Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al)

Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al)
Bab 69


__ADS_3

"Apakah kak Bianca adalah alasan kamu menikahi aku?" tanya Joana dengan penuh penekanan.


Joana masih teringat dengan jelas ketika Bianca sedang menangis sambil menggenggam tangan Alvaro di rumah sakit. Hal tersebut sangat menyakitkan untuk Joana, begitu menyesakkan di dalam dada.


Pertanyaan itu membuat Alvaro mengatupkan bibirnya, pada akhirnya Joana menyadari bahwa mungkin dirinya telah dimanfaatkan oleh Alvaro.


Awalnya memang seperti itu, Alvaro ingin memanfaatkan Joana untuk bisa menangkap Dion dan juga membalaskan dendamnya pada Bianca dan Dimas, tanpa memikirkan bagaimana perasaan Joana. Mungkin karena Alvaro pikir Joana akan mendapatkan keuntungan juga, karena secara tidak langsung dia telah membantu Joana untuk mencapai puncak tertinggi di Alpha, apalagi proyek pasar di kota C telah berjalan lancar, sedang melakukan proses pembangunan disana dan mendapatkan respon yang positif dari masyarakat sekitar, membuat Pak Riki semakin yakin Joana adalah orang yang tepat untuk menggantikannya.


Selain itu, Alvaro juga secara tidak langsung telah menyelamatkan Joana dari Dion.


Tapi ada satu hal yang tidak Alvaro pikirkan, bahwa Joana memiliki hati dan perasaan, tidak mungkin hatinya tidak hancur jika tahu kenyataan yang sesungguhnya tentang alasan dia menikahi wanita itu.


Namun, walaupun begitu Alvaro memilih untuk menjawab pertanyaan dari Joana yang sejujurnya, walaupun dia tidak tahu akhirnya akan seperti apa ketika Joana mengetahui semua kenyataan ini.


"Bianca adalah mantan istriku."


Empat kata itu sukses memporak-porandakan perasaan Joana, hatinya bagaikan teriris setelah mengetahui kenyataan yang menyakitkan. Sangat sakit. Rasa sesak telah menyelimutinya. Ternyata hubungan Alvaro dan Bianca sangat jauh dari yang dia bayangkan.

__ADS_1


Alvaro memutuskan untuk menjelaskan semuanya dengan sejujurnya dan panjang lebar, dimulai dari perselingkuhan Bianca dan Dimas sampai kasus yang dia hadapi untuk menangkap Dion yang dicurigai sebagai seorang pembunuh berantai. Sehingga Joana sadar bahwa dia telah dimanfaatkan oleh Alvaro untuk balas dendam pada Bianca dan Dimas, dan juga dijadikan umpan untuk menangkap Dion.


Mata Joana berkaca-kaca. Tega sekali Alvaro, Dimas, dan Bianca bersandiwara di depannya, bahkan di depan ayahnya, bersikap seolah-olah mereka tidak saling mengenal.


Alvaro sangat merasa bersalah melihat bagaimana ekspresi Joana ketika mengetahui kenyataan tentang masa lalu Alvaro dan Bianca. Joana terlihat sangat kecewa, atau bahkan wanita itu kini telah membencinya.


"Jo." Alvaro ingin menggenggam tangan Joana. Tapi wanita itu menjauhkan jaraknya dari Alvaro, mungkin karena masih kecewa pada Alvaro.


Joana tersenyum getir, sorot matanya tersirat bahwa wanita itu sedang terluka hatinya. "Terimakasih, Al. Berkatmu akhirnya aku mendapatkan kepercayaan dari papa. Rencanamu sudah berhasil. Karena itu kamu tidak perlu membutuhkan aku lagi. Masalah Dion, kamu tidak perlu mengkhawatirkan aku."


Walaupun sebenarnya Joana sempat terkejut ketika Alvaro bilang mencurigai Dion sebagai seorang pembunuh berantai, tapi dia percaya Alvaro bukan orang yang sembarangan mencurigai seseorang begitu saja.


Joana memang telah memiliki perasaan pada Alvaro, tapi siapa yang tak sakit hati seandainya berada di dalam posisi seperti itu. Bahkan dia tidak ingin menatap pria dihadapannya itu. Joana segera berdiri, begitupun Alvaro, pria itu ikut berdiri, Alvaro terus memandangi Joana dengan penuh harap.


"Aku butuh waktu untuk memikirkan semua ini, aku harap kamu mengerti." Secara tidak langsung Joana meminta Alvaro untuk berjaga jarak dengannya. Setelah berkata seperti itu, Joana pun pergi, dia memilih pergi ke kantor bersama bodyguard, dari pada bersama Alvaro.


Untuk pertama kalinya Alvaro membenci dirinya sendiri, ingin sekali dia menghajar dirinya sampai tak berdaya, mengapa dia baru menyadarinya sekarang bahwa apa yang dia lakukan akan menghancurkan hati Joana. Mungkin apa yang dirasakan Joana lebih sakit dibandingkan Bianca. Joana adalah korban sesungguhnya dalam rencana balas dendamnya.

__ADS_1


Di dalam mobil, Joana tak bisa membendung tangisannya, walaupun sekuat hati dia mencoba untuk menahannya, tapi akhirnya tumpah juga. Sangat menyakitkan. Dia tidak tahu setelah ini dia harus bersikap bagaimana pada Alvaro? Yang pasti saat ini dia butuh waktu untuk memikirkan bagaimana nasib pernikahannya bersama Alvaro.


...****************...


Sementara itu, Dimas mendapatkan kejutan dari Bianca pagi ini, wanita itu secara tiba-tiba meminta Dimas untuk menceraikannya. Bianca sudah lelah menjalani kehidupan yang penuh dengan sandiwara seperti ini, berpura-pura baik-baik saja padahal hatinya sangat terluka.


Berpura-pura bahagia, padahal sebenarnya dia sangat kesepian. Sangat berbeda dengan kehidupannya yang dulu bersama Alvaro, walaupun hidup mereka sederhana, Bianca merasa sangat dispesialkan oleh Alvaro. Alvaro memperlakukannya dengan sangat baik dan tak pernah berbuat kasar.


"Maksud kamu apa Bi tiba-tiba meminta aku untuk menceraikan kamu?" Dimas terlihat marah sekali kepada Bianca, saat ini Dimas dan Bianca masih berada di dalam kamar.


"Karena aku sadar bahwa aku adalah wanita bodoh, aku telah menyia-nyiakan pria sebaik Alvaro demi keserakahanku. Aku tidak ingin kehilangannya lagi, aku tidak bisa membuang perasaanku padanya." Bianca menjawab pertanyaan Dimas sambil menangis.


Dimas memang sudah tak ada perasaan apapun lagi pada Bianca, tapi dia masih memikirkan reputasinya. "Lalu bagaimana dengan reputasiku? Ayah tiriku sangat menyukaimu, kamu tidak bisa pergi begitu saja dari rumah ini. Bagaimana dengan rencana kedua kita? Bukankah kamu ingin menjadi nyonya besar di keluarga Alpha?"


"Aku sudah tak membutuhkannya lagi, yang aku butuhkan hanya Alvaro. Aku akan melakukan apapun untuk bisa kembali padanya, dan aku akan kembali menjadi seorang istri yang baik untuk Alvaro."


Dimas malah terkekeh, "Kamu harus sadar, mantan suamimu itu sudah tidak mencintaimu lagi, dia sudah tergila-gila dengan adik tiriku, makanya dia rela terluka demi melindungi Joana."

__ADS_1


"Aku tahu, dia pun dulu begitu padaku, rela melakukan apa saja demi aku. Dan aku yakin dihatinya yang paling dalam, masih tersimpan namaku dihatinya." Bianca pernah mendengar sebuah kata mutiara, bahwa cinta pertama sulit untuk dilupakan. Dan dia adalah cinta pertama Alvaro.


Bianca berjanji di dalam hatinya, bahwa seandainya dia memiliki kesempatan untuk kembali pada Alvaro, dia tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan itu, dia akan kembali menjadi Bianca yang dulu, menjadi istri yang baik untuk Alvaro dan setia padanya. Bukankah setiap orang memiliki kesempatan kedua?


__ADS_2