
Sinar matahari telah menyilaukan cahaya, melalui celah-celah jendela.
Alvaro terbangun dari tidurnya, dia tersenyum ketika melihat Joana yang masih tertidur pulas di dalam dekapannya, perlahan-lahan dia mengecup bibir Joana, dia merasa hatinya berbunga-bunga saat ini, setelah sekian lama dibuat tersiksa karena Joana selalu saja mendiamkannya akhir-akhir ini.
Alvaro menatap dengan lekat wanita cantik itu, mengabsen setiap inci di wajah cantiknya Joana, apa yang kurang dari wanita itu? Rasanya tak ada. Joana terlihat begitu sempurna.
Alvaro mencium kening Joana, kemudian mencium hidung Joana, setelah itu dia mencium bibirnya Joana. Pagi ini Alvaro harus mendapatkan nutrisi, karena itu dia melahap buah dada Joana, karena Joana belum memakai pakaian dari semalam, termasuk Alvaro juga.
Setelah merasa puas mendapatkan nutrisinya, Alvaro melepaskan dekapannya pada Joana, dia tidak ingin membangunkan wanita yang telah dibuat kelelahan olehnya, sehingga Alvaro menyelimuti tubuh Joana yang belum sempat memakai pakaian apapun.
Setelah mendapatkan susu dari sumbernya, dia merasakan hidupnya rilex dan bertenaga. Joana memang vitamin untuk Alvaro.
Alvaro merasa sudah sehat kembali, karena itu dia ingin memasak untuk sarapan pagi dia dan istrinya, selama menjalani perawatan, Joana telah memperlihatkan sisi terbaik sebagai seorang istri, walaupun selama itu dia tak banyak bicara, tapi Joana telah merawat Alvaro dengan sepenuh hati.
Alvaro pagi ini memasak capcay, tuna asam manis, dan goreng ayam. Mungkin setelah berolahraga malam bersama Joana, Alvaro merasakan tubuhnya benar-benar rileks dan bugar, sehingga dia begitu bersemangat memasak di dapur.
Tanpa sadar, Alvaro tersenyum-senyum sendirian mengingat apapun tentang Joana, tidak salah lagi, dia sepertinya memang benar-benar jatuh cinta terhadap wanita itu.
__ADS_1
"Bagaimana caranya aku mengungkapkan perasaanku padanya?" gumamnya dengan pelan, seumur hidup dia belum pernah mengungkapkan perasaan kepada seorang wanita, dulu saja waktu berpacaran dengan Bianca, Bianca yang memulai, wanita itu yang mengungkapkan cinta padanya. Karena itu Alvaro tak berpengalaman dalam mengungkapkan perasaan kepada seseorang. Apalagi Bianca telah menorehkan luka yang sangat mendalam dihatinya.
Mungkin dia harus berguru pada Gleen, Gleen seorang playboy kelas kakap, pasti tahu bagaimana cara mengungkapkan perasaan dengan cara yang romantis dan berkesan, dia ingin bisa memperlakukan Joana dengan sangat manis.
Alvaro sadar bahwa dia harus bangkit dari masa lalunya, dia harus berani untuk mengungkapkan perasaannya, tidak selamanya cinta itu memberikan luka, justru cinta bisa membuatnya menjadi pria kuat dan hebat jika bertemu dengan orang yang tepat.
Dengan kehadiran Joana, membuat kehidupan Alvaro yang dulu terasa gelap, kini seakan ada seberkas cahaya menyinarinya.
Sementara itu, Joana baru terbangun dari tidurnya, lagi-lagi dia dibuat kelelahan setiap kali bercinta dengan Alvaro, pria itu memang tiada habisnya menggempur dirinya.
Joana menghela nafas dengan pelan, lagi dan lagi dia tak bisa menolak setiap kali Alvaro menerkamnya, malah dia pun ikut menikmati. Seharusnya dia saat ini tidak goyah pada pria itu, karena sampai kini dia tidak tahu apapun tentang Alvaro, siapa Alvaro sebenarnya, masa lalu Alvaro, bahkan dia tidak tahu bagaimana perasaan Alvaro kepadanya.
"Mengapa kamu menjadi selemah ini, Jo. Ini bukan dirimu yang sesungguhnya." gumamnya, dia tak paham dengan dirinya sendiri.
Dulu dia bukanlah wanita yang mudah ditindas, dan bukan wanita lemah. Tapi dia merasa dirinya lemah, tak bisa menolak dari pesona Alvaro.
Setelah membersihkan diri, Joana turun dari lantai atas melalui anak tangga, dia sudah berpakaian casual, bersiap-siap untuk pergi ke kantor.
__ADS_1
Joana melihat Alvaro sedang mempersiapkan makanan untuk sarapan pagi mereka, pria itu nampak sumringah tersenyum pada Joana. "Aku sudah memasak makanan kesukaanmu." ucap pria tersebut.
Joana merasa tersentuh dengan perlakuan Alvaro, tumben pria itu bersikap semanis ini, dia pun duduk di samping Alvaro.
Joana merasa inilah saatnya dia bertanya kepada Alvaro tentang suatu hal yang mengganjal dihatinya. Saat ini statusnya adalah istrinya Alvaro, jadi wajar saja dia bertanya tentang masa lalu suaminya itu.
"Al."
"Kenapa?" Lagi-lagi Alvaro tersenyum manis pada wanita cantik yang berstatus menjadi istrinya itu.
"Ada hubungan apa antara kamu dan Kak Bianca?"
Senyuman Alvaro memudar begitu mendengar pertanyaan dari Joana. Mengapa tiba-tiba Joana bertanya tentang hal itu kepadanya.
"Apakah kak Bianca adalah alasan kamu menikahi aku?" Joana bertanya kembali kepada Alvaro tatapannya yang dingin.
Sejujurnya Joana sangat kecewa karena selama mereka menikah, Alvaro telah membohonginya, bahkan mungkin juga pria itu telah mempermainkannya dan memanfaatkannya. Hati wanita mana yang tak sakit hati diperlakukan seperti itu oleh suaminya?
__ADS_1