Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al)

Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al)
Bab 74


__ADS_3

Alvaro merasa ada yang tidak beres dengan Minah, dia merasakan dari nada bicaranya bahwa wanita itu sedang ketakutan, dia yakin pasti wanita itu sedang dalam posisi terancam.


"Mengapa ketika mendengar dari nada suaranya, Minah seperti ketakutan sekali? Apakah mungkin ada Dion disana?" gumam Alvaro.


Alvaro yakin bahwa orang yang mengancam Minah adalah Dion, saat ini Dion ternyata ada di kota T, dia harus pandai memanfaatkan situasi agar tidak ada banyak korban lagi, dia harus bisa menangkap Dion hari ini juga, entah bagaimana pun caranya.


Alvaro segera menelepon Gleen, dia masih memakai headset, sehingga dia menelpon Gleen sambil fokus menyetir mobil.


"Hallo Al." ucap Gleen ketika mengangkat telepon dari Alvaro


"Sepertinya Dion ada di kota T, Gleen." ungkap Alvaro. Pria itu sangat fokus menyetir mobilnya.


Gleen terkejut mendengarnya, "Oh shiiit, kamu harus hati-hati, Al. Aku akan menyusulmu kesana." Gleen tidak ingin sahabatnya terluka lagi. Begitulah diantara mereka, selalu ingin saling melindungi.


"Aku akan menjaga diriku sendiri, aku akan menelpon polisi. Tugasmu dan Danu sekarang lebih baik kalian memikirkan caranya bagaimana agar bisa masuk ke ruang bawah tanah di rumahnya Dion, aku yakin disana pasti ada rahasia besar." Alvaro ingin memanfaatkan situasi, mumpung Dion berada di tempat yang jauh dengan rumahnya, ini saatnya agar teamnya bisa masuk ke ruang bawah tanah itu, memeriksa ruangan tersebut. Siapa tahu menemukan bukti kejahatan Dion.


Gleen punya keahlian menipu, Alvaro yakin dia bisa mengelabui Bu Risa, entah bagaimana caranya, di tambah kolaborasi dengan Danu, karena Danu bukan hanya seorang hacker, dia juga bisa diandalkan dalam situasi apapun.


Gleen sebenarnya sangat mengkhawatirkan keselamatan Alvaro, tapi pekerjaan mereka memang seperti ini, selalu ada bahaya mengintai mereka, Gleen percaya Alvaro bisa mengatasi masalahnya.


"Oke Al, tapi hati-hati bro. Pokoknya aku gak mau tahu kamu harus bisa kembali lagi kesini dengan selamat." Gleen bersungguh-sungguh mengatakannya.


"Hm ya." jawab Alvaro.


Setelah menutup panggilan telepon. Alvaro pun segera menginjak pedal gas kencang, membawa mobilnya dalam kecepatan tinggi.


Brrmm...

__ADS_1


Brrrmm...


Brrrmm...


Alvaro harus segera tiba di tempat Minah berada, mungkin Dion juga mengincar Minah karena curiga padanya bahwa mantan pembantu itu mengetahui tentang kejahatan yang telah Dion lakukan.


Memang benar, saat itu Minah tak sengaja mendengar ada suara rintihan seorang wanita di ruang bawah tanah, membuat dia ketakutan.


Ruang bawah tanah tersebut memiliki dua buah pintu, Dion kalau membawa korbannya, selalu melalui pintu yang menghadap langsung ke halaman belakang rumah, sehingga tak ada orang yang melihatnya membawa korban.


Mungkin karena Minah penasaran dengan suara wanita yang seakan kesakitan itu, Minah mencoba mengintip dari celah pintu, betapa terkejutnya Minah saat melihat ada seorang wanita yang sedang disiksa oleh Dion, bahkan pria itu menusuk perut korbannya berkali-kali.


Hal tersebut membuat Minah syok dan mual, tapi dia tak ada keberanian untuk melaporkannya ke polisi karena takut pada Dion, apalagi Dion selama ini dikenal baik dikalangan masyarakat.


Karena itu Minah segera memikirkan caranya untuk keluar dari pekerjaannya, Dion sebenarnya sudah merasa ada yang aneh dengan sikap Minah, pembantunya itu setiap kali mengantarkan minuman padanya, tangannya terlihat gemetaran, dari ekspresi wajahnya terlihat Minah berusaha menyembunyikan rasa takutnya.


Di tambah tiba-tiba Minah meminta izin kepada Bu Risa untuk segera keluar dari pekerjaannya karena akan menikah dengan calon suaminya. Butuh waktu cukup lama agar bisa diizinkan pulang oleh Bu Risa, mungkin karena Bu Risa sudah sangat nyaman dengan Minah yang sudah lama bekerja di rumahnya.


Dion saat ini sedang berada di rumahnya Minah, dia tertawa seperti orang gila, karena ternyata tanpa dia duga Alvaro pun akan datang menemui Minah.


"Sangat menarik, ternyata detektif sialan sedang menuju kesini, haruskah aku memberikan hadiah untuknya dengan menggelantungkan kepalamu di depan pintu untuk menyambut kedatangannya?" ucap Dion sambil mengarahkan pisau tajam ke arah leher Minah, kemudian dia pun tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha..." Dion tidak menyangka Alvaro bisa sedetail ini sampai bisa mendengus yang berkaitan dengan mantan pembantunya itu.


Hanya mengetahui Minah keluar dari pekerjaannya saja, Alvaro sudah menebak ada kejanggalan tentang keluarnya sang mantan pembantunya Dion itu dari pekerjaannya. Dion pun bisa mengacungkan jempolnya karena insting Alvaro sangat tajam.


Saat ini kondisi Minah telah terluka, dengan wajahnya banyak berkas tamparan, badannya pun banyak yang bekas pukulan karena mungkin Minah berusaha untuk melawan.

__ADS_1


"Tolong lepaskan aku, aku mohon, Tuan." lirih Minah sambil meringis kesakitan. Wanita itu sangat ketakutan sekali.


Dion berjalan mendekati Minah yang sudah tak berdaya, dia memperlihatkan pisaunya yang tajam lalu tertawa puas. "Hahaha..."


Srekk...


"Arrghh!" Minah menjerit begitu Dion mulai memberikan luka sayatan pada betisnya.


Sreekk...


"Arrrgghh!' Minah menjerit kembali ketika Dion memberikan luka sayatan pada lengannya.


Sehingga darah terus bercucuran dari tangan dan kaki wanita itu.


Minah menggeram kesakitan dengan semua luka yang dia rasakan pada tubuhnya.


"Hahaha itu adalah hukuman untuk pembantu tidak tahu diri sepertimu. Seharusnya kamu diam saja, tidak perlu ingin tau apa yang aku lakukan." Dion sangat menikmati apa yang telah dia lakukan terhadap Minah.


Mungkin karena Dion merasa tubuh Minah sudah lemah, sehingga dia tidak mengikat tubuh Minah. Kemudian Dion membalikkan badannya, dia ingin membawa pisau yang lebih besar yang sudah dia sediakan di atas meja.


"Sekarang aku akan memutuskan Lehermu!"


Di meja tersebut terdapat sebuah koper yang di dalamnya ada berbagai jenis pisau, dimulai dari pisau yang berukuran kecil sampai pisau yang berukuran besar.


Praaang...


Namun, tiba-tiba ada seseorang memukul kepalanya Dion dengan vas bunga ketika Dion hendak membalikkan badannya kembali untuk mengeksekusi Minah, membuat darah bercucuran di kepala bagian belakangnya itu.

__ADS_1


"Arrrgghh!" Dion merasakan kepalanya terasa pening, bahkan kepalanya telah bercucuran darah.


...****************...


__ADS_2