Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al)

Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al)
Bab 48


__ADS_3

Di pagi hari itu, air shower telah mengguyur tubuh mereka, Alvaro semakin ganas mencium bibir Joana, dia mendesakan lidah bermain di dalam rongga mulut Joana. Lidah Joana sama sekali tidak bisa mengimbangi belitan liar yang dilakukan oleh Alvaro, wanita itu hanya bergeming dengan mata terbuka lebar dan mengepalkan tangannya karena hatinya berdebar-debar.


Apalagi ketika Alvaro berhasil membuka piyama yang dipakai oleh Joana, membuat piyama tersebut berhambur jatuh ke lantai kamar mandi tersebut, sehingga hanya menyisakan pakaian da-lam di tubuh indahnya Joana.


Ciuman Alvaro begitu dalam dan liar, membuat hasrat terbangun di dalam dirinya, begitu pun Joana, dia mulai membalas ciuman Alvaro, ciuman Alvaro membuatnya lupa diri dan kehilangan akal sehatnya.


Ciuman Alvaro turun ke leher Joana, dia mencecapi leher jenjangnya Joana yang sudah basah terkena guyuran air shower. Hal tersebut membuat Joana mendes-ah, dia mencengkeram kemeja Alvaro yang sangat basah dengan air.


"Mmhhh... Al."


Alvaro merasakan seakan seperti ada magnet di dalam diri Joana, membuat Alvaro ingin terus mendekat dan menghimpit tubuh Joana. Kemudian dia mencium bibir Joana kembali, mereka berciuman cukup lama dalam keadaan tubuh mereka yang telah basah kuyup.


Sehingga Joana merasakan ada sesuatu yang keras dan menusuk dibawah sana, membuat Joana merasa tak karuan, tubuhnya terasa panas, bahkan air shower tak mampu mendinginkannya.


Joana merasakan deg-degan ketika Alvaro membuka bra dan ce-lana dalamnya, melemparkan kedua kain tersebut dengan ngasal. Sehingga kini wanita tersebut tak memakai satu helai kain apapun di hadapan Alvaro, sementara Alvaro masih berpakaian lengkap.


Joana menelan saliva berkali-kali dan mengigit bibir bawahnya ketika Alvaro terus memperhatikan tubuhnya yang putih mulus tersebut.

__ADS_1


Tubuh Joana sangat indah dan menggoda. Joana adalah tipe wanita yang sangat mementingkan perawatan tubuhnya, bahkan aroma tubuhnya tercium sangat wangi.


Joana melihat Alvaro membuka kemejanya dan celananya, sehingga hanya meninggalkan boxer saja. Mata Joana tertuju pada di balik boxer tersebut, membuat Joana menelan saliva. Karena dia sudah tahu bagaimana besarnya milik sang suami.


Alvaro meraih sabun cair, dia menyabuni tubuh Joana dengan telaten dan lembut dari atas ke bawah. Joana merasa tubuhnya seakan digoda oleh Alvaro ketika pria tersebut sedang menyabuni seluruh tubuhnya, apalagi ketika Alvaro menyabuni bagian dadanya.


Awalnya hanya menyabuni, tapi berganti menjadi sebuah re-masan, Alvaro mere-mas dengan lembut buah dadanya Joana, ukurannya sangat pas dengan tangan Alvaro.


Gerakan lembut Alvaro saat mere-mas buah dada Joana membuat sang empu merasakan kenikmatan hingga terus dibuat mendes-ah erotis yang terdengar begitu merdu di telinga Alvaro.


Apalagi ketika Alvaro mengusap-usap sabun dengan lembut dibagian pu-tingnya, membuat Joana semakin gila, "Al!"


Alvaro membersihkan badan Joana dengan air shower, sehingga semua busa sabun yang ada ditubuh Joana kini telah bersih, kemudian Alvaro mulai melahap buah dada Joana.


"Ah!" erang Joana ketika pria tersebut mulai menyesapnya seperti bayi.


Alvaro memainkan bagian puncaknya dengan lidah membuat Joana semakin merasa geli, tangan Joana bergerak gelisah mere-mas rambut Alvaro yang sedang dia susui.

__ADS_1


Tubuh Joana menegang, beberapa kali dia menengadah ke atas sambil mendes-ah, Alvaro begitu rakus menghisap buah dadanya. Kakinya bergerak gelisah tak karuan menahan kenikmatan yang dilakukan oleh Alvaro pada buah dadanya. Pria itu masih saja menyesap buah dadanya Joana, disertai gerakan lidah bergerilya di area puncaknya, membuat Joana semakin kuat mencengkram rambutnya Alvaro.


Sementara tangan Alvaro turun ke bawah, menyentuh area inti Joana dengan satu jemarinya, kemudian Alvaro menggerakkan jarinya itu dengan lembut, bergerak hilir mudik di area miliknya Joana.


Joana seakan diserang dengan kenikmatan yang tertubi-tubi dibagian bawah dan atas, sehingga suara desa-hanya semakin terdengar nyaring dan seksi.


"Ahhh... Al!"


Alvaro semakin mempercepat gerakan jarinya dibawah sana, mampu membuat Joana melayang menggapai cakrawala. Semakin cepat gerakan jari tersebut, suara des-ahan Joana semakin terdengar keras. Apalagi ketika jari Alvaro bergerak keluar masuk, nafas Joana mulai tak beraturan.


"Ahhh... mmhh... Al!"


Alvaro memasukan dua jarinya ke dalam sana, mengocok-ngocok dengan lembut, membuat Joana merintih tak tertahankan, tangan Joana memegang lengan Alvaro, mereka saling membelitkan lidah dengan penuh naf-su dan saling bertukar saliva tiasa henti.


Tubuh Joana nampak mengejang, merasakan dua jari Alvaro keluar masuk tiada lelah, membuat Joana mencengkam punggung Alvaro, memeluknya dengan erat.


Badannya bagaikan tersengat aliran listrik merasakan pelepasannya, sehingga dia semakin memeluk erat tubuh Alvaro dan mencium bibir Alvaro dengan menggebu-gebu, walaupun terdengar suara des-ahan Joana disela-sela ciuman mereka.

__ADS_1


"Kamu menyukainya, Jo?" tanya Alvaro. Pria itu seakan sedang meledek Joana yang sudah terbuai dengan semua sentuhan yang Alvaro lakukan pada tubuhnya.


Pertanyaan Alvaro membuat wajah Joana merah merona, tidak mungkin dia bilang tidak karena nyatanya dia telah buat basah oleh Alvaro. Tapi tidak mungkin juga dia harus bilang iya, sangat malu untuk mengatakannya.


__ADS_2