Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al)

Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al)
Bab 51


__ADS_3

Hari ini Alvaro dan teamnya mendapatkan sebuah job, mereka harus menyelidiki kasus kematian seorang gadis bernama Lena, gadis berusia 17 tahun itu dinyatakan meninggal karena bunuh diri terjun dari kelasnya yang terletak di lantai 5.


Polisi menduga Lena bunuh diri, karena tidak ada sidik jari di tubuh korban dan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Apalagi tidak ada CCTV di dalam kelas tersebut.


Tapi ibunya Lena bersikukuh bahwa Lena tidak mungkin mati karena bunuh diri, Lena adalah anak gadis yang sangat ceria, apalagi gadis itu selalu bilang kalau dia ingin menjadi seorang dokter, sehingga dia selalu mengikuti pelajaran ekstrakurikuler PMR. Dan ingin kuliah di jurusan kedokteran. Tidak mungkin seseorang yang sangat semangat untuk meraih cita-citanya harus memutuskan mati konyol seperti itu.


"Anak saya tidak mungkin bunuh diri, Detektif Al. Dia sangat ingin sekali menjadi seorang dokter, sampai Lena rela berjualan di pasar setiap pulang sekolah, agar bisa mengumpulkan uang." ibunya Lena menangis. Seorang ibu yang sangat terpukul atas kepergian putrinya yang secara tidak wajar itu.


Alvaro merasa tergugah hatinya, walaupun Ibu Aminah tak mampu membayarnya, tapi dia tetap akan membantu mengungkapkan kasus dibalik kematian putrinya yang malang tersebut.


Alvaro sekarang ini sedang berada di dalam sebuah kelas lantai kelima, tempat dinyatakannya Lena bunuh diri, dia memperhatikan dengan seksama ke area bawah, dari jendela yang telah hancur kacanya tersebut, atas insiden bunuh diri.


Posisi mayat Lena ditemukan dalam keadaan terbaring di taman belakang dengan kondisi kepalanya yang banyak mengeluarkan darah, karena saat dia terjatuh kepalanya terbentur pada sebuah batu, ada kemungkinan Lena saat jatuh dari lantai 5 tersebut dengan posisi membelakangi jendela, sehingga punggungnya terluka akibat pecahan kaca tersebut.


"Lena terjatuh ke bawah dengan posisi membelakangi jendela, sehingga gerakan punggungnya menabrak kaca jendela, kemudian dia terjatuh ke bawah dalam kondisi terbaring di taman. Hm, aku merasa ada yang tidak beres dengan hal ini." Alvaro merasa ada kejanggalan dengan posisi terjatuhnya Lena.


Mengapa Lena terjun ke bawah dengan posisi membelakangi jendela? Alvaro merasa yakin bahwa Lena jatuh secara tidak disengaja, bukan karena unsur bunuh diri. Lantas apa yang membuatnya bisa terjatuh ke bawah?


Gleen yang baru datang ke dalam kelas, dia memperlihatkan sebuah buku pada Alvaro, "Aku menemukan buku ini di rerumputan yang ada di taman, buku pelajaran ini atas nama Lena." kata Gleen sambil terengah-engah.


Alvaro segera membawa buku pelajaran dari tangan Gleen, ternyata buku tersebut adalah buku pelajaran biologi atas nama Lena.


Kemudian Danu yang dari tadi mendengarkan percakapan mereka dari kejauhan melalui earpiece, dia ikut berbicara. "Pada hari kamis kemarin akan ada ulangan biologi, kemungkinan Lena sedang menghapalkan pelajaran itu, karena ulangan akan dimulai setelah jam istirahat." Sementara Lena terjatuh disaat waktu istirahat, sebelum ulangan biologi dimulai.

__ADS_1


"Itu artinya Lena terjatuh sambil memegang buku pelajaran. Sudah dipastikan dia terjatuh bukan karena bunuh diri, tidak mungkin dia bunuh diri sambil menghapal pelajaran." ucap Alvaro. Sementara bukunya terlempar jauh ketika Lena terjatuh ke bawah.


Bagi Alvaro ada dua kemungkinan atas penyebab kematian Lena. Kemungkinan pertama, Lena sedang duduk di panel jendela, kemudian dia terkejut akan sesuatu, sehingga tanpa sadar dia refleks meloncat saking kagetnya, membuat punggungnya menyenggol kaca jendela dengan keras, menyebabkan Lena terjatuh dari sana.


Kemudian kedua, Lena kondisi tubuhnya sedang tidak fit. Bisa saja dia merasakan pusing ketika dia duduk di panel jendela tersebut, mungkin karena dia nyaris pingsan, sehingga punggungnya bersandar pada kaca jendela, mungkin karena kaca jendela tak kuat menahan beban, membuat kaca tersebut retak dan pecah, sehingga Lena terjatuh ke bawah.


Karena menurut kesaksian teman-temannya Lena, bahwa Lena memang sering duduk di panel jendela kelas.


"Coba kamu cek CCTV disekitar area sekolah, Dan." Alvaro memberikan perintah kepada Danu.


"Oke." Danu mengecek CCTV yang ada di area sekitar sekolah pada hari kamis, sehingga dia melihat ada seorang lelaki yang memakai seragam SMA membuang sesuatu yang terlihat seperti sebuah topeng dengan gemetaran di depan sebuah toko.


Danu mengecek logo sekolah yang ada di seragam siswa tersebut, ternyata siswa itu bersekolah yang sama dengan Lena. Karena itu Danu segera memeriksa tong sampah yang ada di depan toko xxxx, dia menemukan sebuah topeng hantu, persis dengan apa yang telah dibuang oleh seorang siswa di rekaman CCTV itu.


"Aku menemukan ada sebuah topeng hantu yang dibuang oleh seorang siswa di toko yang ada di dekat sekolah. Siswa itu bernama Andre, dia satu kelas dengan Lena." lapor Danu.


...****************...


Alvaro pun datang menemui Andre yang sedang makan di kantin bersama kedua temannya.


"Aku ingin berbicara berdua dengan Andre." ucap Alvaro, sebuah pertanda dia mengusir kedua sahabatnya Andre, agar dia dan Andre bisa berbicara berdua secara khusus.


Kedua temannya Andre pun pergi, kemudian Alvaro duduk di meja yang sama dengan Andre.

__ADS_1


Alvaro menunjukan sebuah topeng hantu kepada Andre, membuat Andre terkejut bukan main, padahal dia sudah membuang topeng tersebut ke tong sampah.


"Aku melihat kamu membuang topeng ini ke tong sampah yang ada di toko sebelah sekolah? Kenapa kamu membuangnya?" tanya Alvaro dengan nada mengintrogasi.


"A-aku sudah tidak membutuhkannya lagi." jawab Andre, dia terpaksa berbohong.


Alvaro tahu Andre sedang berbohong ketika melihat Andre sedang menggerakkan jemari tangannya, dia terlihat sangat gugup.


"Katakanlah sejujurnya apa yang terjadi waktu itu?" Alvaro terus menekan Andre agar berbicara sejujurnya. "Saat kejadian waktu itu seharusnya kamu selalu ada di kantin saat jam istirahat tiba, tapi hanya hari itu saja kamu tidak pergi ke kantin." Andre memang tak pernah absen dari kantin setiap jam istirahat.


Hanya saat kejadian hari itu saja Andre tidak pergi ke kantin, mungkin karena sangat shock dengan apa yang terjadi pada Lena, Lena mati gara-gara keusilannya.


Kemudian Andre menangis, "A-aku tidak berniat untuk membuatnya celaka, a-aku hanya ingin bercanda dengannya."


Alvaro menepuk-nepuk pundak Andre, sebenarnya dia merasa kasihan kepada Andre. Tapi dia tidak ingin Andre seperti Bianca. Bisa saja dia menyembunyikan hasil penyelidikan ini, tapi di masa depan mungkin Andre bisa berbuat lebih parah dari ini karena tidak mendapatkan efek jera dengan apa yang telah dia perbuat. Semua orang harus belajar mempertanggungjawabkan atas kesalahan yang dia lakukan.


"Ya, jadilah seorang pria. Kamu harus mempertanggungjawabkan kesalahanmu."


Masalah hukuman yang didapatkan oleh Andre apakah akan ringan atau berat, itu hanyalah pengadilan yang memutuskan.


Saat itu Lena yang sedang duduk di panel jendela sambil membaca buku, dia terkejut karena ulah keusilan Andre, sehingga Lena terlonjak dan punggungnya menyenggol kaca jendela, otomatis Lena terjungkal jatuh ke bawah. Andre langsung berlari ke luar kelas, karena tidak mau disalahkan. Karena tidak ada yang mencurigainya, dia merasa dirinya aman, walaupun sebenarnya dia sangat merasa bersalah, karena tidak ada maksud untuk mencelakai Lena. Andre orangnya sering usil kepada teman-teman sekelasnya.


Bercanda berujung maut, itulah kesimpulannya.

__ADS_1


Bu Aminah menangis tersedu-sedu begitu mengetahui penyebab kematian anaknya, anaknya harus meninggal secara mengenaskan, walaupun apa yang dilakukan oleh Andre bukanlah unsur kesengajaan, tapi begitulah kematian akan datang menjemput dengan berbagai cara. Dan tentu saja Andre harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.


__ADS_2