Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al)

Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al)
Bab 50


__ADS_3

"Apa tujuanmu menikahiku?" Joana sangat ingin tahu apa tujuan Alvaro menikahinya, karena dia tahu diantara mereka tidak ada cinta, dan mereka baru saling mengenal, tapi secara tiba-tiba Alvaro melamarnya di pesta anniversary pernikahan Bianca dan Dimas.


Alvaro tertegun mendengar pertanyaan dari Joana. Tapi tidak mungkin Alvaro berkata jujur pada Joana bahwa dia menikahinya untuk menjadikan umpan untuk memancing Dion dan juga menjadikannya alat untuk balas dendam pada Bianca dan Dimas, oleh karena itu dia memilih untuk tidak menjawab pertanyaan dari Joana.


"Sudah pukul tujuh pagi, lebih baik kamu segera bersih-bersih, kamu harus bekerja. Aku akan mempersiapkan sarapan untukmu." ucap Alvaro sembari berdiri, dia meraih bathrobe untuk menutupi tubuhnya.


Setelah berkata begitu, Alvaro pun pergi dari kamar Joana. Dia juga harus mempersiapkan diri, karena dia juga harus bekerja.


Sementara Joana hanya terdiam, dia masih terbaring diatas kasur. Joana semakin penasaran, mengapa Alvaro tidak ingin menjawab pertanyaan darinya. Padahal status mereka kini telah menjadi suami istri, bahkan mereka bercinta selayaknya pasangan suami istri pada umumnya, tapi tetap saja bagi Joana, Alvaro adalah sosok pria misterius, dia tidak tahu apapun tentang pria itu. Yang Joana tahu pekerjaan Alvaro adalah seorang detektif swasta, hanya itu. Selain dari itu, dia tidak tahu apapun tentang Alvaro.


Bahkan ketika mereka sarapan bersama, Alvaro bersikap cuek pada Joana, seakan pria itu lupa bagaimana telah menggempur Joana terus menerus tanpa ampun di kamar mandi tadi. Alvaro mungkin tipe pria yang tak banyak bicara, tapi lebih banyak bertindak.

__ADS_1


Joana sesekali memperhatikan Alvaro yang sedang menikmati sarapan paginya dengan tenang, pria itu sangat fokus dengan sarapannya tanpa ingin bertanya apapun pada Joana, atau meliriknya sebentar saja. Membuat Joana kesal, seolah Alvaro datang padanya saat ingin bercinta saja.


Walaupun tidak dipungkiri, Joana pun ikut menikmatinya, karena Alvaro begitu pandai memanjakan tubuhnya dengan banyak kenikmatannya, bahkan pria itu sangat perkasa, membuat Joana belum bisa melupakan bagaimana perkasanya Alvaro menggempur tubuhnya. Dan cara Alvaro menjamah tubuhnya sangat membuat Joana menggila.


Sekitar jam setengah delapan pagi, Alvaro mengantarkan Joana ke kantor pusat Alpha, dia hanya mengantarkan Joana sampai di depan kantor.


"Aku kerja dulu, Al." pamit Joana, dia merasa sedikit canggung dan juga kesal kepada Alvaro.


"Oke." jawab Alvaro dengan singkat, dengan sikapnya yang datar.


Sementara Alvaro masih terdiam, dia memandangi Joana yang sedang berjalan masuk ke dalam kantor, sebenarnya dia tidak tahu apa yang dia rasakan pada Joana. Yang pasti saat ini dia hanya ingin fokus kepada tujuan awalnya, tujuan mengapa dia menikahi Joana. Walaupun sayangnya dia tak bisa menahan hasratnya pada Joana, pesona Joana membuatnya lupa diri.

__ADS_1


Setiap kali bersama Joana, tubuhnya terasa kepanasan dan selalu bergairah, apalagi dia sudah dua kali merasakan tubuhnya, tubuh Joana memang sangat membuatnya candu, serasa ingin mengulanginya lagi dan lagi.


"Kamu harus fokus dengan tujuan kamu menikahi Joana, Al." Alvaro memperingatkan dirinya sendiri. Dia selalu goyah setiap kali berduaan dengan Joana di dalam rumah.


Alvaro akan menjalankan mobilnya kembali, tapi dia mengerutkan keningnya begitu melihat ada Aditya datang menyapa Joana, mereka nampak akrab sekali.


"Hai Jo, ada masalah pekerjaan yang ingin aku bahas denganmu." sapa Aditya.


"Oh ya udah, kita bahas di ruangan aku aja." jawab Joana.


Padahal Joana menanggapi Aditya karena Aditya bertanya soal pekerjaan, walaupun sebenarnya Aditya hanya modus saja, agar bisa lebih dekat dengan Joana. Hanya saja Joana tidak menyadari bahwa pria itu naksir padanya.

__ADS_1


Alvaro menghela nafas memperhatikan keakraban mereka dari kejauhan. "Padahal aku sudah bilang jangan tersenyum seperti itu pada seorang pria. Apa dia tidak sadar, bahwa senyumannya sangat manis." gerutunya dengan pelan, Alvaro menatap dengan tajam memandangi mereka. Rasanya dia ingin sekali memisahkan jarak mereka, agar tidak terlalu dekat.


Wajar saja kalau banyak yang suka, karena Joana memang wanita yang sangat cantik dan penuh pesona, dia juga sangat ramah kepada semua orang, kecuali kepada orang-orang yang tidak dia sukai. Karena itu ketika dia masih sekolah, dia menjadi primadona sekolah.


__ADS_2