joana dengan sebuah kata MY LIFE.


Danu langsung melirik Alvaro. "Apa kamu cemburu, Al?" Dia merasa temannya itu sedang dilanda panah asmara.


"Tidak, untuk apa aku cemburu? Aku tidak memiliki perasaan apapun pada Joana." Alvaro merasa yakin bahwa dia tak memiliki perasaan apapun pada gadis itu. Tidak akan pernah.


Oh salah, mulai sekarang Alvaro jangan menyebutnya gadis lagi, karena dia telah berhasil membuat Joana tak gadis lagi. Membuat dia menelan Saliva dengan susah payah mengingat bagaimana nikmatnya saat bercinta dengan Joana.

__ADS_1


Danu terkekeh, dia merasa tak yakin dengan ucapan Alvaro. "Aku catat nih kata-katamu, kalau sampai kamu jatuh cinta ke Joana, aku botakin kepalanya si Gleen." Danu berkata seperti itu sambil menunjuk Gleen.


Gleen yang diam dari tadi karena bibirnya bengkak, dia memprotes pernyataan Danu. "Lah kenapa jadi bawa-bawa aku?"


Alvaro tak bisa menahan tawa ketika melihat bibir Gleen yang bengkak seperti itu. "Bibir kamu kenapa, Gleen?"


"Kemarin adalah hari yang apes buatku, aku dapat job yang ternyata klienku adalah 3 orang waria, mereka hampir saja memperkosaku, untung aku segera berlari, tapi bibirku yang kurang beruntung karena kejedot pintu." Gleen mengatakannya dengan nada kesal.


Danu dan Alvaro malah mentertawakan nasib apes yang dialami oleh Gleen.


Gleen sangat kesal kepada kedua rekannya, sampai dia melemparkan kacang goreng yang ada di dalam toples pada mereka berdua. "Yaelah, aku malah ketawain. Tega bener lu pada!"


Danu menangkap kacang goreng yang dilempar oleh Gleen, dia malah senang dilempari kacang goreng seperti itu, sehingga langsung menyantapnya. "Gini ceritanya, Al. Jadi kemarin tuh kita dapat job, katanya si klien bernama Nikhita Watty, dia minta menjelaskan jobnya di diskotik, udah aku bilang ke si Gleen, bakalan gak benar nih. Eh si Gleen ngeyel mau ketemu klien, dia mah emang paling gercep kalau bertemu klien cewek." Danu mengatakannya sambil mengunyah kacang goreng.


"Oh iya, Dan. Aku sudah suruh kamu buat hack semua rekaman CCTV yang ada di kantor Alpha Group. Apa kamu sudah melakukannya?" Alvaro ingin tahu bagaimana hari pertama Joana bekerja di perusahaan Alpha, sekalian memantau Bianca dan Dimas juga disana, dan yang pasti untuk ekstra penjagaan buat Joana.


"Tentu saja sudah, walaupun cukup melelahkan, karena perusahaan itu bukanlah perusahaan kecil, sehingga aku sedikit mengalami kesulitan." jawab Danu. Tapi apapun akan dia lakukan demi sahabatnya.


Gleen, walaupun bibirnya bengkak, dia masih ingin menggoda Alvaro. "Wah, aku gak gak nyangka ternyata seorang pria malang kini telah mendapatkan jodoh seorang nona muda, kamu mirip cinderella, Al."

__ADS_1


Danu menimpali perkataan Gleen. "Al cowok, masa di bilang cinderella? Kalau cowok mungkin harus dipanggil cinderamata kali ya."


Gleen dan Danu terkekeh geli.


Alvaro hanya menghela nafas melihat tingkah laku Gleen dan Danu yang terus saja menggodanya, dia segera pergi ke ruangannya, untuk melihat CCTV yang ada di kantor utama Alpha.


Alvaro melihat Joana yang yang sedang berada di meeting room. Terlihat Pak Riki memperkenalkan Joana sebagai putrinya kepada semua orang yang menghadiri rapat tersebut, termasuk para dewan direksi dan staf jajaran tertinggi di perusahaan Alpha.


Penampilan Joana cukup memukau, apalagi ketika gadis itu memperkenalkan diri dan menyampaikan sudut pandangnya tentang perusahaan Alpha, membuat semua orang yang ada disana bertepuk tangan, menatap takjub pada putri kandung dari pemilik perusahaan Alpha tersebut.


Tanpa sadar Alvaro tersenyum ketika memperhatikan Joana, dia balik layar laptopnya tersebut, mungkin orang-orang mengira Joana adalah gadis yang angkuh dan elegan, padahal dia sangat tahu bagaimana bobroknya Joana, termasuk semua yang ada di dalam diri Joana.


Alvaro mengerutkan keningnya, mengapa pikirannya jadi membahas ke bagian dalam di tubuh Joana, padahal dia bukanlah tipe pria cabul ataupun pria yang selalu memiliki pikiran jorok kepada wanita.


Tapi jujur saja semalam itu rasanya sangat luar biasa. Alvaro menjadi panas dingin membayangkan bagaimana ketika dia menjamah setiap inci tubuh Joana, sampai tenggorokannya terasa kering. Tubuh Joana sangat terasa candu.


"Kali ini kamu pasti bisa tahan. Kemarin aku hanya ingin membuktikan kepadanya kalau aku bukanlah pria ho-mo, dan aku sudah menunjukkan keperkasaanku. Jadi aku rasa masalahnya sudah clear!" ucap Alvaro, pelan.


Alvaro lebih baik fokus dengan pekerjaannya saja, tapi ketika dia menoleh ke laptopnya lagi, dia melihat semua orang telah keluar dari meeting room yang ada di perusahaan Alpha tersebut, Alvaro memperhatikan ada seorang pria berjalan menghampiri Joana, sehingga Joana yang hendak keluar dari meeting room tersebut berhenti melangkah.

__ADS_1


"Joana, apa kabar? Aku apa kamu masih ingat denganku? Dulu kita pernah bersekolah di SMA yang sama, bahkan kita satu kelas." pria itu memperkenalkan diri kepada Joana, dia mengulurkan tangannya pada Joana. "Namaku Aditya Nugraha, aku anak dari salah satu pemegang saham di perusahaan ini."


Alvaro memperhatikan mereka dengan seksama, entah apa yang dia harapkan dari sikap Joana dalam menanggapi pria tersebut, yang pasti dia hanya ingin tahu bagaimana sikap Joana kepada pria itu. Apakah Joana akan bersikap acuh pada pria itu atau mungkin Joana akan bersikap ramah padanya?


__ADS_2