Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al)

Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al)
Bab 46


__ADS_3

Tok...


Tok...


Tok...


Terdengar suara ketukan pintu di kamar hotel yang telah disewa oleh Bianca, Bianca tersenyum, dia sudah tau siapa yang akan datang ke kamarnya tersebut karena dia telah memberitahu Alvaro nomor kamar hotel yang dia sewa, sehingga dia segera membuka pintu dengan senang hati.


"Al!"


Mata Bianca berkaca-kaca penuh rasa haru melihat sosok pria yang sangat dia rindukan di hadapannya, tatapan pria itu begitu na-fsu kepadanya, tanpa diduga Alvaro langsung menyambar bibirnya, membuat Bianca terkejut.


Apakah mungkin Alvaro juga sebenarnya sangat merindukannya? Hati Bianca bertanya-tanya.


Bianca sangat kewalahan, apalagi ketika Alvaro mendorong tubuhnya ke dinding kamar, mengunci tubuhnya, pria itu masih mencium bibir Bianca dengan begitu naf-su, merapatkan tubuh mereka.


Bianca membalas ciuman Alvaro, tangannya meraba-raba punggung Alvaro, kemudian dia membuka kancing kemeja Alvaro, membuat kemeja tersebut terlepas, sehingga terlihat bagaimana indah dan kekarnya tubuh Alvaro.


Tubuh Alvaro begitu terlihat sixpack, membuat Bianca menelan saliva memandanginya, dia menciumi dada Alvaro yang bidang, membuat pria tampan itu menggeram, "Oh Bi."


Alvaro mencium bibir Bianca kembali. Ciuman mereka semakin lama semakin terasa panas, mereka saling mendekap dan saling meraba, kemudian mereka saling membuka pakaian mereka masing-masing, sehingga badan mereka benar-benar telan-jang.

__ADS_1


Bianca menciumi seluruh tubuh Alvaro yang terlihat begitu gagah dan sempurna, ingin menghirup aroma tubuh pria itu yang sangat wangi dan membuatnya semakin bergairah, dari atas sampai bawah, tak dia lewati sama sekali.


Begitupun Alvaro, dia menyambar buah dada milik Bianca, menyesapnya dengan kecang.


"Ahhh... terus Al, aku sangat merindukanmu." racau Bianca, menciumi kepala Alvaro yang sedang menyesap buah dadanya, pria itu sangat naf-su sekali, seperti bayi yang sedang kehausan.


Alvaro nampak sudah tidak tahan, dia menggendong Bianca ke atas kasur, lalu merebahkan tubuh Bianca disana dengan sedikit kasar, mungkin karena sudah tak sabar ingin segera menyatukan tubuh mereka.


Bianca dengan senang hati membuka lebar pahanya, tak sabar ingin merasakan lagi bagaimana gagahnya tubuh Alvaro.


Bianca berharap setelah ini hubungan dia dan Alvaro semakin membaik, mereka akan bersatu kembali, setelah melepaskan pasangan mereka masing-masing.


Drrrrtt...


Drrrrtt...


Drrrrtt...


Bianca terlonjak begitu mendengar suara ponselnya bergetar, Bianca nampak celingukan memperhatikan suasana di kamar hotel tersebut, dia baru menyadari bahwa ternyata dia telah ketiduran sampai bermimpi indah bersama Alvaro.


Bianca membersihkan air liurnya dengan tisu, dia menghela nafas mengingat mimpi basahnya bersama Alvaro. Rasanya sangat kesal, mengapa semuanya harus mimpi?

__ADS_1


"Ternyata semuanya hanya mimpi." lirih Bianca, padahal dia sangat berharap Alvaro malam ini datang menemuinya, tapi pria itu sama sekali tidak merespon pesan darinya.


Jika tau kejadian panas antara dia dan Alvaro adalah sebuah mimpi, Bianca pasti tidak akan terbangun dari mimpinya itu. Karena mimpi yang tadi sangat manis dan indah untuknya.


Bianca beranjak dari tempat tidur, dia masih mengenakan lingerie yang sangat seksi, kemudian dia berjalan ke kursi sofa, dia duduk disana, meraih ponselnya yang tergeletak diatas meja.


Bianca segera mengecek ponselnya, dia terkejut ketika melihat ada sepuluh panggilan tak terjawab dari Dimas dan juga ada tiga pesan belum terbaca dari suaminya itu.


[Dimana kamu sekarang? Ini sudah jam 11 malam, kamu belum pulang juga.]


[Security bilang kamu malam ini tidak pergi ke kantor, lalu dimana kamu sekarang?]


[Cepat pulang, jangan sampai papa tahu kamu tidak ada di rumah malam ini!]


Bianca menghela nafas, Dimas mengirim pesan padanya bukan karena mengkhawatirkannya, tapi karena takut ayah tirinya tahu bahwa dia masih berada di luar pada larut malam begini, reputasi bagi Dimas memang sangat penting.


Bianca melihat kembali pesan yang dia kirim ke Alvaro tiga jam yang lalu, pesan darinya hanya dibaca oleh Alvaro, tapi pria itu sama sekali tidak ingin membalas pesan darinya.


"Sampai kapan kamu terus jual mahal seperti ini, Al?" Bianca rasanya seperti akan gila, gila karena sangat cemburu pada Joana, gila karena cintanya kepada Alvaro semakin membesar, gila karena Alvaro tak pernah meresponnya. Membuatnya sangat tersiksa.


Tapi Bianca tidak akan pernah menyerah, dia yakin dia bisa membuat Alvaro kembali padanya. Mungkin sekarang Alvaro masih ingin menghukum dirinya, atas rasa sakit yang telah Bianca torehkan kepadanya. Tapi Bianca yakin, lambat laun Alvaro pasti akan luluh kepadanya, asalkan Bianca tidak boleh menyerah untuk bisa meluluhkan kembali hati Alvaro.

__ADS_1


"Suatu saat nanti kamu pasti akan kembali seperti Alvaro yang aku kenal." lirihnya. Dia yakin dengan sepenuh hati dengan ucapannya itu.


Kemudian Bianca segera mengganti lingerie yang dia pakai dengan pakaian kantor yang tadi, malam indah yang Bianca bayangkan tak terwujud, karena Alvaro malah mengabaikan pesan darinya.


__ADS_2