Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al)

Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al)
Bab 60


__ADS_3

Dua puluh orang gangster yang menyerang Joana telah ditangkap oleh polisi, ketika mereka diintrogasi tentang siapa yang menyuruh mereka dalam melakukan penyerangan terhadap Joana, mereka malah menjawab bahwa mereka tidak disuruh oleh siapapun, mereka bilang menyerang Joana untuk merampok. Mungkin bayaran yang mereka dapatkan cukup tinggi. Sehingga kasus tersebut dinyatakan sebuah kasus perampokan terhadap Joana.


Sementara Alvaro, saat ini dia sedang dirawat di rumah sakit, Joana selalu setia menjaganya dan merawatnya, walaupun Alvaro belum sadarkan diri.


Danu dan Gleen sedang sibuk menyelidiki siapa dalang dibalik penyerangan kedua puluh gangster tersebut terhadap Joana, walaupun mereka mencurigai Dimas dan Bianca, tapi mereka harus memiliki bukti atas kecurigaannya itu.


Sebenarnya kecurigaan mereka memang benar, Dimas, Bianca, dan Bu Nadia adalah dalang dibalik penyerangan atas Joana. Dan Dimas lah yang membayar dua puluh orang gangster agar mereka tutup mulut, tidak boleh memberitahu siapapun bahwa dia yang menyuruh mereka untuk menyerang Joana.


Dan penyerangan itu atas usulan dari Bianca, karena dia ingin Joana secepatnya menghilag di dunia ini, alasan utamanya adalah karena dia sangat cemburu pada Joana, karena itu dia mempengaruhi Dimas untuk secepatnya melenyapkan Joana. Sementara Bu Nadia, dia tau rencana penyerangan tersebut, dan sangat mendukung rencana itu, dia memang sangat muak kepada anak tirinya itu.


Saat ini Dimas dan Bianca sedang berada di dalam mobil, mereka berbicara empat mata di dalam mobil tersebut, yang berada di sebuah jembatan.

__ADS_1


Bianca sangat marah pada Dimas karena Alvaro terluka gara-gara insiden penyerangan itu, seharusnya Joana yang terluka, tapi mengapa malah Alvaro yang kena tembak?


"Target kita itu Joana, kenapa harus Alvaro yang dibuat terluka?" Bianca terlihat sangat marah sekali. Dia tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika seandainya Alvaro terluka karena rencana jahatnya.


Dimas malah balik marah pada Bianca, karena tidak terima dengan Bianca yang berbicara dengan nada tinggi kepadanya. "Kenapa kamu harus semarah itu? Padahal aku sudah bilang bahwa Alvaro akan dilenyapkan juga. Lihatlah gara-gara kelakuan mantan suamimu itu, kita gagal melenyapkan Joana."


Bianca menjadi salah tingkah, jangan sampai Dimas curiga bahwa dia sebenarnya masih memiliki perasaan pada Alvaro.


Bianca enggan untuk mengaku. "Gak mungkinlah, aku... aku hanya ingin kita fokus ke Joana dulu, agar kamu tidak mempunyai saingan lagi. Kita harus membuat Alpha menjadi milik kita."


Dimas terdiam sejenak, dia tidak ingin memperpanjang masalahnya dengan Bianca. Sebenarnya dia sudah tak peduli dengan perempuan yang masih berstatus masih menjadi istrinya itu. "Hm, tapi seingat aku para gangster yang kita suruh itu tidak memiliki pistol. Dan mereka bilang bahwa diantara mereka tidak ada yang merasa menembak Alvaro, lalu siapa orang yang menembak Alvaro?"

__ADS_1


Bianca mengerutkan keningnya, membuat hatinya bertanya-tanya, apakah ada musuh lain yang menginginkan kematian Alvaro?


Jawabannya tentu saja ada, dialah Dion Sanjaya. Dion tertawa sambil membuat sebuah patung berbentuk kepala manusia, dia mengelap darah yang mengalir di patung kepala tersebut dengan lap.


"Hahaha... rupanya kamu mencintainya, Detektif Al? Sampai kamu rela mengorbankan dirimu untuk melindunginya. Kisah yang menarik. Aku akan membuat tidak ada siapapun yang memiliki Joana. Aku akan membuat hidupmu penuh rasa penyesalan dan menangis darah. Itulah hukuman karena telah berani mengusik hidupku." Karena sesungguhnya Dion tidak rela jika Joana menjadi milik orang lain, lebih baik Joana mati, dari pada harus hidup bahagia dengan pria lain. Itulah aturan yang akan dibuat untuk membuat Alvaro hidup menderita, karena pria itu telah mengusik hidup Dion.


Kemudian Dion melirik senapan miliknya yang tergeletak diatas meja, ternyata dia lah yang menembak Alvaro, dia memang cerdik, memanfaatkan situasi, agar para gangster suruhan Dimas yang dijadikan tersangka penembakan atas Alvaro, dan dia hanya ingin tahu seberapa besar cinta Alvaro terhadap Joana.


Dion mengelap kembali darah yang mengalir di patung kepala tersebut sambil bersiul, dia ingin membuat mahakarya yang memiliki nilai estetika yang sangat tinggi dan natural.


Tanpa sengaja Dion menjatuhkan sebuah kalung yang liontinnya berbentuk huruf O, kalung tersebut jatuh ke kolong meja. Kemudian Dion membersihkan darah di atas meja sana, sebuah tempat ketika dia mengeksekusi korban, korban saat itu dalam keadaan tela-njang.

__ADS_1


__ADS_2