Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al)

Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al)
Bab 49


__ADS_3

Joana pikir akan langsung ke bagian inti. Tapi ternyata tak berhenti begitu saja, Alvaro ingin menyiksa Joana dengan berbagai kenikmatan yang tak akan pernah bisa Joana lupakan.


Alvaro mulai berjongkok, menenggelamkan kepalanya di antara kedua paha Joana, membuat Joana menganga ketika merasakan lidah Alvaro menyapu area intinya, memberikan jilatan lembut disana.


"Oh... Alvaro!"


Joana tanpa sadar melebarkan kakinya, membuat Alvaro semakin menekan milik Joana dengan lidahnya, lidah tersebut bergerilya, menyapu disetiap inci kelembutan sang empunya. Bahkan menghisap satu titik sensitif di area sana, membuat Joana mengejang.


"Ahhh.... Ahhh... Al!"


Joana menekan kepala Alvaro dan mencengkeram rambutnya, agar dia memiliki kekuatan untuk tetap berdiri, menahan serangan kenikmatan yang diberikan oleh Alvaro pada pusat tubuhnya.


Alvaro memasukan lidahnya ke dalam, bergerak keluar masuk dengan cepat, kemudian menghisap dengan kencang.


"Ahhh... Alvaro!"


Alvaro memberikan cumbuan, luma-tan, dan hisapan di area sana, sukses membuat Joana menggila, dia mendes-ah semakin keras.


Tubuh Joana bergetar hebat ketika merasakan gelombang pelepasannya telah datang, mengalir begitu deras, membuat dia menekan kepala Alvaro semakin kuat, Alvaro tahu apa yang diinginkan oleh Joana, dia menghisap cai-ran tersebut sampai habis, dan membersihkannya dengan lidah. Hal tersebut membuat tubuh Joana berdesir hebat, seakan ingin segera Alvaro menyatukan tubuh mereka.

__ADS_1


Alvaro segera berdiri, dia membuka boxernya, sehingga terlihat penampakan sang jantan yang sudah siap untuk bertempur.


Tapi tetap saja Joana masih ngeri melihatnya. "Al, punyamu terlalu besar." Joana masih mempermasalahkan ukuran milik Alvaro.


Ada saja perkataan Joana yang membuat Alvaro menjadi gemas. "Lalu aku harus apa? Apa aku harus mengecilkannya dulu?"


"Tidak, bukan begitu. Tapi..." Joana tidak tahu apa yang harus dikatakan lagi pada Alvaro, untuk menghilangkan kegugupannya itu, mungkin karena ini kedua kalinya untuk Joana. Tapi dia juga tidak rela jika senjata Alvaro dikecilkan.


Alvaro tak ingin mendengarkan protes dari Joana, dia mengangkat satu kaki Joana ke pahanya, kemudian pria tersebut menekan sang jantan sehingga masuk sepenuhnya ke dalam milik Joana.


"Ahhh..." Keduanya mendes-ah ketika merasakan tubuh mereka menyatu, mereka telah bercinta dalam posisi berdiri. Alvaro merasakan dirinya menggila, milik Joana sungguh sangat terasa sempit, sehingga dia menggeram penuh rasa nikmat, menghujam Joana semakin dalam, bergerak dengan sangat liar.


Tak hanya dengan cara berdiri, mereka pun melakukannya lagi di dalam bath up yang telah terisi air setengahnya, pria tersebut begitu gagah dan liar menyerang Joana tanpa ampun. Seakan dirinya sedang kelaparan, sehingga ingin terus memakan Joana sampai habis.


Joana menyandarkan dirinya dipinggiran bath up, kedua tangannya memegang pinggiran bath up tersebut, dia membiarkan Alvaro mengguncang tubuhnya, sehingga air yang berada di dalam bath up tersebut bergelombang seperti ombaknya di lautan.


Masih belum puas dengan permainan tersebut, Alvaro mengangkat tubuh Joana, membawanya ke kamar, menghempaskan tubuh Joana ke atas kasur, tak menunggu waktu lama dia menyatukan tubuh mereka kembali.


"Ahhh... ahhh... ahhh..."

__ADS_1


Des-ahan mereka menggema menghiasi kamar bernuansa serba putih tersebut, sangat berbeda dengan kemarin, kali ini jauh lebih terasa nikmatnya.


"Al, aku mau keluar." Joana merasakan dirinya akan segera tiba mencapai pelepasan.


Alvaro menganggukkan kepala, dia segera mempercepat gerakannya, agar dia bisa keluar bersamaan dengan Joana.


Keduanya pun mendes-ah ketika merasakan ada sesuatu yang tumpah dibawah sana, membanjiri milik Joana, membuat nafas mereka tersengal-sengal, mungkin karena sudah merasa lega, akhirnya mereka telah mencapai kli-maks.


Alvaro mencium bibir Joana, kali ini dia tidak bisa melakukannya seperti kemarin karena mereka harus bekerja, mereka bercinta hanya dua jam di pagi hari ini, anggap saja telah berolahraga bareng istri. Apalagi Joana, dia baru saja bergabung dengan perusahaan ayahnya. Yang penting hasratnya telah tersalurkan kepada Joana.


Joana menatap pria tampan yang masih berada diatasnya, dia rasa mungkin ini waktu yang tepat untuk bertanya kepadanya, tentang rasa penasaran yang ada dipikirannya Joana.


"Al." Joana memanggil nama sang suami.


"Hm?" Alvaro menatap Joana seperti biasanya, tatapan pria tersebut selalu terlihat datar dan dingin.


"Apa tujuanmu menikahiku?" Joana bersungguh-sungguh bertanya seperti itu kepada Alvaro. Dia sangat ingin tahu apa tujuan Alvaro menikahinya, karena dia tak mampu membaca pikiran pria tersebut.


Alvaro tertegun mendengar pertanyaan dari Joana.

__ADS_1


Walaupun ingin bersikap masa bodoh dengan suami misteriusnya itu, tapi tetap saja dia penasaran mengapa Alvaro tiba-tiba ingin menikah dengannya.


__ADS_2