Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al)

Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al)
Bab 83


__ADS_3

Alvaro membuka seluruh pakaiannya, dia kaget tiba-tiba Joana mengarahkan sang jantan ke dalam mulutnya, membuat Alvaro menganga, merasakan gila karena Joana akhirnya mau memuaskannya juga, apalagi ketika merasakan lembutnya mulut Joana seakan mengurut-urut sang jantan, dan nakalnya wanita itu memakaikan lidahnya seakan sedang menjilati es krim.


"Ahhh... kamu nakal, Jo."


Tatapan Alvaro menengadah ke atas, menatap langit-langit di rumah sakit tersebut, wanita ini membuatnya sangat menggila, dia mere-mas rambut Joana, menuntunnya untuk bergerak semakin cepat, rasanya ingin sekali di masukkan sepenuhnya, tapi tidak akan muat. Mulut Joana sangat mungil, sementara senjata Alvaro sangat besar.


Alvaro sudah tidak tahan lagi, dia segera membuat Joana berada di bawah kekuasaannya kembali, dia mencium bibir Joana dengan penuh naf-su, sementara di bawah sana senjata sudah mulai bergerak masuk dengan perlahan-lahan, hingga masuk sepenuhnya setelah di dorong dengan kuat.


Alvaro melepaskan ciumannya, dia mulai bergerak diatas Joana, semua beban yang ada di otak kepalanya, seakan hilang dalam sekejap, membuat dia semakin brutal menggerakkan pinggulnya diatas Joana.


"Ahhh... kamu sangat sempit, Joana." Alvaro meracau, semua luka cidera yang ada ditubuhnya tak dia hiraukan, saat ini yang ingin dia lakukan adalah menjemput kenikmatan dengan sang istri tercinta.


"Aku mencintaimu, Al." ucap Joana disela-sela desa-hanya, dia memeluk punggung Alvaro ketika Alvaro menghentakkan senjatanya menusuk lebih dalam.


"Aku lebih mencintaimu, Joana." jawab Alvaro, kemudian dia menautkan bibirnya dengan bibir Joana.

__ADS_1


Joana dan Alvaro saling menatap, mereka saling melemparkan senyuman, malam ini rasanya berbeda, mungkin karena mereka melakukannya dengan penuh cinta, tanpa harus ada pemaksaan lagi dari Alvaro.


Alvaro mengangkat kedua kaki Joana, memeluk kedua kakinya, sementara senjatanya semakin liar bergerak, membuat dia merasakan milik Joana semakin terasa sempit.


"Ah, nikmat sekali, Joana. Aku semakin mencintaimu." Alvaro meracau kembali, betapa nikmatnya bercinta malam ini. Kemudian dia melepaskan kaki Joana, dia menyambar buah dada Joana, melahapnya secara bergantian ke kanan dan kiri.


Mereka pun melenguh panjang ketika merasakan sama-sama menuju pelepasan, Alvaro memuntahkannya di dalam milik Joana, berharap memiliki anak dari wanita yang dicintainya itu.


Alvaro tak ada hentinya menghujani kecupan pada wajah Joana, mungkin karena dia terlalu gemas pada wanita itu sambil terkekeh, akhirnya dia tak menyangka bisa jatuh cinta lagi seperti ini, berharap Joana adalah wanita terakhir untuknya.


"Al."


"Jadi apa kejutannya?"


Wanita terkadang tak sabaran, padahal sudah bilang itu adalah kejutan. Kalau diceritakan, namanya bukan kejutan.

__ADS_1


Saat ini Alvaro menyuruh Danu dan Gleen untuk mencarikan bukti untuk memperkuat bahwa Dimas, Bianca, dan Bu Nadia bahwa mereka adalah dalang di balik penyerangan terhadap Joana. Dan juga mengecek data keuangan yang ada di perusahaan itu, karena Alvaro merasa ada sesuatu yang mengganjal ketika Baron mengatakan berapa bayaran yang berikan Dimas kepadanya dan anak buahnya, darimana Dimas memiliki uang sebanyak itu?


Buka itu saja, Baron bilang bahwa Dimas sering berpoya-poya dengan wanita bayarannya. Karena Baron yang menjadi penadah para wanita malam itu, dengan bayaran yang fantastis.


Alvaro baru tahu, ternyata selama ini Bianca hanya pura-pura bahagia, dia berpura-pura bersikap romantis dan mesra dengan Dimas di depan umum, demi reputasi. Yang padahal ternyata hubungan mereka tidak harmonis, Dimas yang sudah bosan dengan Bianca, dan Bianca yang belum bisa move on dari Alvaro.


"Besok kamu akan tahu sendiri. Apapun akan aku lakukan untukmu, Joana." Alvaro mencium bibir Joana kembali, tak ingin melepaskannya. Pria ini kini telah berubah menjadi kucing yang manja.


"Jo, bagaimana kalau kita melakukannya sekali lagi, satu celup aja ya!" pinta Alvaro, dia memang tak pernah puas jika hanya bermain satu kali.


Joana menganggukkan kepalanya dengan malu-malu, dan malam itupun mereka melakukannya lagi dan lagi. Mungkin inilah cara perayaan mereka yang telah saling mengungkapkan perasaan. Alvaro memang tidak bisa bersikap romantis dengan kata, tapi bisa dia buktikan dengan perbuatan, termasuk hot di ranjang.


Kali ini Joana yang memimpin, dia yang ingin bergerak diatas pinggul Alvaro, dia tidak ingin selalu dipuaskan, tapi juga ingin memuaskan Alvaro. Alvaro adalah seorang pria sejuta pesona, yang pasti banyak wanita yang menyukainya, karena itu Joana ingin menjaga apa yang dia miliki, walaupun dia percaya bahwa Alvaro bukan tipe pria yang mudah tergoda.


...****************...

__ADS_1


...Nah siapa yang minta part es batu?...


...Acungkan kakinya!...


__ADS_2