
Saat ini hati Alvaro sedang tak karuan, hatinya sangat tidak tenang, dia telah melukai Joana dengan begitu dalam, bahkan Joana meminta Alvaro untuk menjaga jarak dengannya, mungkin karena Joana membutuhkan waktu untuk menenangkan hatinya dan memikirkan keputusan apa yang akan Joana ambil dari pernikahan mereka.
Alvaro sedang berada di kantornya, dia memperhatikan Joana di balik rekaman CCTV, Joana terlihat sedang terdiam di ruangannya, Joana nampak tak bersemangat mengerjakan pekerjaannya. Alvaro sudah mengirimkan pesan berkali-kali pada Joana, tapi wanita itu enggan untuk membalas pesan dari Alvaro.
Bukan hanya itu, Alvaro juga telah mengirim berbagai macam bunga pada Joana, makanan kesukaan Joana, kalung berlian untuk Joana, bahkan tas, pakaian, dan apapun itu sampai numpuk di ruangan kerjanya Joana. Siapa tahu Joana menyukai semua barang yang Alvaro berikan, agar bisa sedikit meluluhkan hati Joana. Gleen bilang bahwa wanita suka barang bermerek.
"Permisi, ada kiriman lagi dari Tuan Alvaro untuk Nona." ucap Asisten Arman, sambil memberikan dua buah paper bag pada Joana.
Joana tak melirik sedikit pun barang apa yang ada di dalam paper bag itu, dia terlihat sedang fokus dengan laptopnya, "Simpan saja disana!" titahnya sambil menunjukan barang-barang dari Alvaro yang sudah menumpuk, terletak di sudut kiri ruangannya.
Asisten Arman mengangguk patuh, dia melihat ada banyak sekali barang yang telah Alvaro berikan pada Joana. Apa nona mudanya itu mau berjualan barang?
Setelah Asisten Arman keluar dari ruangannya, Joana melirik ke arah kamera CCTV, dia baru teringat bahwa Alvaro telah menyadap rekaman CCTV di kantornya, apakah Alvaro sedang mengintipnya sekarang?
Jawaban memang iya, pria itu dari tadi sedang memperhatikan Joana di balik rekaman CCTV tersebut. Alvaro sebenarnya ingin menemui Joana secara langsung, tapi Joana meminta untuk berjaga jarak dengannya, karena itu Alvaro terpaksa harus mengabulkan permintaan Joana.
__ADS_1
Joana membawa sebuah lakban hitam dari laci, kemudian dia naik ke kursi sofa sambil menjijitkan kaki.
"Apa yang Joana lakukan?" gumam Alvaro, dia tak enak hati ketika melihat Joana membawa sebuah lakban.
Ternyata Joana menutup kamera CCTV yang ada di ruangannya dengan lakban sehingga Alvaro tak bisa memperhatikan Joana di ruangannya itu.
"Yah, Jo. Jangan di tutup, Jo." teriak Alvaro ketika melihat rekaman CCTV tersebut kini telah berwarna hitam.
"Ah!" Alvaro nampak frustasi, sampai di refleks menepuk keningnya sendiri.
Sebenarnya Alvaro tidak paham, mengapa Joana tiba-tiba menanyakan masa lalunya dengan Bianca, tapi walaupun begitu, tetap saja yang harus disalahkan adalah dirinya sendiri. Joana pantas membencinya. Tapi Alvaro akan berjuang untuk mendapatkan hati dan maaf dari sang istri.
Setelah menutup kamera CCTV di ruangannya, Joana pun melanjutkan aktivitasnya kembali, sesekali dia memperhatikan banyak sekali barang yang telah Alvaro kirimkan untuknya, apalagi dia juga telah membaca pesan dari Alvaro, walaupun tak dia balas.
Alvaro telah menunjukkan keseriusannya, dia berusaha untuk bisa mendapatkan maaf dari Joana. Haruskah dia memaafkannya dengan begitu mudah? Sementara hatinya saat ini masih sakit dan terluka dengan kenyataan yang sebenarnya tentang masa lalu Alvaro dan Bianca.
__ADS_1
...****************...
Joana akhirnya merasa tidak ada yang memperhatikannya lagi di ruangannya, dia terlihat sedang termenung disana, memikirkan masalah yang dihadapi olehnya dan juga oleh Alvaro.
Disaat dia mengakui pada dirinya sendiri bahwa dia jatuh hati pada Alvaro, tapi ternyata hal tersebut malah membuat hatinya sangat terluka setelah mengetahui kenyataan bahwa ternyata Alvaro menikahinya hanya untuk menjadikan dia sebagai pion balas dendam terhadap Bianca dan Dimas, dan menjadikan dia pion untuk bisa menangkap Dion.
Hal tersebut sangat membuat hati Joana sangat sakit, Alvaro telah mempermainkan hidupnya. Tapi hatinya lebih sakit begitu mengetahui bahwa ternyata Alvaro adalah mantan suaminya Bianca, hal tersebut lebih menyesakan, karena Bianca adalah salah satu orang yang tak menyukai kehadirannya di perusahaan.
Sekarang ini Joana masih dilanda kebimbangan, dia tak tahu bagaimana nasib pernikahannya bersama Alvaro saat ini, yang pasti dia sangat sakit dan terluka dengan kenyataan yang menyakitkan untuknya.
'Aku tidak tahu harus membuat keputusan apa tentang pernikahan kita, Al? Semuanya sangat menyakitkan untukku.' lirih hati Joana.
Sebenarnya saat ini hatinya sangat sakit, dia begitu rapuh, tapi dia berpura-pura harus bersikap tegar.
Walaupun Alvaro telah menunjukkan keseriusannya untuk meminta maaf padanya, tapi tak membuat rasa sakit itu terobati.
__ADS_1