
Joana tidak paham mengapa Alvaro bisa tahu tentang apa yang mereka bicarakan di meeting room tersebut ketika dia membaca pesan dari Alvaro.
Rasanya sangat mengerikan juga memiliki suami sebahaya Alvaro. Untung saja dia bukan wanita tipe peselingkuh, pasti akan langsung ketahuan oleh Alvaro.
Joana bergidik ngeri membayangkannya, mungkin saja selama ini Alvaro sering memperhatikan gerak geriknya selama dia di kantor. Suaminya benar-benar misterius.
Tapi Joana sadar, bukan saatnya dia memikirkan tentang Alvaro, yang sekarang dia pikirkan adalah saran dari Alvaro.
[Masyarakat di kota C sangat menentang akan adanya pembangunan disana. Sudah 4 kali perusahaan Alpha ingin berbisnis disana, tapi tidak mendapatkan izin juga dari masyarakat setempat. Aku rasa ada usaha yang paling tepat agar bisa diterima disana, yaitu membangun sebuah pusat perbelanjaan atau pasar.
Di kota C belum belum ada pasar, jika mereka ingin pergi ke pasar yang ada di perbatasan dengan kota D, membutuhkan waktu 2 jam, hanya orang-orang yang memiliki kendaraan bisa berbelanja kesana. Terkadang jika ingin berbisnis, kita harus mengetahui bisnis apa yang dibutuhkan masyarakat setempat.]
Sebelum Alvaro mengirim pesan pada Joana, dia mencoba melakukan survei terlebih dahulu tentang kota C di laptop yang satunya lagi, apalagi dia juga sedikit mempelajarinya tentang Alpha, jadi dia tahu bahwa Alpha telah gagal selama 4 kali dalam membangun bisnis disana, padahal Alpha sendiri yang memiliki lahan tersebut, tapi masyarakat disana melakukan penolakan yang sangat keras.
__ADS_1
Joana merasa apa yang Alvaro katakan ada benarnya, kemudian dia segera berdiri untuk mengemukakan apa yang harus dia jelaskan, menjawab pertanyaan dari sang ayah.
Joana menatap kepada semua orang yang ada disana, kemudian dia mulai berbicara. "Bagaimana kalau kita membangun sebuah pasar?"
"Pasar?" Nampak semua orang yang ada disana meragukan usulan dari Joana.
"Pasar itu sudah lumrah, untuk apa kita membangun pasar?" protes salah satu staf tertinggi di perusahaan itu. Mungkin dia adalah salah satu pendukungnya Dimas. Pria itu bernama Pak Johan.
"Saya rasa pasar adalah bisnis yang paling tepat untuk dibangun disana. Karena pasar memang sangat dibutuhkan di kota C." jawab Joana dengan tenang.
Aditya bertepuk tangan mendengarkan penjelasan dari Joana. "Ya, saya setuju. Bagi masyarakat di kota C, kebutuhan pokok lebih penting daripada rekreasi atau tempat hiburan, mereka pasti akan setuju jika kita membangun pasar disana. Dan kita bisa menyediakan barang yang susah di dapatkan disana."
Ponsel Joana bergetar kembali, dia mendapatkan pesan lagi dari Alvaro. Alvaro mengirimkan sebuah desain untuk pasar yang telah diterangkan oleh Joana. Walaupun Joana sangat penasaran mengapa Alvaro seolah-olah sedang memperhatikannya, tapi dia harus terlihat profesional. Kemudian dia menunjukkan desain itu dengan mengarahkannya ke white board.
__ADS_1
"Tentu saja kita akan membangun pasar tersebut semenarik mungkin, sebuah pasar tradisional tapi dengan desain yang modern."
Semua orang yang ada disana bertepuk tangan dengan meriah, merasa takjub dengan ide brilian dari Joana. Walaupun sebenarnya Joana merasa ide itu bukanlah darinya, tapi dari Alvaro.
"Kami lebih setuju dengan ide dari Nona Joana." Banyak orang-orang yang ada di meeting room tersebut berkata seperti itu.
"Saya rasa membangun pasar disana memang keputusan yang paling tepat." ucap salah satu staf jajaran tinggi disana, Pak Tio.
Alvaro memang tahu bahwa ide tersebut memang darinya, tapi tetap saja menurutnya cara penyampaian Jaona cukup mengagumkan, karena Joana menyampaikan dengan pemikirannya sendiri.
"Kamu memang berkerja sangat baik, Joana." ucap Alvaro sambil memperhatikan Joana yang ada di layar laptopnya. Dia sangat kagum kepada wanita itu.
__ADS_1
Sementara itu Bianca dan Dimas, mereka sangat terlihat kesal, karena hampir semua orang yang ada di meeting room menyetujui ide dari Joana. Hal ini akan menjadi nilai plus untuk Joana, untuk mendapatkan simpati dan dukungan dari para staf jajaran tertinggi di perusahaan.
Mungkin Alvaro tidak bisa memberikan dukungannya dari depan atau selalu berdiri di samping Joana. Dia hanya bisa memberikan dukungan pada Joana dari belakang seperti ini, karena dia juga sibuk dengan pekerjaan sebagai seorang detektif.